
Master Gu mengambil pergelangan tangan tetua Dai dan memegangnya selama beberapa menit. Dia kemudian mengeluarkan lusinan jarum perak dan mulai perlahan dan hati-hati meletakkannya di sekitar perut Tetua Dai. Wajah Dai Tua sedikit cerah, meskipun orang masih bisa melihat bahwa ekspresinya wajhanya masih telihat kesakitan.
Fei Hung menggelengkan kepalanya.
"Master Gu, kualinya ada di sini beserta tanaman obat." Beberapa pelayan membawa kuali sementara yang lain membawa beberapa kotak kayu berisi berbagai tanaman obat di dalamnya.
"Master Gu... Bagaimana keadaan ayahku?" tanya pria paruh baya itu ketika melihat darah yang keluar dari mulut ayahnya berkurang hingga hanya tersisa garis tipis darah yang mengalir di sudut bibirnya.
"Jangan khawatir, Wuyun, ayahmu akan baik-baik saja. Dia tampaknya memiliki luka di perutnya, yang membuatnya menderita sakit dan memuntahkan darah." Master Gu menjawab sambil berdiri dan mengarahkan perhatiannya ke tanaman obat di dalam kotak.
Setelah memilih beberapa tanaman, dia mulai memperbaikinya di kuali yang telah dibawa kepadanya.
Para asisten Master alkimia lainnya kagum ketika mengamati gerakan Master Gu dalam mengolah ramuan. Bahkan dua wanita yang masuk pada terakhir di dalam aula juga merasa kagum. Sangat jarang untuk melihat seorang Guru Alkemis Terhormat membuat ramuan obat di depan umum, karena para Guru Alkemis tidak mengizinkan orang luar untuk mengamati bagaimana mereka menyiapkan ramuan dan mengolahnya. Semuanya mereka lakukan di dalam asosiasi alkimia atau didalam ruangan tertutup.
Masrer Gu membutuhkan waktu hampir satu jam untuk membuat cairan obat. Dia tampak sangat berkonsentrasi ketika mengolah tanaman obat itu. Dia menempatkan satu tanaman pada satu waktu. Kemudian dia menuangkannya ke dalam botol porselen transparan berkualitas sangat tinggi. Master Gu terlihat sangat lelah ketika beberapa tetes keringat turun di dahinya.
"Eliksir Surgawi Kelas Menengah!"
Suara keheranan terdengar di antara orang-orang yang berkumpul.
"Apa!"
"Dia membuat ramuan surgawi kelas menengah dalam waktu kurang dari satu jam?"
"Sudah bisa diduga... Menjadi seorang Green Master Alkemis, pengalamannya melampaui Master Alkemis manapun."
"Master Gu memang sangat luar binasa."
Tatapan mata gadis cantik yang bersama wanita lain di delatnya sedikit tercerahkan oleh Master Gu, sepertinya dia telah menemukan harapan.
Master Gu lalu mendekati tubuh Dai tua, mengangkat bagian belakang kepalanya dan memberinya cairan obat untuk diminum dan masih belum melepas jarumnya.
"Itu sudah cukup. Ramuan yang aku buat akan membantunya menyembuhkan perutnya dan pulih sepenuhnya pada waktunya." Master Gu berbicara dengan sedikit nada arogansi. Tidak ada yang memperhatikannya, kecuali dua orang.
Beberapa menit kemudian, Dai tua masih memejamkan matanya.
"Hoeekk....!"
Ketika Master Gu hendak berbicara, Dai tua mulai memuntahkan darah. Kulit pucatnya semakin memburuk, dan jejak darah yang lebih besar mulai mengalir dari mulutnya.
"Apa yang terjadi-!?" Master Gu terkejut dan memeriksa tubuh Dai tua.
Dia mengeluarkan satu jarum perak lagi dan memasukkannya ke dekat jantungnya, berhasil menghentikan sedikit darah yang keluar dari mulutnya.
"Sepertinya luka Tetua Dai ini sangat serius..." sambil menggelengkan kepalanya, Master Gu melanjutkan perkataanya, "Paling-paling dia hanya akan bertahan selama beberapa hari lagi... tidak ada yang bisa aku dilakukan..."
Putra Dai Tua, Rong Wuyun, ingin mengatakan sesuatu tetapi pada akhirnya dia tidak dapat berbicara. Ketidakberdayaan di matanya bisa dilihat. Bahkan putrinya, sedikit merasa sedih.
Bahkan master alkemis lain yang ada di sana, memeriksa tubuh lelaki tua itu dan juga setuju dengan pendapat Master Gu.
"Kau salah. Dia tidak menderita luka di perutnya..."
Suara datar terdengar di ruangan itu. Semua orang menoleh untuk melihat asal suara ini.
Mereka segera menyadari bahwa suara itu datang dari seorang pemuda di belakang mereka.
Fei Hung telah melepaskan teknik penyembunyian dirinya sejak lama, karena mereka semua orang sedang fokus pada apa yang dilakukan Master Gu , jadi tidak ada yang memperhatikannya.
Master Gu mengerutkan kening dan berkata, "Anak muda, aku tidak tahu apa yang ingin kau katakan, tetapi aku telah memeriksa kondisinya dan dia tidak dapat bertahan lama, dan aku lebih tahu apa yang terjadi."
Semua orang yang hadir di dalam aula menyangkal pernyataan Fei Hung dengan menggelengkan kepala mereka sementara penghinaan melewati mata mereka.
Fei Hung mengabaikan komentar Master Gu, sementara dia perlahan mendekat dan meraih pergelangan tangan Dai tua. Dalam waktu kurang dari sepuluh detik, dia tahu persis dan telah mengkonfirmasi apa yang terjadi pada tubuhnya.
Master Gu merasa tersinggung oleh perilaku Fei Hung, ketika dia telah mengabaikannya. Selama ini, dia selalu sangat dihormati ke mana pun dia pergi, bahkan Penguasa Kota masih harus sedikit sopan padanya.
Tepat ketika Master Gu ingin berbicara, dia disela oleh Fei Hung, "Perutnya masih baik-baik saja, ginjal dan hatinya yang menjadi masalah...."
"Bodoh! Kau pikir dirimu adalah Master Alkemis?! Kau hanya anak kecil yang bahkan belum menumbuhkan rambutmu dan kau pikir dirimu tahu segalanya?!" Ucap Master Gu dengan wajah muram memarahi Fei Hung ketika dia menyadari sesuatu, "Apakah kau berpikir bahwa jika kau mencoba pamer di sini, kau akan dapat menarik perhatian semua wanita muda yang ada di dalam ruangan ini? Jika itu yang kau pikirkan, sebaiknya kau lekas pergi dari sini!"
Ketika dia mengatakan kalimat terakhir, semua orang di tempat itu berpikir kalau perkataan Master Gu benar, jadi mereka tidak menyukai Fei Hung yang hanya ingin pamer untuk mendapatkan perhatian para wanita.
Bahkan dua wanita yang tidak jauh di sana tidak bisa tidak merasa sedikit jijik pada Fei Hung.
Fei Hung memandang dengan tatapan lemah ke arah Master Gu. Dia terlalu tidak suka untuk berurusan dengan orang-orang yang sombong seperti dia. Meskipun dia mungkin bisa pergi tanpa ikut campur, tetapi Fei Hung masih ingin membantu orang tua itu
Bagaimanapun, itu adalah kehidupan manusia yang sedang dipertaruhkan. Terlebih lagi, jika ada orang yang dicintainya berada dalam situasi seperti itu, dia ingin ada orang yang membantu mereka.
Fei Hung memandang Rong Wuyun dan berkata dengan nada acuh tak acuh, "Apakah kau ingin menyelamatkan ayahmu? Kalau begitu biarkan aku menyembuhkannya ... Jika aku tidak bisa, aku akan menerima konsekuensi apa pun. Jika kau tidak setuju, maka aku akan pergi."
Rong Wuyun telah bergerak lebih dekat ke tubuh ayahnya, takut pemuda di depannya akan melakukan sesuatu yang bodoh dengan mencoba pamer. Ketika dia mendengar apa yang dikatakan Fei Hung pada awalnya dia ragu-ragu, tetapi mengetahui bahwa tidak ada lagi jalan, dia tidak bisa tidak berpegang pada harapan terakhir.
Rong Wuyun mengangguk setuju.
Fei Hung lalu mengambil satu set jarum perak yang ada di dekatnya.
Di hadapan semua orang, dia tiba-tiba mencabut semua jarum yang Master Gu tempatkan di bagian perut Dai tua.
Darah mulai mengalir terus menerus lebih banyak dari mulut lelaki tua itu.
"Ayah!"
"Kau anak nakal! Apa yang kau lakukan ?!" Master Gu berteriak dengan suara keras saat dia melihat Fei Hung mengeluarkan semua jarum perak yang dia masukkan di tubuhb Dai Tua.
"Diam! Suaramu menggangguku..." kata Fei Hung acuh tak acuh.
Fei Hung tidak keberatan berbicara kasar kepada seorang Grand Master Alkemis sombong dan arogan seperti dia.