
"Patriark Shin, apakah kami kehilangan kekuatan atau tidak, tidak berarti bahwa Klan kami juga menjadi lemah." Lin Dong berbicara dengan nada menjengkelkan, "Jika itu mengganggumu bahwa aku lemah, aku bisa menjadikan putriku Patriark Klan Lin kami. Dia berada di peringkat Legenda, jadi seharusnya tidak ada masalah, kan?"
"Aku bahkan bisa memberinya posisiku menjadi Penguasa Kota jika kau punya masalah dengan kekuatan kami." Wang Shu berbicara sekaligus, mengejutkan semua orang.
Semua orang membuka mata mereka karena terkejut mereka mengingat keberadaan Lin Meng.
Patriark Shin menggertakkan giginya karena marah. Dia telah melupakan keberadaan Lin Meng dan faktor lainnya, serta Zhang Yang dengan kekuatannya di peringkat Kaisar.
Bagaimanapun, peringkat Legenda sangat kuat dan semua penduduk kta akan lebih memilih Lin Meng karena kekuatannya.
"Lagi pula, tidakkah menurutmu tindakanmu itu bodoh melakukan hal seperti itu pada Grandmaster Alkemis yang memiliki keputusan untuk membuat atau tidak ramuan untuk kalian semua agar lebih kuat?" Xin Wei mengejek Patriak Shin.
"Benar, kau pasti sangat bodoh karena melakukan ini, tidakkah kau pikir begitu? Jika dia melakukannya, tidak hanya kau tetapi semua orang di sini tidak akan mendapatkan apa-apa." Zhang Chao langsung menambahkan.
Patrriark Shin mengatupkan giginya lebih keras. Dia marah karena klannya adalah satu-satunya Klan bmBangsawan yang tidak menerima ramuan roh.
"Apakah kau sudah selesai berbicara?" Sebuah suara tanpa emosi terdengar jelas di tengah perdebatan mereka.
Seketika, mereka menyadari bahwa Grandmaster Alkemis yang tidak dikenal itu memandang mereka semua dengan ketidakpedulian, tidak terganggu oleh aura pria yang menutupinya.
"Paman Shu, mengapa repot-repot dengan orang bodoh ini?" Fei Hung memandang Wang Shu sambil menunjuk Patriark Shin dan orang-orang di dekat mereka, "Aku menyebutkan bahwa aku akan membantu Kota Tianyun ini dan itu berarti menyangkut semua orang di dalamnya. Yang disebut Klan Bangsawan bukanlah penduduk seluruh kota, klan kecil lain, rakyat jelata juga manusia."
Wang Shu langsung mengerti dan merasa bodoh untuk tidak melibatkan semua penduduk Kota juga.
"Keluarga Shinmu tidak akan mendapatkan apa-apa. Jika kau ingin menerima sesuatu, kau harus memberikan sesuatu juga. Perilaku aroganmu ini dan yang lain yang tidak mengatakan apa-apa barusan juga tidak akan menerima apa-apa." Fei Hung lalu berkata lagi, "Aku benar-benar tidak peduli dengan kalian semua, jika kau terus berdebat tentang masalah bodoh seperti ini, akan lebih baik untuk memberikan ramuan itu kepada klan berstatus rendah yang kau benci dan tidak memberikan apa pun kepada kalian semua."
Jika dia mau, Fei Hung akan membiarkan Kota Tianyun mereka dihancurkan sepenuhnya oleh binatang iblis di kemudian hari.
Klan yang berbicara untuk Wang Shu bersyukur telah berbicara lebih awal, sementara yang lain yang tidak memihak merasa tidak enak dan kesal. Namun, pada akhirnya, setelah mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan Fei Hung, mereka mulai lebih percaya bahwa akan lebih baik untuk bekerja sama satu sama lain.
"Kau...!" Patriark Shin menjadi lebih marah pada Fei Hung, ingin melampiaskan dan mencurahkan amarahnya.
Fei Hung memandang Patriark Shin dan berkata lagi, "Jika kau tidak ingin klanmu mengalami hal yang sama seperti keluarga Yu, enyahlah dari hadapanku!"
SWOSHHHH!!!
Fei Hung lalunmengeluarkan sebagian dari kekuatannya dan membuat pria yang menguncinya dengan auranya, Patriark Shin dan Shin Mo, jatuh berlutut karena mereka tidak bisa menahan tekanan auranya. Mereka memuntahkan darah, sementara organ dalam mereka dihancurkan.
Pada akhirnya, mereka dibiarkan tergeletak di tanah dalam keadaan menyedihkan.
Semua orang tercengang melihat adegan ini.
Namun, mendengar tentang Klan Yu yang telah dibantai sebelumnya, semua orang tidak bisa menahan perasaan takut juga.
Ketakutan merayap ke dalam hati mereka saat mereka memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada Klan Yu, bawahan dari Klan Luo.
Semua orang melahirkan pemikiran bahwa pemuda ini mungkin ada hubungannya dengan apa yang terjadi pada Klan Yu yang telah binasa.
"Paman Shu." Fei Hung mendekati Wang Shu dan berkata, "Aku telah meninggalkan beberapa ramuan dengan penjaga di luar dan mereka membawanya ke lemari besi."
Kemudian, Fei Hung pergi dan keluar dari aula itu.
Wang Shu mengangguk dengan penuh terima kasih dan kemudian memerintahkan beberapa orang untuk masuk dan memanggil semua pemimpin klan dari setiap klan yang ada di Kota Tianyun tanpa terkecuali.
...
Saat ini.
Fei Hung langsung terbang menuju ke kediaman Klan Zhang.
Inderanya juga merasakan bahwa para keempat wanitanya beserta Huan Yin masih terbang di langit, menikmati kegembiraan mereka saat terbang menembus awan.
Dia hanya tersenyum lucu melihat mereka.
Setelah tiba di luar Kediaman Klan Zhang, Fei Hung turun ke tanah tanpa ada yang memperhatikannya.
Para penjaga di pintu masuk sama dengan waktu sebelumnya yang menghalangi jalannya, tetapi kali ini, mereka tidak mengatakan apa-apa dan membiarkan Fei Hung lewat sambil berdiri tegap dan dengan sedikit wajah yang telihat gugup.
Fei Hung melepaskan indra spiritualnya dan menemukan Zhang Yang yang berada di kamar tidur bersama ibunya.
Dia bertanya kepada salah satu pelayan apakah dia bisa membawanya ke tempat Zhang Yang berada agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dengan memasuki rumah begitu saja.
Pelayan itu mengingat Fei Hung dan kemudian membawanya ke kamar Zhang Yang.
Tok! Tok! Tok!
Zhang Yang dan Zhang Ruo sedang mengobrol saat mereka melihat beberapa hal yang tampak seperti kain berwarna, serta beberapa gambar.
"Nyonya, Nona muda," Pelayan itu masuk dan dengan sopan menyapa, "Tuan muda telah datang." Dia bergerak dan membiarkan Fei Hung menunjukkan dirinya. Kemudian pelayan itu pergi.
Fei Hung sedikit terkejut mendengar hal terakhir yang dikatakan pelayan itu. Tidak heran semua orang memandangnya dengan hormat atau menatapnya saat memasuki kediaman itu.
Zhang Ruo seharusnya sudah memberitahu mereka bahwa Fei Hung akan menikahi putrinya, oleh karena itu itu akan menjadikannya tuan muda dari keluarga Zhang.
"Fei Hung, apakah kau merasa keadaanmu jauh lebih baik sekarang?" Zhang Ruo bertanya dengan senyum lembut saat dia meletakkan barang-barang itu dan menatap Fei Hung bertanya lagi, "Apa yang membawamu datang ke sini?"
Zhang Yang cemberut dan tidak menoleh untuk melihat Fei Hung. Zhang Ruo yang memperhatikan ini dan mengangkat alisnya dengan bingung.
"Hehe, halo bibi. Aku masih baik-baik saja dan aku datang untuk mencari Yinger." Fei Hung tersenyum dengan sedikit ketidaknyamanan saat dia kemudian menatap Zhang Yang.
"Sepertinya calon suamimu datang mencarimu karena dia merindukanmu, heheee." Zhang Ruo tertawa ketika dia berbalik untuk melihat putrinya, "Yanger, mengapa kau tidak menyapanya?"
"Hmph!" Zhang Yang yang cemberut tanpa ingin melihat Fei Hung menjawab, "Biarkan dia pergi menemui saudara perempuan lainnya, aku yakin dia lebih suka yang lain daripada aku." Sambil terus memandangi potongan-potongan kain berbagai warna yang ada di atas meja.