
Hati Fei Hung tergerak dan tersenyum pada tindakan lucu yang ditampilkan oleh Huan Yin, tetapi dia tahu bahwa tanpa diragukan lagi, suatu hari gadis kecil ini akan menjadi wanita yang sangat luar biasa dimasa depan, seorang Permaisuri yang akan memerintah seluruh alam dan berdiri di atas segalanya dan tidak ada seorang pun yang bisa menyakitinya.
Tubuh fisik Huan Yin yang sangat istimewa menjamin segala perjalanan dan tujuannya sepenuhnya di masa depan jika tidak ada kecelakaan selama proses perjalanan kultivasinya di masa yang akan datang.
"Mmm. Baiklah! Tidak diragukan lagi, Yin'erku akan sangat kuat dan menjadi wanita yang sangat luar biasa dan kuat dimasa depan, tetapi untuk saat ini, aku akan menjadi orang yang menjaga dan melindungimu." Fei Hung menepuk kepalanya dengan lembut.
"Emm. Aku merasa senang berada di dekat Guru..!" Ucap Huan Yin mengangguk senang sambil, tidak mampu menekan kebahagiaannya karena memiliki keluarga sekarang.
"Baiklah, gadis kecil! Sekarang tidurlah karena sudah larut malam...!" Sahut Fei Hung.
Huan Yin mengangguk dan menutup matanya saat senyum masih terbentuk di wajah kecilnya.
Tidak lama kemudian Fei Hung merasakan napas Huan Yin perlahan stabil dengan kecepatan yang normal. Gadis kecil ini sudah memasuki alam tidurnya dan tertidur didalam pelukannya.
Fei Hung lalu melihat batu delima kecil di tangannya dan mengingat Ling Xi. Kata-kata, gerak tubuh, dan tindakan yang Ling Xi lakukan terhadapnya tidak diragukan lagi berasal dari hatinya, dan dia tidak ragu meskipun dia mengatakan kepada Fei Hung bahwa dirinya adalah orang jahat.
Ling Xi pantas mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya, jadi Fei Hung akan berusaha membuatnya bahagia apa pun yang terjadi mulai sekarang.
Fei Hung lalu mengambil kotak giok kecil dari dalam cincin spasiaonya dan membukanya. Dia dengan hati-hati menempatkan delima itu di kotak batu giok kecil itu.
Di dalam kotak, ada delima kecil lain yang mirip dengan yang diberikan Ling Xi padanya. Itu adalah delima yang diberikan Lin Meng padanya.
Ada dua rubi di dalam kotak giok itu sekarang
Setelah memperhatikan kedua batu itu sebentar, dia mengambil kotak giok dan meletakkannya kembali ke cincin spasialnya.
Sekarang, dia sudah memiliki dua wanita yang mencintainya.
...
Ling Xi yang dari tadi bersandar dibalik pintu setelah memasuki kamar lalu naik keatas tempat tidur dan menutup dirinya dengan selimut.
Jantungnya berdetak tak henti-hentinya, sangat cepat dan kuat, seolah-olah akan meninggalkan tubuhnya setiap saat. Dia perlahan menenangkan napasnya, karena lerasaan malu masih belum meninggalkannya.
Setelah waktu yang lama, Dia menghembuskan napas dalam-dalam saat senyum bahagia dan murni terbentuk di bibirnya yang halus. Dia sangat senang bahwa dia bisa mengakui perasaannya dan Fei Hung membalasnya.
Dia masih memikirkan apa yang dikatakan Fei Hung padanya, tentang dia yang sudah memiliki seorang wanita lain. Dia merasa sedikit sedih, karena dia pikir Fei Hung tidak punya wanita lain, tetapi setelah memahami dan berpikir dengan sangat jernih, kesedihannya perlahan memudar.
Sepanjang hari sebelumnya, dia mencoba memikirkan banyak hal.
'Bagaimana jika Fei Hung tidak memiliki perasaan padanya?'
'Apa yang akan dia lakukan jika Fei Hung sudah memiliki wanita lain?'
'Bagaimana jika Fei Hung tidak menerimanya?'
Dia tidak ingin Fei Hung merasa sedih dan dibatasi ketika wanita lain datang kepadanya karena dia. Dia mengerti setelah lama memikirkannya, Fei Hung adalah orang yang kuat dan keren sehingga wanita lain pasti bisa tertarik padanya.
Dia takut Fei Hung nantinya akan meninggalkannya demi wanita lain dan dia tidak ingin itu terjadi, tetapi mengingat ketulusan dan pengakuan Fei Hung, ketakutannya menghilang ketika dia berjanji padanya bahwa Fei Hung tidak akan pernah meninggalkannya.
Jadi, ketika Fei Hung memberi tahu bahwa dia sudah memiliki seorang wanita dalam hidupnya, Ling Xi sedikit kecewa, jadi dia tidak langsung menjawab.
Tetapi, mengingat apa yang dikatakan ibunya sejak dia masih sangat kecil, dia dapat memahaminya pada saat ini.
"Putri kecilku, Ibu ingin kau sangat bahagia, jadi tidak peduli apa kata orang, kau harus mencari kebahagiaanmu sendiri dengan siapa kau merasa sangat bahagia dan puas. Selama kau bahagia, sisanya tidak masalah. Aku tidak ingin melihatmu sedih."
Ling Xi tidak mengerti pada saat itu mengapa ibunya sering mengatakan hal seperti itu padanya, tapi sekarang dia akhirnya bisa mengerti.
Dia akhirnya jatuh cinta dengan seseorang dan mulai mengalami dunia baru ini, di mana jantungnya berdetak tak henti-hentinya dan dia merasakan wajahnya hangat dan memerah ketika dia berada di dekat orang itu, bahkan pada saat memikirkannya.
Meskipun hanya beberapa waktu setelah mereka bertemu, cintanya pada pria itu tumbuh banyak.
Meskipun dia mungkin merasa sedikit tidak nyaman melihat wanita lain yang dicintai prianya, dia akan mencoba menerimanya.
Dia ingin bersama Fei Hung tidak peduli apa yang akan terjadi di masa depan.
Cintanya pada Fei Hung sangat dalam dan tulus. Dia tidak lagi peduli jika Fei Hung memiliki wanita lain, dia ingin Fei Hung tidak meninggalkannya dan selalu memilikinya di dalam hatinya. Dia akan sangat bahagia selama Fei Hung bersamanya dan selalu berada di sisinya sepanjang waktu dimasa depan.
"Aku tidak memberitahunya tentang saudara perempuanku ..." bisik Ling Xi ketika dia mengingat Xin Wanying. Xin Wanying memberitahunya bahwa dia ingin bertemu pria yang dia sukai, tetapi dia lupa memberi tahu Fei Hung tentang dia.
"Adik Xi, apakah kau ingin tidur dengan kami juga..?"
Mengingat pertanyaan terakhir Fei Hung, jantungnya berpacu lagi dan wajahnya berubah menjadi merah, membuatnya terlihat lebih cantik saat cahaya bulan masuk melalui jendela dan sedikit menerangi kamarnya.
Ling Xi ingin tinggal bersama Fei Hung tetapi masih sedikit gugup dan malu memikirkannya. Dia mencoba berbaring di tempat tidurnya untuk tidur kembali, tetapi pikiran fantasi mengenai aksi mereka terus menyerang pikirannya.
Momen itu adalah yang paling membahagiakan dalam hidupnya, jadi dia tidak bisa tidur malam ini.
….
"Kenapa hatiku terus memikirkan dia?"
Gumaman lembut yang jernih terdengar di sebuah kamar.
Lin Meng sedang berada di kamar tidurnya, berkultivasi untuk mencoba memasuki Tahap Kedelapan.
Mengetahui bahwa ada dunia baru dan mengetahui sebelumnya bahaya yang mengerikan, Lin Meng ingin menjadi lebih kuat juga, sehingga dia akan memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya sendiri dan orang lain yang dia inginkan, dan di atas segalanya, dapat membantu dan melindungi Fei Hun, sehingga tidak menjadi beban baginya.
Tapi, ketika dia mencoba berkultivasi, bayangan Fei Hung muncul di benaknya sepanjang waktu, mencegahnya untuk bisa berkonsentrasi dan mengedarkan Teknik Rahasia Phoenix Es untuk berkultivasi.