
"Mengapa kalian semua melihatku seperti binatang iblis? Aku tidak akan melakukan apa pun pada kalian..." Ucap Fei Hung sambil menggelengkan kepalanya dengan senyum kecil yang samar.
Ketika dia melihat wajah semua orang, dia menyadari bahwa beberapa tatapan menakutkan atau khawatir diberikan padanya, juga beberapa tatapan penuh pemujaan juga di arahkan padanya.
"Ini, berikan kepada mereka berdua." Fei Hung mengeluarkan beberapa botol obat dan memberikannya kepada Xin Wei dan Xin Niu, untuk diberikan kepada Ling Yan dan Xin Tian.
"Juga untuknya." Fei Hung juga memberikan botol obat kepada Zhang Yang, yang saat ini sedang menggendong Wang Ying.
"Terima kasih Guru ..." Wang Ying berbisik dengan kemerahan di pipinya.
"Guru!"
Semua orang bisa dengan jelas mendengar bisikan Sang Yung, jadi mereka tidak bisa mengikuti apa yang sedang terjadi.
"Apakah kau merasakan ketidaknyamanan?" Fei Hung mengambil pergelangan tangan Lin Meng dan memeriksa meridiannya, mencari sesuatu yang tidak biasa.
Lin Meng adalah wanita pertamanya, jadi Fei Hung baru tau melakukan hubungan Suami dan Istri dengan Lin Meng, oleh karena itu dia akan selalu mengkhawatirkan Lin Meng.
"Mm." Lin Meng membantah dengan kepalanya sementara dia membiarkan Fei Hung memeriksa tubuhnya. Dia tersenyum manis saat melihat tatapan khawatir dan penuh kasih sayang dari pria yang sudah dia anggap suaminya.
Fei Hung tersenyum penuh cinta dan menyatukan dahinya dengan dahi Lin Meng, seperti sepasang kekasih sejati yang sangat mencintai satu sama lain.
Fei Hung bisa merasakan tatapan menusuk punggungnya seperti duri.
Dengan enggan melepaskan Lin Meng, dia menoleh melihat ke arah Ling Xi dan melakukan hal yang persis sama di lakukan kepada Lin Meng
"Adik Xi.." Fei Hung menatapnya Ling Xi. Ini adalah wanitanya juga, jadi dia akan mencoba untuk tidak memihak pada satu orang saja.
Ling Xi tersenyum dengan sukacita saat dia melihat Fei Hung baik-baik saja. Dia lupa bahwa semua orang sedang menonton dan, semampunya dan tanpa ragu-ragu, dia memeluk Fei Hung dengan satu tangan sambil memegang Huan Yin dengan tangan lainnya.
Fei Hung membelai pipi Ling Xi. Kemudian dia fokus pada Huan Yin dan mengulurkan tangannya, menyentuh titik akupunktur di wajah Huan Yin lagi.
"Eh... Guru?" Huan Yin mengoceh sambil membuka mata kecilnya dengan berat dan samar-samar melihat wajah Fei Hung.
"Jangan bilang kau masih mengantuk nak, hehe." Fei Hung terkekeh saat dia melihat Huan Yin yang seperti masih mengantuk.
"Guru..!" Huan Yin tersenyum kegirangan saat melihat Fei Hung dan dengan cepat memeluknya.
"Tenanglah..! Aku tidak akan kemana-mana." Fei Hung tersenyum sambil menggendong huan Yin di tangannya.
"Hehehe." Huan Yin tertawa kegirangan saat dia digendong oleh Fei Hung.
"Yiner, dia sekarang adalah Gurumu juga." Fei Hung berbalik untuk melihat Lin Meng di sisinya.
Lin Meng adalah wanitanya, jadi wajar saja jika Huan Yin akan memanggil Lin Meng sebagai Gurunya juga.
Melihat hal ini, Lin Meng tersenyum manis pada Huan Yin.
Huan Yin tidak sepenuhnya mengerti mengapa dia memiliki Guru lain sekarang.
"Karena dia adalah wanitaku dan akan menjadi istriku, jadi dia juga akan menjadi Gurumu, seseorang yang juga akan menjagamu sepertiku." Fei Hung dengan lembut meraih tangan Lin Meng. Dia tersenyum pada Huan Yin dan kemudian menoleh ke pada Ling Xi juga, "Kakak perempuan Ling Xi juga akan menjadi istriku, jadi dia juga akan menjadi Gurumu.."
Huan Yin menoleh untuk melihat Ling Xi dalam kebingungan saat dia mencerna kata-kata Fei Hung.
Dalam sekejap, wajah kecil Huan Yin menjadi sedih dan air mata mulai terbentuk di tepi mata mungilnya.
"Jadi Guru tidak akan lagi mencintai aku lagi?" Huan Yin bertanya dengan sedih sambil memegang erat-erat lengan dan pakaian Fei Hung, takut Fei Hung akan meninggalkannya.
Fei Hung adalah orang yang paling dicintai Huan Yin, jadi dia sedih mengetahui bahwa Gurunya mungkin berhenti mencintainya dan tidak lagi menghabiskan waktu bersamanya.
Fei Hung hanya tersenyum saat dia menyeka jejak air di pipi Huan Yin dan berkata dengan lembut, "Mengapa kau berpikir begitu? Kau adalah gadis kecilku serta anakku, dan aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu, ingat bahwa aku adalah keluargamu sekarang dan Aku akan selalu bersamamu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, oke?"
"Mmm ..." Huan Yin mengangguk saat dia membenamkan kepalanya di leher Fei Hung dan memeluknya dengan seluruh kekuatannya.
Fei Hung juga memeluk Huan Yin sambil membelai kepalanya dan menghiburnya dengan lembut.
Setelah beberapa saat, Huan Yin berbalik di antara lengan Fei Hung dan melihat kembali Lin Meng.
"H-hai. Guru. Aku Huan Yin, tapi kau bisa memanggilku Yiner..!" Huan Yin dengan gugup memberi tahu Lin Meng namanya, karena ini adalah pertama kalinya mereka bertemu.
"Nama yang lucu, namaku Lin Meng. Kau bisa memanggilku kakak perempuan juga, seperti yang kau lakukan dengan saudari Ling Xi." Lin Meng menjawab sambil tersenyum lembut pada Huan Yin, tidak peduli jika Huan Yin memanggilnya sebagai Guru. Dia akan menyayangi orang-orang yang dekat dengannya, jadi tidak diragukan lagi Huan Yin adalah salah satu dari orang-orang itu.
"Em!" Huan Yin mengangguk sambil tersenyum ketika dia melihat Lin Meng tersenyum padanya juga, "Guru, dia juga sangat cantik, seperti kakak perempuan Ling Xi dan kakak perempuan Wang Ying!"
Kepribadian Huan Yin yang ceria dan riang kembali lagi dan berbicara ketika dia melihat kecantikan Lin Meng.
"Tapi kau lebih cantik dariku gadis kecil " Ucap Lin Meng membelai kepala Huan Yin, membuatnya tersenyum.
"Um! Yinerku juga sangat cantik! Dia adalah gadis tercantik dari antara mereka semua!" Fei Hung memeluknya dengan penuh kasih, bermain dengannya di lengannya dan menggelitiknya, dan kemudian memposisikannya dan menggendongnya di pundaknya.
"Ha ha ha...!" Huan Yin tersenyum kegirangan saat dia duduk di bahu Fei Hung. Dia suka digendong oleh Fei Hung dengan cara ini.
Keheranan masih menguasai tempat itu, semua orang masih diam dan memandang Fei Hung, Lin Meng, Ling Xi, dan Huan Yin dengan takjub.
"Tuan Muda Fei Hung, apakah kau benar-benar baik-baik saja?" Xin Zhi bertanya, berusaha keluar dari keterkejutannya, "Apakah kau tidak terluka parah?"
Semua orang dapat dengan jelas melihat bahwa Fei Hung benar-benar baik-baik saja, seolah-olah dia bukan orang yang bertarung dalam pertempuran yang begitu menakutkan tadi. Bahkan pakaiannya Fei Hung juga telah berganti.
Dug. Dug. Dug....!!
Xin Wanying merasakan jantungnya berdetak cepat ketika Fei Hung menatapnya dengan tatapan langsung dan senyum nakal.