
Hu Yaongi - Akhir Penderitaan Manusia.
Kepingan kristal merah berterbangan mengelilingi seseorang di atas batu besar, tatapannya kosong dan begitu putus asa. Bayangan sesosok iblis di dalam peti mati melintas berulang kali. Bagaimana sosok itu begitu pasrah dengan kematiannya. Tatapan yang penuh akan kebencian serta penderitaan membayanginya setiap detik.
Satu kata yang selalu terulang di kepalanya,
"Kali ini aku akan pergi tanpa penyesalan."
Pengorbanan ini adalah untuk melindungi seluruh orang yang disayanginya. Xin Chen bisa membayangkan suatu masa di mana semua krisis ini telah sirna, keluarganya berkumpul bersama saling bertukar canda. Begitupun dengan keluarga-keluarga lain, mereka tidak perlu merasa ketakutan lagi.
Dia ingin mewujudkan hari tersebut. Kristal-kristal merah terus berputar, sesuatu di tangan Xin Chen mengudara. Itu adalah Air Mata Iblis, di balik cangkang luarnya terdapat sebelah mata di dalam yang menyimpan kekuatan sangat besar. Mata yang tidak akan pernah membusuk, sama seperti darah iblis yang pernah Xin Chen temui.
Lembar Segel Pemusnah terbang ke arah Air Mata Iblis yang mulai membentuk sebuah wujud laki-laki dewasa, tidak ada wajah ataupun bentuk. Hanya siluet cahaya terang menyerupai manusia yang dapat berbicara.
"Kau yakin dengan keputusanmu?"
Xin Chen hendak terkejut, tapi kelihatannya tidak salah lagi, Air Mata Iblis masih menyimpan jiwa pemilik di dalamnya.
"Kau adalah iblis yang kutemui di Kastil Tua itu," sela Xin Chen. Sosok tersebut memiliki tanduk, Xin Chen dapat memastikannya.
"Kau mengalihkan pembicaraan. Apa kau tidak akan menyesali keputusan ini?"
"Tidak ada yang perlu disesali."
"Aku melihat kesedihan di matamu, sama sepertiku."
Sebelah mata di wajah wujud iblis cahaya itu terlihat amat nyata, itu adalah Air Mata Iblis yang sesungguhnya.
"Saat harus melepaskan semua yang telah kau perjuangkan untuk keselamatan orang lain. Kau sudah berjuang sejauh ini, tapi pada akhirnya kau harus menderita sendirian." Terdengar tawa samar, "Bukankah ini tidak adil? Kau pasti merasa begitu, bukan? Jujurlah."
"Aku tidak punya pilihan lain," balasnya. Menggeleng pelan.
"Saat mendengar canda tawa di rumahku, aku rasa mereka bisa tetap bahagia meski aku tidak di sana. Era Baru dan Menyatunya Ketiga Kekaisaran adalah satu-satunya tujuanku. Sekarang ketiga Kekaisaran telah berdamai, dan Enam Pusaka Langit telah dimusnahkan. Hanya tersisa mencapai Era Baru dan aku bisa mencapainya dengan ... "
Matanya menatap yakin pada Iblis tersebut.
"Mengorbankan nyawaku."
"Baiklah kalau begitu," tandas iblis tersebut. "Kita berdua adalah pengakhir dari halaman terakhir Era Kemusnahan. Jangan tarik kembali kata-katamu, kau tidak akan menyesali ini semua."
Xin Chen mengangguk. Hingga perlahan-lahan kekuatan cahaya iblis menyebar ke seluruh penjuru Hu Yaongi.
Tanah di bawah kaki Xin Chen bergetar hebat. Gempa bumi yang begitu dahsyat terjadi sampai hampir sepuluh menit, andai di sekitar mereka terdapat lautan mungkin tsunami bisa saja terjadi dan menyapu seluruh tempat tersebut. Tidak ada yang tinggal di Hu Yaongi selain rumah-rumah tua yang telah ditinggalkan.
Kekuatan cahaya menyebar, selayaknya akar yang merambat dari tempat Xin Chen berdiri hingga ke ujung Hu Yaongi yang dibatasi oleh pegunungan dan sungai.
Sebelah tangan Xin Chen saling berpegangan dengan iblis tersebut, saat itu Xin Chen melotot. Dalam sedetik saja kekuatannya tersedot sangat banyak. Rasa sakit mulai terasa menjalari sekujur tubuh dan dalam dua hari ke depan ini akan terus berlangsung. Bayang-bayang akan kematian mulai datang, Xin Chen tahu ke mana ujung ini semua.
Segel Pemusnah dan Mutlak adalah satu hal yang tidak bisa dipisahkan. Kini dengan kekuatan dari tubuhnya Segel Pemusnah mulai memancarkan kekuatan yang sungguh besar, cahaya terang menembak hingga ke atas langit dan terpecah menjadi serpihan-serpihan cahaya yang berterbangan.
Di permukaan tanah Hu Yaongi garis-garis cahaya terus memanjang dan menyebar sampai pelosok. Semakin besar jangkauannya maka semakin banyak pula jumlah kekuatan yang dihisap Segel Pemusnah dari Xin Chen.
Darah keluar dari mulutnya, baru dua jam pertama kaki Xin Chen hampir ambruk. Bukan hanya kekuatannya, bahkan energi yang mengalir di dalam sel-sel hingga ke tulangnya juga diserap tanpa ampun. Iblis di depannya memperingatkan,
"Bertahan, ini baru seberapa. Kau harus menahannya hingga ke tahap terakhir. Jika tidak semua pengorbananmu akan sia-sia. Sekali diaktifkan mau berhasil atau tidak, segel ini akan tetap meminta nyawamu. Jika sampai itu terjadi maka tidak akan ada lagi yang bisa menyelesaikan ini semua."
Xin Chen tidak dapat mendengar keseluruhan perkataan iblis tersebut. Dia mengepalkan tangan, menstabilkan keseimbangannya dan mulai memulihkan bagian tubuhnya yang mulai kesakitan.
Mencapai satu hari seluruh tubuhnya bergetar, dia terus memuntahkan darah hingga wajahnya pucat pasi tak ubahnya mayat hidup. Segel Pemusnah mulai menciptakan selubung yang begitu besar melingkupi seisi Hu Yaongi tanpa terkecuali. Dan semua kekuatan itu di dapatnya dari tubuh Xin Chen yang mulai digerogoti hingga ke akar-akarnya.
"Aku sudah bertanya sebelumnya dan kau mengiyakan. Tidak ada kata kembali lagi, kau harus menyelesaikan ini sampai akhir."
Xin Chen hampir melepaskan pegangan tangannya, dia mencengkram tangan iblis cahaya semakin erat, kedua alisnya bersatu dengan muka begitu serius. Darah mengalir dari mulutnya yang berkata,
"Tetap lakukan, aku pasti akan menyelesaikan tugas terakhir sampai akhir."
Dibanding itu aliran cahaya putih membuat malam di Hu Yaongi menjadi terang benderang. Pancaran cahaya bahkan memantul di awan malam yang menggantung, menyaksikan seorang pemuda yang mulai mendekati ambang sekaratnya lagi.
Mungkin, saat itu di awan tersebut sang malaikat pencabut nyawa sedang menunggu waktunya kembali menangkap satu manusia yang terus menyimpang dari garis kematiannya.
Tempat itu ternyata memiliki sejarah tersembunyi, di tanah-tanah yang telah dialiri kekuatan, jika dilihat dari atas setiap garisnya akan membentuk sebuah segel raksasa dengan huruf-huruf yang hanya bisa dipahami oleh bangsa iblis.
Geraman Xin Chen terdengar menyakitkan, Iblis Cahaya mengerutkan wajahnya, seakan kembali ke masa lalu di mana dia mengalami semua ini sendirian. Rasa sakit yang ditanggung Xin Chen kali ini amatlah besar, dia harus menanggung semua rasa sakit ini untuk menyelamatkan jutaan nyawa. Gigi taringnya sampai terlihat jelas, wajah Xin Chen berkeringat dingin, napasnya bergetar saat dia menghela panjang.
Sekali lagi, Xin Chen memuntahkan darah tapi kali ini hanya sedikit. Dia telah mengeluarkan darah yang amat banyak. Semakin dia mencoba memulihkan diri, Segel Pemusnah semakin bertambah cepat menyerap seluruh kekuatannya.
Tanpa Xin Chen sadari, dalam dua hari yang telah berlalu para terinfeksi telah berkumpul sangat banyak melebihi dari yang dilihatnya di Labirin Kematian. Mereka mengejar begitu cepat ke Hu Yaongi. Berderu-deru melangkah memenuhi tempat itu.
Jantungnya berdetak sangat lambat, pandangan Xin Chen mulai memburam, tubuhnya perlahan digerus oleh Kristal Merah hingga berdarah-darah. Xin Chen terjatuh mulai tidak sadarkan diri, dia tidak bisa lagi melihat apa pun di depannya. Tidak bisa membedakan lagi rasa sakit yang kian berkecamuk. Seluruh tubuh mati rasa. Iblis Cahaya menopangnya dan membantu Xin Chen berdiri.
"Jangan menyerah, aku tahu ini menyakitkan, tapi ingat tujuanmu, kau harus menyelesaikannya," pintanya. Xin Chen berpegangan pada lengan tangan Iblis Cahaya untuk bangun dan kembali berdiri, hanya suara bisikan terdengar darinya. Sangat amat kecil.
"Aku ... Akan menyelesaikannya ..."
Segel Pemusnah memasuki tahap terakhir yang jauh lebih dari kata menyakitkan. Tercipta sebuah pelindung transparan di sekitar Xin Chen dan iblis tersebut. Kekuatan cahaya mulai merambah ke Kekaisaran lain.
"... Tugas terakhirku."
***