
Ling Xi, yang dengan senang hati dipeluk oleh Fei Hung, tiba-tiba menjadi gugup saat wajahnya memerah.
Fei Hung dengan lembut mengusap rambut panjangnya dengan jari-jarinya dan berkata, "Adik Xi, kau milikku sekarang dan kau tidak bisa menyesalinya ..." Fei Hung tersenyum licik, membuat wajah Ling Xi semakin memerah. Dia suka melihat wanita menjadi sedikit pemalu.
"Mmm..." Tetap saja, Ling Xi mengangguk senang dan wajahnya tersenyum bahagia.
Fei Hung lalu melepas pelukannya dan pergi untuk membuka pintu.
Ling Xi membuat wajah cemberut saat Fei Hung berhenti memeluknya.
"Yin'er, ada apa? Apakah kau sakit?" Fei Hung bertanya ketika dia mengamati Huan Yin setelah dia membuka pintu.
Fei Hung telah memberi tahu Huan Yin bahwa, meskipun dia bisa menggunakan indra spiritualnya untuk melihat segalanya di sekitarnya, dia tidak boleh mengamati apa yang dilakukan oleh orang lain. Bagaimanapun, dia masih seorang gadis kecil, jadi beberapa hal harus dihindari untuk saat ini.
Huan Yin sangat ingat semua yang dikatakan Gurunya, jadi dia mengetuk perlahan, tidak tahu apakah Fei Hung masih belum tidur atau sudah tertidur.
Huan Yin gugup saat dia melihat Fei Hung, dia saat ini mengenakan piyama yang indah untuk tidur yang membuatnya terlihat cantik dan menawan, seperti seorang putri kecil yang cantik.
"G-Guru, b-bisakah aku tidur denganmu?" Huan Yin bertanya dengan gugup.
Fei Hung mengangguk lalu menggendongnya. Huan Yin tidak menolak dan menunjukkan senyum lebar dan bahagia. Sepertinya Fei Hung tidak bisa lagi berkultivasi malam ini.
"Kakak, apa yang kau lakukan di sini?" Huan Yin terkejut saat melihat Ling Xi di dalam kamar. Mata kecilnya yang menggemaskan melihat Ling Xi dengan tatapan misterius.
Wajah Ling Xi sekarang benar-benar merah. Ditatap oleh seorang gadis kecil masih membuatnya sedikit malu.
"Hehe, kami sedang berbicara ... Adik Xi, apakah kau ingin tidur dengan kami?" Fei Hung bertanya pada Ling Xi saat dia berjalan ke tempat tidur dengan Huan Yin di pelukannya.
Ling Xi tidak tahan menahan perasan malu, jadi dia berlari keluar kamar, meninggalkan Huan Yin yang bingung dan Fei Hung yang tertawa.
"Baiklah, Nak, sekarang tidurlah. Kau harus istirahat dengan benar." Fei Hung mengatur Huan Yin di satu sisi tempat tidurnya, sementara dia berbalik dan duduk di sisi lain.
"G-guru ..." bisik Huan Yin, mencengkeram tangannya sendiri dengan gugup.
Fei Hung membuka matanya dan melihat wajah Huan Yin sambil tersenyum.
Fei Hung telah melihat wajah seperti ini sebelumnya ketika murid gadis kecilnya takut dan tidak bisa beristirahat, ketika mereka masih sangat kecil.
Bahkan pada usia yang sama dengan Huan Yin, muridnya dulu juga masih meringkuk di sampingnya untuk tidur. Fei Hung hanya bisa membiarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan sampai beberapa tahun sebelum dia memaksa mereka untuk tidur di kamar masing-masing.
Dia tahu apa yang dirasakan Huan Yin.
"Ayo, gadis kecil." Fei Hung mengangkat lengan kanannya bersama dengan selimut, meninggalkan celah untuk Huan Yin agar mendekat.
Huan Yin tersenyum senang.
"Apakah kau takut?" Fei Hung bertanya dengan lembut.
"Mmm..." Huan Yin mengangguk, memeluk gurunga lebih erat matanya mulai tertutup.
Fei Hung membelai rambutnya dengan lembut. Tentunya Huan Yin selama ini hidup miskin dan sangat menderita, sehingga trauma yang di alamai bocah ini tidak bisa hilang dalam semalam.
"Jika karena suatu alasan, aku tidak ada di sini, kau juga bisa tidur dengan kakak perempuan Ling Xi." Fei Hung memberitahunya dengan penuh kasih sayang.
"Dia akan senang tidur denganmu juga. Jangan takut."
Huan Yin mengangguk, "Kakak perempuan Xi sangat baik. Ketika dia membawaku ke kamarku, dia mengeluarkan banyak gaun miliknya ketika dia masih kecil sepertiku dan memberikannya kepadaku. Dia berkata bahwa itu adalah hadiahnya untukku. Dia bahkan menunjukkan kepadaku banyak hal, seperti mainan dan benda-benda lain, dan mengatakan kepadaku bahwa jika aku menyukai beberapa dari mereka, aku dapat mengambilnya, dan dia akan memberikannya kepadaku."
Fei Hung mengangkat alisnya ketika dia mendengar ini. Tampaknya Ling Xi sangat menyukai sikecil Huan Yin.
"Apakah kau ingat orang tuamu? Apakah kau merindukan mereka?"
"Mmm... Aku tidak ingat mereka, tapi orang yang sangat besar dariku sebelum mereka meninggal memberitahuku bahwa orang tuaku sangat mencintaiku dan itulah mengapa mereka memberikan hidup mereka untukku." Huan Yin menjawab setelah beberapa saat.
"A-Aku selalu tidur sendirian di luar di sebuah rumah kayu kecil, sambil merasa kedinginan dan berusaha menutupi diriku dengan apa pun yang bisa kutemukan..." Huan Yin bergumam lemah, mengingat bagaimana dia menjalani hidupnya selama yang dia ingat, " Tapi sekarang, aku merasa hangat dan senang tidur dengan Guru."
Fei Hung tidak bisa menahan diri untuk tidak memeluknya lebih erat.
"Gadis yang malang dan menyedihkan." Gumam Fei Hung.
"Yin'er, kau tidak perlu melalui hal itu lagi, mengerti? Jika ada yang ingin menyakiti Yin'er-ku, mereka harus berurusan denganku. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu. Kita adalah keluarga sekarang, jadi sesama keluarga harus menjaga dan saling melindungi. Aku akan menjagamu dan melindungimu selamanya. Aku berjanji padamu." Fei Hung memberinya ciuman lembut di dahi gadis kecil Huan Yin.
Fei Hung akan merawatnya mulai sekarang, memberinya semua cinta dan kasih sayang yang tidak dia miliki di seluruh masa kecilnya, mencoba mengisi kekosongan itu dengan cinta yang dia berikan kepada Huan Ying dan dengan demikian, menghilangkan trauma dan rasa sakit dalam diri bocah kecil ini.
Huan Yin senang ketika dia mendengar perkataan Fei Hung. Setetes air mata mengalir di pipi lembutnya.
Dia selalu hidup sendiri selama ini, tanpa seorang pun untuk berbagi rasa sakit dan penderitaannya. Selalu bekerja keras untuk dapat makan dan memiliki ruang untuk tidur di malam hari, karena dia mengerti sejak usia sangat muda bahwa jika dia tidak bekerja dan melakukan apa yang diperintahkan orang, mereka tidak akan memberinya makanan dan tidak akan mengizinkannya untuk tidur di rumah kayu itu.
Keadaan yang dia lalui membuatnya terlihat seperti gadis dewasa.
Meskipun Fei Hung sekarang adalah Gurunya, Fei Hung juga seperti kakak laki-laki baginya, seperti seorang ayah, yang selalu dia inginkan. Seseorang yang akan bersamanya dan mencintainya, melindunginya dan merawatnya.
Fei Hung akan memanjakan Huan Yin seperti anak seusianya harus diperlakukan, dengan cinta dan kasih sayang, membuatnya bahagia seperti anak kecil di masa kecilnya.
"Guru, aku akan menjadi lebih kuat sehingga aku bisa melindungimu juga!" Huan Yin mengangkat wajahnya yang seputih salju dan membuka matanya yang cerah saat dia melihat Fei Hung.