
Tatapan yang dingin sekaligus menusuk, kekuatan yang terbilang besar di setiap aliran tubuhnya. Jika iblis wanita itu berbicara, sudah pasti dia tidak sedang mengatakan omong kosong. Xin Chen belum mengeluarkan reaksi, masih membaca tipe musuhnya kali ini. Dia menoleh sebentar ke arah Qin Yujin.
Kelihatannya saat ini Qin Yujin belum bisa didekati, dia harus membereskan semua musuh ini. Tapi Xin Chen tak begitu yakin apakah dia mampu atau tidak. Menghadapi sepuluh ribu iblis dan ratusan ribu terinfeksi bukanlah perkara mudah. Dia khawatir akan kehabisan kekuatan lebih dulu atau tak dapat mengendalikan kekuatan roh yang sudah melewati batas kemampuannya sendiri.
"Aku sedang berbicara ..."
Wanita itu menggeram, "Bukan waktunya untuk melamun! Kau tidak bisa menghargai wanita, ya?!"
Terjangan rantai berat datang dari arah samping, membentuk sebuah bulatan yang sengaja dibuat untuk menangkap Xin Chen. Pemuda itu menghilang cepat, muncul di belakang iblis wanita itu tanpa diduga.
Namun sayang meski Xin Chen bergerak lebih cepat, tapi dia belum bisa menyembunyikan hawa keberadaan sehebat sang wanita iblis.
Dengan tangan kiri saja wanita iblis itu menangkis dan berhasil melempar Xin Chen ke arah lain.
"Namaku Yue Yin. Kau sudah pasti tidak akan mengenalku karena kita berasal dari jaman yang berbeda."
Sesaat pandangannya mengintimidasi. "Namun kukatakan padamu bahwa aku adalah salah satu tetua iblis terkuat. Menyerahlah, kematianmu akan lebih ringan daripada terus melawan."
"Berisik sekali nenek lampir ini," gerutunya sambil mengeluarkan seruling, Yue Yin terdiam sesaat. Kulit wajahnya yang memang sudah kemerahan bertambah merah padam, Xin Chen memilih mendengarkan suara seruling daripada omongannya.
Irama ditiup pelan, mengalun lembut memasuki telinga hingga berubah semakin menukik dan tajam. Membuat telinga berdenging, Yue Yin sempat merasakan sesuatu sedang berusaha mengoyak jiwanya.
"Heh ... Sepertinya aku pernah mendengar soal ini, kekuatan dari suara. Irama Kematian."
Xin Chen yakin irama itu mulai mengganggu Yue Yin, mendadak wanita itu menghilang dan tiba-tiba saja sudah berada di depan Xin Chen. Mencengkram seruling dan mematahkannya menjadi dua. Kecepatan tiada banding itu sekali lagi tak mampu diimbanginya. Xin Chen berpindah tapi tangannya sempat terlilit oleh rantai merah tersebut.
Yue Yin menarik rantainya, sekaligus Xin Chen yang terjebak. Sebuah kekuatan merah mengalir dalam besi rantai dan mulai menyerang Xin Chen secara perlahan.
Dengan menggunakan pedang Xin Chen memotong rantai tersebut, membuatnya terputus begitu mudah. Yue Yin sempat terhenti sejenak dan mulai memperhatikan ke arah pedang yang memiliki kekuatan sangat besar itu.
"Aku berubah pikiran. Pertama-tama aku harus menghancurkan senjata terhebat para manusia, mahluk bodoh dan serakah seperti kalian akan begitu sombong hanya karena memiliki benda itu. Baru setelah itu giliranmu."
Yue Yin benar-benar mengincar pedang itu, Xin Chen menepis semua serangannya menggunakan kekuatan dari tubuhnya dan seminimal mungkin menggunakan pedang. Karena dia tahu Yue Yin mampu menghancurkan besi Pedang tersebut hanya dengan menyentuhnya.
Si wanita iblis mulai tidak terima.
Dia menatap Xin Chen penuh kebencian. Di awal-awal dia merasa menang karena mampu mengenai Xin Chen berulang kali. Tapi sekarang yang terjadi adalah dia terus-menerus mengenai udara kosong.
Xin Chen berhasil membaca gerakannya dan menyamai kecepatan bertarungnya. Itu adalah hal terburuk yang tidak dia sangka mampu musuhnya lakukan.
Selama menjadi tetua iblis di kehidupan aslinya, Yue Yin terkenal sebagai salah satu iblis tercepat.
Kini Yue Yin tengah berusaha melilit Xin Chen dengan serangan rantai yang membentuk serupa angin topan. Rantai itu makin memanjang dan bergerak liar menerjang musuh.
Gigi taring Yue Yin terlihat jelas di kedua sudut bibirnya. Dia menukikkan alis, mengendalikan rantai semakin cepat dan lincah.
Namun tiba-tiba seseorang berbisik di belakangnya.
Sedetik Yue Yin sudah langsung menoleh ke belakang, sempat berpikir tak mungkin karena saat suara itu terdengar Xin Chen masih ada di depannya dan menghindari serangan rantai miliknya.
Tak ada siapa-siapa dibelakang Yue Yin, wanita itu merasa ditipu. Benar saja Xin Chen masih di depannya.
Secara tak terduga tubuh Xin Chen memudar dan perlahan menghilang menjadi serpihan roh hitam.
"Itu bukan tubuh aslinya-?!"
"Sudah kubilang aku di belakangmu."
Rantai milik Yue Yin bergerak ke balik badannya, bersiap untuk segala serangan tak terduga. Wujud Xin Chen perlahan terlihat jelas, kedua tangannya menangkap rantai Yue Yin dan mengikatnya di leher wanita itu sendiri.
Yue Yin mengerang kesakitan, ada sengatan panas yang menjalar hingga ke kepalanya. Rantai merah terbakar oleh Api Keabadian yang mulai membakar leher Yue Yin saat itu juga.
"Apa yang-"
"Mana yang katanya satu iblis sepertimu cukup untuk menghabisiku?"
Yue Yin mengumpat, di akhir pertarungan itu dia mengerahkan kekuatan sebanyak mungkin. Yue Yin berhasil memotong rantainya sendiri, tubuhnya terbang begitu cepat.
Namun saat dia tersadar, kepala dan tubuhnya sudah terpisah. Pandangan Yue Yin masih di tempat yang sama sementara tubuhnya melesat jauh dan akhirnya kehilangan keseimbangan, jatuh ke bawah di antara tumpukan terinfeksi.
Rambutnya ditarik agar tidak jatuh ke bawah.
Xin Chen berucap, "Kata-katamu terbalik. Seharusnya satu orang sepertiku sudah cukup untuk menghabisi kalian semua, termasuk Qin Yujin sialan."
"Tidak mungkin itu terjadi," Suara Yue Yin, masih keras kepala. "kekuatan dalam dirinya sudah jauh dari kekuatan manusia, dia saat ini mampu menghancurkan sumber kehidupan di muka bumi. Kau tak akan mampu menandingi kekuatan miliknya, bahkan Raja dan Ratu Iblis sekalipun..."
"Kuperingatkan padamu, selain Tetua Iblis, terdapat satu petarung dari ras kami yang jauh lebih hebat. Sebelum menyentuh Qin Yujin, kupastikan kau lebih dulu mati di tangannya."
"Siapa yang kau maksud?"
"... Dewa Iblis."
Kalimat terakhirnya terhenti, Yue Yin telah mati.
Kepala Yue Yin jatuh menghantam tanah di mana sebuah mantra besar dengan sinar merah bercahaya terukir oleh garis-garis yang membentuk sebuah simbol. Dua puluh iblis berdiri di dua puluh titik, menyatukan tangan dan membacakan sesuatu hingga sebuah kekuatan yang mengerikan mulai terasa menghadiri tempat kematian itu.
Xin Chen tak bisa menghentikannya, Ritual Pemanggilan itu dilindungi oleh mantra pelindung yang kuat.
Angin-angin terbang kencang, kepala Yue Yin terlempar jauh menabrak bebatuan. Lalu dalam sesaat muncul sesosok lelaki bertubuh besar dengan dua pedang di punggung dan goresan luka di alis hingga ke mata. Dia membuka mata yang langsung mengarah ke atas di mana Xin Chen mengawasinya.
Angin mereda perlahan, hening mematikan datang dalam tiga detik lamanya. Sebelum tanah tempat Dewa Iblis retak dan sosok tersebut meloncat sangat tinggi, mengeluarkan dua pedang dan menyerang Xin Chen tanpa ampun.