Pendekar Dewa Pedang

Pendekar Dewa Pedang
Ch. 57 - Kembali Memasuki Pusat Kota Tianyun


Fei Hung mengangguk dan menjawab, "Kau seharusnya tidur, kau tidak perlu menungguku."


Ekspresi kecewa sekilas melintas di mata Ling Xi yang indah saat dia menggerakkan bibirnya. Dia ingin mengatakan sesuatu, tetapi pada akhirnya, dia ragu-ragu dan memilih untuk tidak mengatakan.


Fei Hung kurang lebih bisa memahami apa yang dia rasakan lalu melambaikan tangannya dan menepuk kepalanya dengan lembut, "Adik Xi, terima kasih telah menungguku, tetapi tidak perlu bergadang untuk menungguku, ini sudah sangat larut malam. Sekarang, tidurlah. Aku akan pergi istirahat juga. "


Wajah Ling Xi sedikit memerah saat dia merasakan tangan Fei Hung di kepalanya dan menepuknya.


Tepat ketika Fei Hung pergi ke kamarnya, suara Ling Xi terdengar di belakangnya, "Kakak, pakaianmu ..."


Fei Hung menunjukkan senyum yang agak kaku ketika dia berkata, "Aku membeli beberapa pakaian dan mandi di luar, hehe."


Ling Xi sedikit mengangguk ketika rona merah muncul di wajahnya lagi.


Dia tidak tahu apa yang ada dalam pikirannya.


Fei Hung lalu masuk ke kamarnya.


'Apakah dia benar-benar jatuh cinta padaku? Itu tidak mungkin benar, kan?' Fei Hung menggelengkan kepalanya.


Mengesampingkan pikiran itu, dia duduk dan mencoba berkultivasi.


Beberapa jam kemudian, Fei Hung menghela nafas ketika dia tidak melihat kemajuannya.


"Sepertinya aku tidak bisa mengembalikan semua kekuatanku kecuali aku melepaskan lapisan segel surgawi lainnya.. Atau mungkin mendapatkan energi yang kuat dan memaksa kultivasiku untuk terus maju ke tahap berikutnya ..."


Fei Hung merasa sedikit frustrasi pada saat ini. Meskipun kultivasinya telah kembali, dia masih membutuhkan banyak hal untuk bisa kembali ke puncaknya.


Jika dia tidak dapat menemukan formasi teleportasi, dia harus menemukan cara untuk mengangkat segel surgawi untuk mendapatkan kultivasinya kembali, atau setidaknya memiliki kekuatan yang cukup untuk dapat merobek hukum ruang dan melakukan perjalanan dalam kehampaan, sehingga dia bisa naik ke alam lain.  Kemudian, dia akan menggunakan salah satu zona teleportasi alami yang ada di alam itu dan melakukan perjalanan antar dunia sampai dia kembali ke Dunia Dewa.


"Tapi sementara itu, aku bisa sedikit menikmati kehidupan di dunia Alam bawah ini. Mungkin menarik bagiku untuk sementara tinggal di sini... Hidup sebagai manusia biasa..." Ucap Fei Hung seperti tertarik pada dunia ini. 


Dia belum pernah pergi ke dunia mana pun di mana tampaknya hanya ada satu kota di dalamnya, dan hanya berjuang terus-menerus melawan binatang iblis. Dunia tempat dia bepergian selama ini untuk mencari kristal abadi untuk berkultivasi lebih cepat selalu ditinggalkan oleh hukum ruang waktu dan waktunya berubah-ubah. Dia tidak pernah menemukan kehidupan manusia di tempat-tempat itu. Kadang-kadang dia bertemu dengan makhluk iblis.


Selain itu, Fei Hung merasa bahwa dia tidak boleh meninggalkan dunia ini untuk saat ini. Dia tidak tahu mengapa dia merasakan hal itu.


Fei Hung menghapus rasa frustrasinya dengan tekad dan harapan. Dia tahu bahwa suatu hari nanti dia bisa kembali ke puncaknya, meski butuh sedikit waktu.


Dua jam kemudian, Fei Hung memutuskan untuk tidur.


...


Pagi hari.


Fei Hung bangun seperti biasa dan pergi mandi.


"Mmm? Dia masih belum bangun?" 


Fei Hung tidak melihat Ling Xi di ruang dapur.


Sambil menggelengkan kepalanya dengan senyum tak berdaya, dia berkata, "Mungkin dia tidur larut kemarin malam, jadi dia masih tidur. Jangan ganggu dia, biarkan dia tidur nyenyak." Ucap Fei Hung kepada Ling Yan.


Meskipun Ling Yan mengangguk sebagai persetujuan, dia masih agak aneh bahwa adik perempuannya masih belum bangun. 


'Apakah dia tertidur larut malam karena dia masih belajar tentang alkimia?' Tanya Ling Yan pada dirinya sendiri.


Ling Yan lalu memutuskan untuk memulai pelatihannya di pagi hari. Meskipun dia sudah menjadi ahli ranah tingkat Surga Besar, dia masih ingin meningkatkan kekuatan seni bela dirinya untuk selalu siap menghadapi masalah apa pun yang muncul dalam hidup mereka.


Fei Hung sedang menonton pelatihannya dari kejauhan dan begumam, 'Haruskah aku mengajarinya kultivasi yang sebenarnya?'


Meski baru beberapa hari berlalu sejak mereka kenal, Fei Hung sudah menganggap Ling Yan sebagai orang yang baik hati, bahkan menganggapnya sebagai teman baik. Fei Hung telah melihat ketulusan dan persahabatan yamg mulai terjalin di antara mereka berdua.


Fei Hung tahu bahwa ini bukan Dunia Alam Dewa, di mana kemunafikan dan kejahatan selalu ada. Kebencian yang ada di tempat ini akan menjadi permainan anak-anak baginya. Tapi kejahatan masih bisa tumbuh di dalam diri manusia yang ada di dunia ini.


"Aku akan pergi ke kota, aku akan kembali lagi nanti." Fei Hung berkata kepada Ling Yan sambil mengangkat tangannya untuk mengucapkan selamat tinggal dan menuju pintu keluar rumah.


"Baiklah." Ling Yan mengangguk dan melanjutkan pemanasannya.


...


Fei Hung tiba dengan cepat terbang ke Kota Tianyun. 


Setelah memasuki pusat kota, dia berputar-putar melewati beberapa toko dan akhirnya menemukan dirinya berdiri di depan sebuah bangunan besar.


'Asosiasi Alkimia'


Kata-kata ini ditulis di depan bangunan utama.


Fei Hung ingin mengetahui tingkat pengetahuan alkimia di dunia ini dan seberapa banyak yang mereka ketahui, jadi dia memasuki gedung besar itu.


"Selamat datang Tuan, apakah kau ingin membeli exilir atau hanya ingin memesannya?" Seorang wanita berusia dua puluhan mendekati Fei Hung dan bertanya dengan sopan sambil tersenyum.


Tepat ketika Fei Hung hendak menjawab, dia mendengar suara dari kejauhan.


"Kami membutuhkan Tuan Gu untuk datang membantu!" Sebuah teriakan terdengar di pintu masuk gedung.


Seorang pria menggendong seorang pria paruh baya di pundaknya. Di sebelahnya ada seorang wanita muda dengan gaun yang menonjolkan sosoknya.


Fei Hung mengangkat alisnya sedikit saat melihat wanita cantik lainnya.


Sosok wanita muda itu tampak sangat sensual dan agak menggairahkan. Matanya seolah memancarkan pesona misterius yang menarik perhatian para pria. Dia menunjukkan sedikit pay*dar4nya yang besar selama semua orang bisa melihat belahan dadanya yang indah. Dia mengenakan gaun ketat yang indah yang membuat p4yud4ra dan sosoknya semakin menonjol. Tidak diragukan lagi bahwa dia sudah tahu bagaimana menunjukkan pesona femininnya untuk menarik pria meskipun baru berusia 20-an.


Sama seperti Fei Hung melihat wanita ini, dia juga bertemu dengan tatapan Fei Hung. Wanita ini juga sedikit terkejut melihat bahwa Fei Hung juga sangat tampan. Segera, dia mengedipkan mata padanya dan menunjukkan padanya senyum indah dengan sentuhan rayuan.


Fei Hung mengangguk dan memberinya senyuman. Meskipun dia adalah seorang wanita muda yang cantik, dia tidak cukup setara dengan Lin Meng, Ling Xi, Wang Ying bahkan Zhang Yang. Selain itu, Fei Hung merasakan aura tidak nyaman pada diri gadi muda ini.