Pendekar Dewa Pedang

Pendekar Dewa Pedang
Ch. 120 - Mengakhiri Pelatihan


'Ada apa dengan wanita ini?'


Fei Hung tidak bisa tidak bertanya-tanya dalam benaknya sambil terus menerima dan menghindari serangan Wang Ying, sementara Xin Tian dan Ling Yan sudah lelah sekali lagi. Mereka bertahan bahkan kurang dari sepuluh menit, tetapi hampir tidak mampu mempertahankan dan mengendalikan tubuh mereka sebelum mereka kelelahan.


Kedua pria itu kagum saat melihat bagaimana Wang Ying terus menyerang tanpa henti, berhasil bertahan lebih lama dari mereka.


"Wang Ying, tidak bagus jika membiarkan amarah menguasai hatimu." Fei Hung berbicara dengan keras saat berada di dekat Wang Ying.


Wang Ying sepertinya tidak mendengarkan perkataan Fei Hung sambil terus meningkatkan kekuatan serangannya. Wajahnya entah bagaimana terlihat sedikit kesal.


Fei Hung mearas sedikit kesal melihat wanita ini masih mengabaikannya, tetapi secara tidak disengaja, sepertinya Wang Ying memasuki level kedua dari teknik yang dia ajarkan, berhasil menggandakan kekuatannya, jadi Fei Hung membiarkannya melanjutkan sejenak lebih lama.


"Wang Ying ..." Setelah waktu yang lama, Fei Hung menyebutkan namanya lagi untuk mengeluarkannya dari keadaan yang menjengkelkan itu, tetapi wanita ini masih tidak menanggapinya.


"Nona Wang!" Fei Hung marah dan berteriak keras, berhasil membuat Wang Ying keluar dari pikirannya..


Wang Ying membuka matanya dan dengan cepat jatuh ke tanah, nafasnya terengah-engah.


"Nona Wang, jangan biarkan amarah menguasaimu. Itu bisa menciptakan iblis hati dan bahkan bisa menjadi penghalang dalam hidupmu." Fei Hung tidak lagi memanggil namanya secara lansung.


"Baiklah, setidaknya kau bisa melewati ketahanan tubuh mereka berdua dan menguasai teknik tingkat pertama dan bisa masuk ke tingkat kedua." Fei Hung memberitahu Wang Ying dengan jelas bahwa dia berhasil menguasai teknik itu.


Wang Ying telah menguasai teknik rahasia pemberian Fei Hung secara tidak sadar, berhasil menunjukkan hampir kekuatan sebenarnya dari Tahap Keenam dari Qi Gathering.


"Sekarang, kalian bisa terus berlatih satu sama lain." Fei Hung tidak peduli dengan mereka bertiga dan menuju tempat Huan Yin berada, yang sedang duduk menonton mereka berempat berlatih.


Fei Hung mulai mengajari Huan Yin bagaimana melakukan beberapa serangan dan juga membantunya merasakan kekuatannya, tentang seberapa besar dia telah menjadi kuat.


Huan Yin adalah gadis yang sangat cerdas, jadi dalam waktu singkat, dia menyerap semua yang Gurunya katakan padanya.


...


Beberapa hari berlalu.


"Bagus!"


"Pukul lebih keras!"


"Baik Guru!"


"Itu terlalu buruk!


"Angkat lengan kirimu dan gerakkan dengan kaki kananmu untuk menghindar!"


Ketiganya yang sedang beristirahat setelah melakukan teknik tersebut, mengamati keseriusan dan teknik yang Fei Hung ajarkan kepada Huan Yin. Mereka menatap pelatihan kedua orang ini sambil beristirahat.


Fei Hung melatih Huan Yin dengan ketat, karena gadis kecil ini pasti melalui tantangan berbahaya yang tak terhitung jumlahnya di masa depan.


Fei Hung memberi waktunya sebagian besar untum melatih Huan Yin hampir sepanjang pagi dan sore hari, lalu meninggalkannya untuk beristirahat dan mengajarinya hal-hal lain yang tidak dia ketahui, seperti menghitung, membaca dengan benar, dan lain sebagainya.


Fei Hung juga menghabiskan waktu bersama Ling Xi, mengajarinya dan memberikan masukan tentang alkemis. Ling Xi sangat senang sehingga tanpa disadari, waktu berlalu dengan cepat hingga malam tiba.


Fei Hung sedang memikirkan metode kultivasi yang bisa dia ajarkan pada Ling Xi karena dia sekarang adalah wanita Fei Hung. Jika Ling Xi hidup bersamanya, Fei Hung harus mengajarinya metode kultivasi tingkat tinggi sehingga kultivasinya dapat tumbuh dengan cepat dan mencapai alam yang lebih tinggi.


Xin Tian dan Ling Yan masih saling melatih, secara bertahap menguasai tingkat pertama dari teknik rahasia, tetapi meskipun demikian, mereka masih tidak dapat melanjutkan ke tingkat kedua.


Dia tidak mengatakan sepatah kata pun sejak Fei Hung memanggilnya dengan keras saat matanya tertutup. Tidak ada yang tahu apa yang dia pikirkan saat ini.


Xin Tian lalu mengucapkan selamat tinggal pada Fei Hung dan Ling Yan menemani Xin Tian, ingin melanjutkan pelatihan selama perjalanan pulang.


"A-A-Aku pergi..." Wang Ying berbicara dengan gugup, seolah-olah dia adalah seorang gadis kecil yang baru saja dimarahi oleh orang tuanya, takut untuk menerima omelan lagi.


"Baik. Ingat apa yang selalu aku katakan dalam beberapa hari ini, Nona Wang." Fei Hung mengangguk dan mengingatkannya pada perasaan amarahnya..


Wang Ying membuka matanya sedikit terkejut sementara kilatan kekecewaan dan rasa bersalah melewati dirinya. Dia merasakan sedikit rasa sakit di hatinya ketika dia mendengar Fei Hung memanggil gelar namanya secara formal lagi.


"Sampai jumpa... Guru!" Wang Ying tidak berani tinggal sedetik pun dan dengan cepat pergi, memanggil Fei Hung sebagai Gurunya dan tidak memberi Fei Hung kesempatan untuk menolak.


Fei Hung hanya bisa melihatnya pergi dengan cepat, tanpa mengatakan apa-apa.


Ling Yan kembali setelah beberapa saat kemudian.


"Kakak Hung, besok mereka akan mulai mengumpulkan semua seniman bela diri lebih awal, sehingga pada siang hari, setiap keompok yang sudah diatur akan mulai mencari binatang iblis." Ling Yan menjelaskan kepada Fei Hung pergerakan hari ahli di dalam Kota Tianyun berikutnya.


Fei Hung mengangguk dan langsung mendekati Huan Yin.


"Yin'er, hari ini kau tidur dengan Kakak Xi." Fei Hung menyuruh Huan Yin untuk tidur dengan Ling Xi sambil menepuk kepala kecilnya,"Aku akan pergi dan melihat gerakan di luar kota untuk waktu yang lama. Aku mungkin tidak pulang cepat malam ini."


Fei Hung ingin melihat apakah dia bisa menemukan hal aneh pada binatang iblis yang ada di luar kota.


Huan Yin ragu-ragu sejenak sebelum mengangguk saat dia memegang tangan Ling Xi dan mereka pergi ke kamarnya.


Fei Hung mengucapkan selamat tinggal kepada Ling Xi dengan memberi kecupan lembut di dahinya sebelum dia pergi.


Fei Hung lalu melangkah keluar dari rumah dan terbang melintasi langit, berputar-putar di dekat Kota Tianyun.


Deg. Degg.. Degg..!


Dalam sekejap, dia mulai merasakan jantungnya mulai berdetak dengan cepat dan sangat kuat.


"Aku akan mencoba merasakan hal itu lagi jika aku bisa merasakan resonansi itu di jiwaku lagi." Fei Hung menemukan sebuah tempat dan membunuh binatang iblis di dekatnya. Dia pikir jiwanya mungkin merasakan hubungan dengan huum ruang itu lagi.


Fei Hung mulai mengedarkan teknik kultivasinya dan mencoba merasakan sekelilingnya.


"Kenapa aku mulai memikirkannya?" Sosok Lin Meng mulai muncul di hati dan pikiran Fei Hung, ​​​​membuatnya tidak dapat berkonsentrasi pada kultivasinya.


Setelah waktu yang lama dan beberapa upaya, Fei Hung tidak dapat berkonsentrasi saat bayangan Lin Meng terus muncul di pikirannya.


Setiap kali dia memejamkan mata, sosok wanita cantik muncul di benaknya dan tenggelam dalam pikirannya sendiri.


Naluri, hati, dan pikirannya mendesaknya untuk pergi dan menemukan wanitanya saat ini. Hatinya sangat ingin bersamanya.


Fei Hung bingung dengan perasaan ini. Dia merasa jantungnya mulai berdetak tak henti-hentinya, seolah ingin melompat keluar dari dadanya. Dia merasa seperti ada sesuatu yang semakin dekat, seperti koneksi tapi terasa lemah semakin kuat dari waktu ke waktu.


Wushhh...!


Fei Hung, ​​​​yang sedang tenggelam dalam pikirannya, mendengar deru suara angin dan dengan cepat memfokuskan matanya melihat kearah deru angin yang muncul di sekitarnya.