
Zhang Wei mengambil tombak itu di tangannya, sambil merasakan kekuatan tombak itu. Dia tahu bahwa tombak ini terbuat dari bahan yang sangat bagus. Juga, dia bisa merasakan aura kuat yang sedikit memancar dari senjata ini.
Itu tidak terlihat seperti tombak biasa yang dia lihat.
"Bawa kesini baja hitam yang kita miliki di ruang penempaan senjata!" Zhang Wei mengeluarkan perintah kepada para pelayan yang ada dluar aula utama.
Setelah 5 menit kemudian, para pelayan itu masuk membawa pelat baja berwarna hitam lalu meninggalkan baja di bawah lantai dan pergi.
Zhang Wei berdiri di depan baja itu, sambil memposisikan ujung tombak di atasnya, sekitar satu meter jauhnya.
Di hadapan semua orang, dia menjatuhkan ujung tombak ke atas pelat baja.
Swoosh...
Semua orang menghirup udara dingin saat mereka menyaksikan tombak itu dengan mudah menembus pelat baja tanpa usaha apa pun.
Pelat baja itu adalah logam terkuat di dunia mereka saat ini.
Zhang Wei mengambil tombak itu lagi dan dengan lembut, tanpa memberikan tekanan apa pun, menyapu tepi pelat baja ke satu sisi ujungnya, memotong dengan indah semua yang ada di jalurnya.
Swoosh..
"Apa?!:
"Tombak macam apa ini?! Bahkan senjata terkuat dan teratas di Kota Tianyun tidak dapat dengan mudah merusaknya!"
"Tapi tombak ini... dengan mudah memotong pelat baja terkeras itu menjadi dua!"
Bahkan Zhang Yang terkejut melihat tombak itu begitu istimewa dan sangat tajam. Meskipun dia merasa bahwa tombak yang ditinggalkan Fei Hung luar biasa, dia tidak menyangka tombak itu akan sekuat itu sehingga dapat dengan mudah memotong benda apa pun, termasuk logam terkeras yang mereka tahu.
Dia mengambil kembali tombak yang luar biasa itu dari tangan ayahnya, tidak ingin ayahnya mengambilnya darinya.
Zhang Wei tersenyum tak berdaya saat melihat perilaku putrinya. Tapi keterkejutannya masih belum bisa hilang.
Zhang Wei lalu berbicara untuk memecahkan suasana yang masih sunyi saat ini. "Para tetua semuanya, aku meminta kalian untuk menghibur dan berbicara kepada para pemuda klan kita dengan apa situasi yang terjadi hari ini. Aku yakin banyak dari mereka pasti trauma dan takut dengan kejadian ini, jadi aku ingin kalian berbicara dengan mereka."
Para tetua mengangguk sebagai jawaban. Hari ini benar-benar hari yang sangat mengejutkan mereka..
Zhang Wei lalu berbalik untuk melihat putrinya dan sebelum dia bisa mengatakan apa-apa, dia kembali terganggu oleh suara Zhang Yang.
"Ayah, aku tahu siapa yang ingin aku nikahi!" Mata Zhang Yang bersinar seperti bintang yang bercahaya di tengah malam.
Zhang wei tertegun selama beberapa detik sebelum membentuk senyum lebar dan berkata, "Benarkah? Jadi... siapa itu? Apakah itu Zhang Bing? Baikl..."
"Tidak satu pun dari mereka, ayah!"
Perkataanya langsung di potong oleh putrinya.
Zhang Wei tidak perlu menunggu untuk mendengar apa yang ingin dikatakan putrinya.
"Yang aku inginkan menjadi suamiku adalah pemuda yang menyelamatkanku!" Zhang Yang berbicara dengan keras, ingin semua orang mendengar keputusannya dengan tegas.
Tatapan semua tetua dan Patriak Wei menjadi kosong selama beberapa detik setelah mendengar apa yang dikatakan Zhang Yang.
"Pemuda yang kuat itu?"
"Dia bilang ingin pemuda itu menjadi calon suaminya?!"
"Nona Muda ternyata telah jatuh cinta pada pria itu pada pandangan pertama?"
Ribuan pertanyaan melintas di kepala semua orang sebelum mereka menunjukkan senyum tak berdaya. Tampaknya, bagaimanapun, Zhang Yang benar-benar masih seorang wanita muda.
Zhang Wei berbicara dengan penuh kasih kepada putrinya, mencoba menjelaskan situasinya.
"Hmph! Aku sudah memutuskan ayah! Dia akan menjadi satu-satunya calon suamiku! Aku tidak akan menikah dengan pria lain!" Zhang Yang berbicara dengan tekad sambil menatap langsung ke mata ayahnya.
Zhang Wei ingin terus berbicara, tetapi putrinya lalu kembali berkata padanya, "Aku akan menemukannya cepat atau lambat, jadi ayah tidak perlu khawatir. Dia tidak akan bisa bersembunyi dariku!"
Zhang Wei mengamati kekeraskepalaan putrinya dan tahu bahwa, begitu dia mengambil keputusan, dia tidak bisa lagi mengubah keputusannya.
"Hemmmph..!" Zhang Wei menghela nafas melihat putrinya dan berpikir sendiri.
"Tetapi... Memiliki pemuda yang kuat itu sebagai menantu... tidak buruk... kan? Bahkan Klan Zhang kami bisa menjadi keluarga terkuat di benua ini!"
Zhang Wei memikirkan apa yang seandainya itu bisa terjadi di masa depan, jika pemuda itu memasuki keluarganya, keluarga Zhang akan memiliki dukungan yang kuat.
Patriak Wei berpikir jauh sebelum dia berdiri dan memberi tahu putrinya, "Tidak apa-apa kalau kau sudah memutuskan hal itu Yang'er. Tapi pertama-tama, kau harus menstabilkan kekuatanmu, sampai kau dapat mengontrol kekuatan di dalam tubuhmu dan memahami besarnya kekuatan yang kau miliki sekarang. Kamu harus berlatih selama beberapa hari kedepan."
Zhang Yang mengangguk dengan senyum cerah saat dia berlari keluar dari aula utama.
Zhang Wei tersenyum melihat perilaku putrinya.
Setelah memberikan arahan kepada para tetua, dia langsung pergi untuk menemui Tuan Kota secara pribadi.
...
Di suatu tempat didalam Kota Tianyun.
Begitu Ling Yan, Xin Tian, dan Fei Hung tiba di kota, Fei Hung mengatakan dia ingin berkeliling di sekitar kota.
Keduanya mengangguk pada permintaannya dan pergi.
Xin Tian membawa botol giok yang berisi ramuan obat di tangannya seolah-olah itu adalah hal terpenting dalam hidupnya dan Ling Yan juga bersamanya, untuk menjemput adik perempuannya kembali kerumah.
Fei Hung berpisah dari mereka dan berencana untuk mengenal seluruh kota, kemudian dia akan kembali ke rumah Ling Yan.
....
Dikediaman Tuan Kota.
"Saudara Wang"
"Saudara Wei?"
Zhang Wei memasuki ruangan tempat tuan kota berada.
Wang Shu, terkejut melihat temannya datang berkunjung tanpa diberitahu terlebih dahulu. Dia dan Zhang Wei dangat akrab.
Tuan Kota, Wang Shu, juga memiliki hubungan yang sangat baik dengan Patriak Klan Lin dan Klan Xin.
Zhang Wei menyambutnya saat dia duduk di kursi di depan meja tempat Wang Shu bekerja.
"Saudara Wang, ada sesuatu yang perlu aku bicarakan secara pribadi denganmu, jadi aku datang menemuimu dengan cepat tanpa pemberitahuan terlebih dahulu."
Wang Shu sedikit terkejut melihat keseriusan di wajah Zhang Wei, jadi dia mengangguk dengan serius, menunggu apa yang ingin dia katakan.
"Pemuda yang kita cari ada di Kota Tianyun kita..!"
"Apa?!" Wang Shu bangkit berdiri karena terkejut mendengar berita dari Zhang Wei.
Wang Shu telah mencari berita tentang Fei Hung, tetapi, dia tidak pernah mendapatkan petunjuk tentang keberadaannya.
Karena merasa gembira, dia bertanya kepada Zhang Wei bagaimana dia tahu Fei Hung berada di di kota mereka.