Pendekar Dewa Pedang

Pendekar Dewa Pedang
Ch. 276 - Kemenangan Xin Tian


Ling Yan mengangkat tangannya, menarik tatapan salah satu gadis itu.


Sekelompok wanita cantik itu datang ke tempat dia dan Fei Hung berada.


Xin Tian menoleh untuk melihat orang yang memanggil namanya dan membuka matanya dengan sedikit terkejut melihat Yu Shi yang sedang memperhatikannya dengan tatapan khawatir.


Dia mengangguk dengan tenang ke arah Yu Shi sebelum mengalihkan perhatiannya kembali ke lawannya.


Yu Shi entah bagaimana menghela nafas lega dan mengikuti Yue Wen, yang sudah berada didekat Ling Yan.


"Wen'er, apa yang kau lakukan di sini?" Ling Yan bertanya dengan khawatir ketika dia melihat wanita yang dicintainya datang ke tempat itu.


"Kami mendengar bahwa kalian sedang ditantang, bagaimana mungkin kami tidak datang ke sini? Apakah kau tidak ingin kami berada di sini?" Yue Wen berkata dengan wajah cemberut penuh kebencian.


"Tidak, bukan itu." Ling Yan mencoba menjawab dengan cepat, takut Yue Wen akan marah padanya.


Yue Wen hanya menahan wajah cemberutnya selama beberapa detik sebelum tersenyum dan memegang tangan Ling Yan dengan erat.


"Huft!" Ling Yan menghela nafas lega ketika dia melihat bahwa kekasihnya tidak marah padanya.


"Saudari Wen selalu menikmati kebersamaan dengan kakak Yan sendirian."


Sebuah suara kecil mengeluh ketika kedua kekasih itu saling berpegangan tangan.


"Ling'er! Xia!" Yue Wen berbisik tersipu malu. Ling Yan juga tersenyum dengan sedikit gugup.


Dua wanita itu saling berbisik, dengan tatapan kesal yang jelas, khususnya saat melihat Ling Yan. Mereka adalah Yu Ling dan Deng Xia.


Fei Hung sedikit mengangkat sudut bibirnya ketika dia melihat ini. Tampaknya Ling Yan ini akan memiliki wanita lain juga seperti dirinya.


Tiga wanita lainnya juga tiba sekaligus, dengan pandangan mereka pada Xin Tian yang enggan berhenti melihatnya.


"Kakak Shi, Saudara Tian akan baik-baik saja, jangan khawatir." Ling Yan menatap Yu Shi yang sedang khawatir.


'Mmm!" Yu Shi mengangguk pada Ling Yan dengan senyum khawatir.


Wanita lain di belakangnya juga menatap Xin Tian dengan tatapan perhatian juga.


"Xin Tian, kenapa kita tidak bertaruh?" Tuan muda dari Klan Wong bertanya dengan senyum mengejek ketika dia mengamati bahwa wanita yang dia sukai telah ada di luar arena.


Xin Tian mengerutkan kening dan bertanya, "Sekarang kebodohan apa yang akan kau pertaruhkan?"


Wong Gian memutar mulutnya, tetapi segera berkata, "Siapa pun yang kalah harus menjauh dari Nona Shi, bagaimana menurutmu?" Sambil tersenyum licik.


"Itu tidak mungkin." Xin Tian menggelengkan kepalanya dan kemudian berkata dengan nada sinis, "Shi'er sudah menjadi kekasihku, jadi aku tidak bisa menjauh darinya, selain itu, aku datang ke sini hari ini untuk memukulimu agar kau tidak terus melecehkannya."


Wong Gian marah dan berlari ke arah Xin Tian, ingin menebasnya dengan pedangnya.


SWOSHHH!°


Ledakan kekuatan energi tenaga dalam Wong Gian mengejutkan orang lain di tempat itu.


"Seniman beladiri peringkat raja!"


"Saudara Wong telah meningkatkan kekuatannya ke tingkat Raja!"


"Bukankah tuan muda Xin adalah seniman beladiri di peringkat Surga Besar?"


"Benar, tapi ada desas-desus bahwa dia telah kehilangan kekuatannya sebelumnya dan sekarang sangat lemah."


TRANGGG!


Ledakan bentrokan pedang terdengar jelas di udara.


Mata mereka yang hadir untuk menonton terbuka dengan kaget ketika mereka melihat apa yang telah terjadi.


Xin Tian sepenuhnya memblokir serangan Wong Gian, mengeluarkan kekuatannya dari ranah alam kultivasi Pemgumpulan Qi tahap keempat.


"Kekuatannya hampir sama dengan Wong Gian!"


Seketika, semua orang berpikir bahwa Xin Tian telah memiliki kekuatannya kembali dan menaikkannya ke peringkat Raja.


Para wanita yang khawatir tentang Xin Tian juga menatapnya dengan takjub.


Segera, Xin Tian mendorong pedangnya dengan keras, hingga mendorong Wong Gian mundur. Dia maju dengan cepat dan menebas ke arah Wong Gian.


TRANG!


TRANG!


TRANG!


Bentrokan pedang terdengar setiap kali Xin Tian dan Wong Gian beradu pedang.


"Orang itu jelas hampir melampaui kekuatan saudara Tian." Ling Yan berbicara saat dia memverifikasi dengan indera rohnya merasakan tingkat kekuatan di Wong Gian.


"Seni bela diri yang kalian latih jauh lebih rendah daripada kultivasi. Setiap peringkat dari seniman beladiri jauh lebih rendah daripada setiap tahap seorang pembudidaya." Fei Hung menjelaskan perbedaan antara seni bela diri kuno dan kultivasi.


Fei Hung melihat sekeliling tempat itu, memperhatikan bahwa semua orang menonton pertarungan antara Xin Tian dan Wong Gian.


Dalam waktu kurang dari lima menit, lawan Xin Tian sudah tampak kelelahan, dengan napas yang terengah-engah sambil memegang pedangnya dengan lemah.


Tidak seperti Xin Tian, yang terlihat tanpa rasa lelah di tubuhnya.


Kemenangan sudah dipastikan milik Xin Tian.


TRANGGG!


Pedang itu terbang ke satu sisi dan Wong Gian tidak tahan lagi, jatuh berlutut dan terengah-engah.


"Apakah kau puas sekarang?" Xin Tian berbicara sambil menatap Wong Gian dengan arogan. "Jangan mendekati Shi'er ku lagi, jika aku tahu bahwa kau masih mengganggunya, kau akan menemui hal buruk ditanganku.!"


Wong Gian tidak menjawab, masih terengah-engah. Wajahnya memiliki beberapa memar yang jelas ketika Xin Tian memukulinya dengan keras dalam pertarungan,.


"Wah!"


"Tuan Muda Xin menang!"


"Kekuatannya telah kembali?!"


Teriakan mengejutkan dan beberapa teriakan wanita terdengar di antara penonton saat mereka melihat Xin Tian dengan tenang turun dari arena.


Xin Tian mendekati kelompok Ling Yan dan berkata dengan senyum lebar, "Haha, rasanya benar-benar baik untuk mengeluarkan kemarahanku pada pria itu sepenuhnya." Sambil tersenyum tenang pada Yu Shi, yang sedang mencari luka di tubuhnya.


"Pria bodoh." Yu Shi memiliki sedikit air mata di tepi matanya yang akan keluar. Dia melemparkan dirinya ke dada Xin Tian dan memukulnya beberapa kali dengan pukulan kecil dan manja, "Mengapa kauu tidak memberitahuku bahwa kau telah mendapatkan kembali kekuatanmu?" Dia terus melampiaskan amarahnya pada Xin Tian.


Fei Hung menggelengkan kepalanya dengan senyum kecil dan Ling Yan juga terkekeh saat melihat Xin Tian ditegur oleh wanitanya sendiri.


Xin Tian tersenyum tak berdaya dan segera memeluk Yu Shi untuk menghiburnya, "Itu adalah kejutan yang ingin aku berikan padamu ..." Dengan suara lembut.


Yu Shi menjadi tenang dan bersandar sepenuhnya pada Xin Tian.


Kedua wanita yang mengikuti Yu Shu, Zha Niu dan Leng Zilan, dengan malu-malu mendekati Xin Tian juga dan dengan gugup meraih sebagian pakaiannya. Wajah mereka juga menunjukkan kekhawatiran.


Para pria di sekitar memandang iri pada kelompok yang dikelilingi oleh wanita cantik itu, terutama pada Xin Tian yang dipeluk oleh tiga wanita cantik.


"Ling Yan, sepertinya pria di arena itu juga menunggumu, haha."


Fei Hung berbicara beberapa detik kemudian, membawa kelompok wanita itu kembali sadar dari pikiran mereka.


Para wanita itu terkejut dan kemudian berbalik untuk melihat Fei Hung dengan tatapan bingung, tidak tahu siapa dia.


"Benar!" Ling Yan tiba-tiba menjernihkan pikirannya dan langsung berdiri.