Pendekar Pedang Iblis 3

Pendekar Pedang Iblis 3
Ch. 150 - Pengejaran Dimulai


Komandan Fraksi Militer Pusat dikatakan tengah berada di markas besar, mereka langsung ke sana untuk mendiskusikan kembali tentang kunci Laboratorium B-1. Sementara di lain hal Xin Chen bersikap waspada, seharusnya hari ini dan di tempat yang sama Pelindung Malam akan menggencarkan aksi ledak di markas besar.


Dia melihat situasi masih normal sebagaimana semestinya, tak ada yang aneh. Wajah Komandan Fraksi Militer Pusat terlihat dari kejauhan dan kemarahan di dalam dadanya masih juga tak sudut. Mereka beranjak ke ruangan rapat. Dan di sana barulah Xin Chen bisa memprotes kebohongan lelaki itu.


"Kau membohongiku-?"


Xin Chen menarik kerah lelaki itu, sampai-sampai kakinya kesusahan menapak di tanah. Kontan sikapnya menarik banyak bawahan Komandan mendekat dan mengancamnya untuk segera melepaskan pimpinan mereka.


Komandan Fraksi Militer Pusat mengangkat sebelah tangan, memberi isyarat agar anak buahnya tak ikut campur dan meninggalkan tempat tersebut agar mereka bisa berbicara berdua saja.


Dengan ragu mereka meninggalkan Xin Chen dan sang Komandan.


"Aku tak berniat membohongimu." Satu patah kata yang keluar, tapi Xin Chen terlanjur kehilangan kepercayaan kepada lelaki itu. Dia sempat berpikir untuk meninju rahang Komandan Fraksi Militer Pusat. Tapi baginya saat ini yang paling penting adalah menenangkan diri lebih dulu. Dia telah beberapa kali kehilangan kendali, jika sekarang Xin Chen kelepasan dan kembali kehilangan kendali mungkin nyawa lelaki itu tak akan selamat.


"Bagus, tenangkan pikiranmu dulu." Lelaki itu melepaskan tangan Xin Chen darinya, menyuruh pemuda itu duduk.


"Kau tahu. Banyak hal mengerikan yang kuhadapi di bawah sana. Bahkan Terinfeksi Tipe terbaru yang paling kuat dari yang terkuat. Tipe SSS. Mereka sudah gila menciptakannya."


"Mustahil ... Mereka berhasil?"


"Dan kau menyuruhku menyelamatkan bahan percobaan mengerikan seperti itu?"


Beruntungnya Laboratorium B-1 bersama dengan terinfeksi mengerikan itu telah rata bersama tanah. Xin Chen tak bisa membayangkan jika seluruh terinfeksi setara dengan apa yang dilihatnya kemarin. Mungkin takkan ada lagi manusia tersisa di Kekaisaran ini.


"Jika aku mengatakan yang sebenarnya, aku yakin kau akan langsung menolak permintaan ini." Lelaki itu mulai berbicara, meski dia sendiri bingung harus memulainya dari mana. Semua yang terjadi di Kekaisaran Wei begitu panjang sampai-sampai satu kalimat pun tak mampu menggambarkannya.


"Kami sendiri Fraksi Militer Pusat mendapatkan perintah secara langsung dari atasan. Untuk segera menyelamatkan kotak itu sebelum tempat itu diledakkan."


"Aku gagal menyelamatkannya dan aku rasa benda itu akan jauh lebih berbahaya jika jatuh ke tangan laki-laki itu."


"Siapa?"


"Qin Yujin. Musuh paling menakutkan yang pernah hidup. Kau mungkin hanya melihatnya sebagai laki-laki menyedihkan yang ringkih. Tapi apa yang bisa dia lakukan akan membuatmu ketakutan sampai menggigil. Lelaki itu adalah muara dari bahaya. Dia harus dibunuh. Aku pasti akan mengejarnya dan langsung membunuhnya sampai tak tersisa setitik pun darah darinya."


Melihat benci dan marah menyatu di mata biru itu, Komandan Fraksi Militer Pusat hanya bisa menarik kesimpulan bahwa telah terjadi konflik pribadi antara dua orang tersebut. Tapi sedikitnya dia pun tahu siapa Qin Yujin yang dibicarakannya meski hanya sepintas.


"Tujuan orang yang kau maksud mungkin sama dengan Yang Mulia. Hei, kawan. Biar kuberitahu kau satu rahasia."


Komandan Fraksi Militer Pusat menyenderkan punggungnya di dinding, menghadap ke arahnya. "Negeri kami adalah yang paling tidak beruntung. Tidak ada pegunungan yang banyak, air lautan keruh, lahan tani yang selalu ditimpa kemarau. Kami serba tidak beruntung dalam berbagai aspek. Sering kali kelaparan dan wabah-wabah penyakit menyebar seperti api. Tapi satu keunggulan yang kami punya, otak kami lebih cerdas dibandingkan orang di luar sana."


"Satu-satunya cara agar kami bisa hidup dengan layak adalah mencari tempat baru. Yang Mulia berpikir untuk merampas wilayah kalian dan menjadikannya sebagai tempat tinggal baru yang diidamkannya."


Senyum tipis hilang dari wajahnya. Sebenarnya masa kecilnya pun begitu sulit. Berulang kali dijadikan bahan percobaan dan sekarat di jalanan dikerumuni lalat. Semua orang pasti pernah melewati masa-masa terburuknya.


"Aku hanya menjalankan misiku. Tapi sepertinya mereka tidak mempercayai kami dan mengutus orang untuk mendapatkan benda itu secara utuh."


"Utuh?" ulang Xin Chen.


"Lihat di sana." Dia menunjuk sebuah kotak dengan dagunya. Mirip seperti kotak yang ada di laboratorium B-1.


Mata itu melihat jauh ke luar jendela, wajahnya pias. Tak tahu lagi harus marah seperti apa agar orang-orang itu berhenti menyiksa sesama manusia sendiri.


"Jika mereka berhasil membuatnya dan mulai memproduksi secara besar-besaran. Kita harus bersiap dengan kehancuran paling mengerikan. Mayat akan berserakan di mana-mana dan Terinfeksi akan menguasai dunia ini. Tinggal menunggu waktu mereka membakar habis semua itu dan menciptakan tempat tinggal baru. Dengan matinya banyak orang, mereka bisa lebih berkuasa dan memulai semuanya dari awal lagi. Itu yang mereka inginkan."


"Aku harus mengejar kotak itu-"


Ledakan yang begitu dahsyat tiba-tiba menggelegar, mengejutkan semua orang yang langsung terlempar dan sebagian di lalap api. Xin Chen tersentak, mendapati api besar melintas. Komandan Fraksi Militer Pusat terbakar di bagian pundak kirinya.


Xin Chen memadamkan api tersebut, "Bersembunyi! Pelindung Malam akan menyerang!"


"Pelindung Malam?! Dari mana kau tahu?"


"Jangan banyak tanya! Mereka akan meledakkan bagian belakang dan samping juga! Jika kalian menemukan bom segera singkirkan dan bersiap dengan serangan berikutnya."


Komandan Fraksi Militer Pusat menyahut keras setelahnya, memberikan arah secepat mungkin.


"Kau pergilah dan temukan kotak itu! Kemungkinan besar sekarang dia akan ke Istana Kaisar, letaknya sebelah barat daya. Di sana tidak ada terinfeksi tapi berhati-hatilah dengan penjagaan yang begitu ketat! Kembali kemari, kami bisa mengatasi yang di sini!"


"Siap, komandan."


Xin Chen pergi, Komandan Fraksi Militer Pusat sempat heran ketika pemuda itu menyebutnya komandan tapi di sisi lain krisis tengah senang-senangnya datang ke tempat mereka. Tak ada pilihan lain, lelaki itu harus kembali menghadapi Pelindung Malam. Korban jiwa memang tak bisa dielakkan jika pertarungan sudah dimulai. Ingin mencari jalan damai pun, jalan itu ibarat sebuah mitos. Sulit dipercaya kedua kubu yang sudah saling membenci akan saling bekerja sama agar bisa bertahan hidup.


Xin Chen diantar salah seorang pria yang mengatakan bahwa dirinya diutus Komandan Fraksi Militer Pusat untuk mengantarkan Xin Chen keluar.


"Setelah keluar dari sini, kau tidak dibenarkan kembali kecuali untuk satu hal," pesannya. "Kotak itu."


Xin Chen menyaksikan laki-laki tersebut membuka rantai besar yang mengikat pintu setebal itu. Wajahnya tampak tegang, dan benar saja dari belakang seseorang menembaki kepalanya.


"Cepat pergi!!" teriaknya sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Xin Chen berlari secepat mungkin dari sana, mendapati di depannya ratusan bangunan tinggi menunggu. Perkara bahaya untuknya, dari atas sana telah banyak penembak yang sedang mengintai nyawa.


Benar kata Komandan Fraksi Militer Pusat, Sentral Pusat bukanlah satu tempat yang bisa didatangi oleh orang sembarangan. Hanya mereka yang dianggap berkepentingan diizinkan datang. Di atas Fraksi Militer Pusat masih ada organisasi yang lebih besar lagi dan mereka memiliki hak-hak istimewa sendiri.


Melihat di sekitarnya nyaris tak ada terinfeksi, Xin Chen mengubah tubuhnya ke wujud roh. Menghilang dalam teriknya siang. Orang-orang itu kaget, beberapa menit tak melihat siapa-siapa mereka keluar dari persembunyian dengan wajah yang seolah-olah mengatakan, "tadi aku melihatnya di sini!"


Xin Chen telah pergi dari sana, melewati jalur pinggir yang terjal. Sepanjang matanya melihat, tak ada satu pun terinfeksi di tanah seluas berhektar-hektar ini. Bersih. Dia bisa bernapas lega setelah sekian lama menahan diri tidak menggunakan kekuatan roh. Rasanya sulit dengan tubuh manusia tersebut. Dinginnya udara malam saja bisa membuatnya sakit.


Lama berjalan Xin Chen sampai tak menyadari di sekelilingnya dua terinfeksi sedang berjalan mendekati pagar kawat yang telah dialiri listrik.


Kekuatan roh kehilangan kendali kembali, Xin Chen terguncang. Dua roh keluar dan masuk ke tubuh yang kosong itu, mengisinya dengan kekuatan miliknya dan membuat dua terinfeksi wanita itu berubah agresif. Xin Chen mundur jauh, saat ini tak ada yang bisa melihatnya. Dia mencoba melihat apakah roh itu akan menyerangnya.


Tapi tidak. Ketika roh itu sudah masuk ke dalam tubuh terinfeksi, mereka berubah dan tak dapat lagi melihat sesama roh. Tapi Xin Chen sendiri hanya memiliki waktu beberapa menit untuk tidak terlihat, selebihnya jika mereka bisa melihatnya bisa habis perkara. Dia pun akan diserang juga.


Dua terinfeksi itu naik ke atas pagar, berlari ke kumpulan petugas di tengah lapangan yang kaget bukan main. Seketika kerumunan terpecah dan suara tembakan terdengar nyaring. Jeritan sekarat dan teriakan ketakutan mewarnai suasana siang itu. Xin Chen tak berniat menyelamatkan mereka, orang-orang itu bisa jadi musuhnya.


Xin Chen tersenyum.


"Ini akan menjadi hal yang menarik."