
Ling Xi telah jatuh ke dalam keadaan mabuk saat dia mendengarkan semua kata-kata lembut dan manis dari Fei Hung dan telah menyihir hatinya sepenuhnya, sementara gelombang kebahagiaan mengalir di sekujur tubuhnya, dia merasa gembira.
Fei Hung lalu dengan lembut menyentuh tubuh Ling Xi. Gerakannya sangat pelan dan halus seolah-olah dia sedang menangani hal terpenting, sesuatu yang bahkan Surga pun harus berhati-hati.
"Suamiku...!"
Gumaman lembut dan malu Ling Xi benar-benar menarik perhatian Fei Hung. Senyumnya yang puas dan bahagia, serta penampilannya yang telah mabuk oleh sentuhan dan bisikan pria yang dicintainya, membuatnya sangat bahagia sehingga dia merasa berada di surga. Tarikan pernapasannya terasa berat saat dia menatap Fei Hung dengan tatapan cinta, rasa malu, dan kebahagiaan.
Fei Hung merasa kagum melihat wajahnya yang bersih, tetapi yang paling memikatnya adalah matanya yang begitu murni dan indah. Fei Hung lalu menatapnya sejena saat dia merekam wajah wanita cantik dan suci ini. Wajah polos Ling Xi bagaikan peri abadi yang jatuh ke alam fana.
"Xi'er..."
Fei Hung maju perlahan dan mendekap mulutnya yang indah dan halus yang luar biasa, semakin meningkatkan rasa malu Ling Xi seperti kucing pemalu.
Tubuh lembut Ling Xi tiba-tiba menegang dengan mata indahnya terbuka lebar. Jiwa dan kesadarannya menerima serangan yang menghancurkan, menyebabkan dia kehilangan kendali atas tubuhnya, membuatnya tidak bergerak dan tidak dapat berpikir jernih, apalagi berbicara.
Tapi segera dia diliputi oleh kegembiraan dan kebahagiaan yang luar biasa.
Dia perlahan menutup matanya dan menikmati momen yang ditunggu-tunggu dan memabukkan ini, sementara jantungnya berdebar kencang seperti ribuan drum bergema tanpa henti di dadanya yang sesak. Ling Xi ingin memberikan dirinya sepenuhnya kepada Fei Hung, ingin menjadi miliknya selamanya.
Tidak lama kemudian, Ling Xi tanpa sadar mengulurkan tangannya dan memeluk leher Fei Hung saat dia tenggelam dalam perasaan yang baru dia rasakan ini. Napasnya perlahan menjadi lebih berat dan lebih hangat.
Fei Hung dengan lembut membekap menggunakan mulutnya dimulai dari bagian tertentu, secara bertahap meningkatkan keinginan Ling Xi.
Rasa kesemutan yang jelas penuh kegembiraan menjalar ke setiap sentimeter tubuh Ling Xi yang lembut dan indah itu, merangsang saraf Ling Xi dan mengirimkan kejutan ke seluruh jiwanya, mengisinya sepenuhnya dengan kebahagiaan.
Ling Xi merasa bahwa dia akan meledak dari rasa malu sambil menutup matanya sepenuhnya, mencoba menyembunyikan perasaan malunya karena sekarang dia benar-benar tanpa sehelai benangpun di depan Fei Hung. Dia mencoba menutupi balon kembarnya dan bagian bawah tubuhnya, sambil menggerakkan kepalanya dan mencoba membenamkan wajahnya di bantal karena rasa malu dan gugup yang luar biasa saat ini.
"Sangat indah..!" Fei Hung berbisik ketika dia melihat tubuh putih tak ternoda Ling Xi.
Di bawah cahaya bulan yang redup tapi masih terlihat masuk melalui jendela, tubuh halus dan lembut Ling Xi begitu murni dan putih yang seperti tidak terkontaminasi oleh kuman dan noda apapun, bersinar dengan kesucian yang tida taranya.
Akhirnya, Fei Hung juga menanggalkan pakaiannya.
Tombak Fei Hung yang lurus tegak sudah mengganas langsung ke tempat itu dan mereka melalui malam bersama hingga pagi.
Ling Xi akhirnya telah menjadi wanita Fei Hung seutuhnya.
...
Waktu berlalu.
Ling Xi akhirnya dengan malas membuka matanya, sambil mencoba untuk bangun. Kelelahan yang luar biasa menyerangnya sekarang, membuatnya bahkan tidak bisa menggerakkan lengannya.
Dia merasakan perasaan hangat yang menyelimutinya, seolah-olah seseorang memeluknya.
"Ah!" Dia berteriak ketika dia melihat senyum lembut Fei Hung, menyadari bahwa Fei Hung sedang memeluknya sementara mereka berdua dalam keadaan tanpa sehelai benangpun denagn hanya selimut di atas mereka.
Kulit Ling Xi langsung bersinar merah dan dia membenamkan wajahnya di dada Fei Hung dengan malu. Dia mulai mengingat apa yang telah mereka lakukan sepanjang malam sementara jantungnya berdetak tak henti-hentinya. Kenangan ino menutupinya sepenuhnya dengan perasaan yang memalukan, mencoba menyusut ke dalam dada Fei Hung.
"Xi'er" Fei Hung berbisik dengan penuh kasih sayang, membuat tubuh lembut Ling Xi sedikit lebih kaku.
Beberapa detik kemudian, Ling Xi mrmjadi tenang sementara, dengan malu-malu dan berani, dia mencoba mendekatkan tubuhnya ke tubuh Fei Hung.
Fei Hung merasakan harum napas Ling Xi yang agak gelisah saat menabrak dadanya.
"Kau sekarang adalah wanitaku, istriku, dan kau akan menjadi milikku selamanya !" Fei Hung berbicara dengan suara rendah.
"Mmm." Ling Xi mengangguk sementara jantungnya berdetak lebih kencang dan senyum bahagia terbentuk di wajahnya.
Fei Hung lalu dengan lembut memeluk tubuh Ling Xi dengan erat.
"Hm." Ling Xi mengerang dan mengerutkan kening ketika dia merasakan sakit di bagian bawah tubuhnya.
"Apakah masih sangat sakit?" Fei Hung bertanya dengan prihatin saat melihat reaksi Ling Xi. Dia sadar bahwa Ling Xi akan sangat kesakitan karena ini adalah pertama kalinya mereka melakukannya..
"Mm, tidak apa-apa." Ling Xi menggelengkan kepalanya dan memeluk Fei Hung dengan erat, tidak ingin terlalu peduli dengan rasa sakitnya. Kebahagiaannya lebih berlimpah daripada rasa sakit yang dia rasakan, meskipun dia tidak bisa berjalan dengan pantatnya yang bengkak.
Dia tahu bahwa pengalaman ini adalah perasaan yang tak terlupakan bahwa dia telah menjadi wanita dewasa yang akan membentuk keluarga sejati seutuhnya.
"Xi'er." Fei Hung berbisik pelan saat dia mengerti bahwa Ling Xi tidak ingin membuatnya khawatir tentang rasa sakitnya.
Fei Hung masih khawatir dan dengan hati-hati mengangkat tubuh Ling Xi, menyebabkan Ling Xi menjerit kecil karena terkejut.
Fei Hung berjalan ke bak kayu di dalam bak mandi sementara Ling Xi membenamkan wajahnya di dada Fei Hung yang aaat dia digendong dengan kuat dalam pelukan itu.
Fei Hung dengan cepat mengisi bak kayu besar dan perlahan, dia mulai membasuh tubuh Ling Xi dengan air. Rasa malu Ling Xi meningkat dan dia tersipu malu sepenuhnya saat dimandikan oleh Fei Hung.
Fei Hung menggerakkan tangannya dan mulai meredakan rasa sakit Ling Xi. Jantung Ling Xi berdebar kencang karena malu ketika dia merasakan tangan Fei Hung menyentuh tempat itu.
Setelah dia selesai memandikan Ling Xi, Fei Hung tetap memeluk Ling Xi saat mereka berada di dalam bak kayu. Keduanya sangat bahagia dan puas akhirnya bergerak maju dalam cinta mereka menjelang akhir, keduanya menjadi satu sepenuhnya.
Ling Xi merasa bahwa tidak ada momen yang lebih bahagia daripada berbagi hidupnya dengan pria yang telah menjadi suami tercintanya sekarang.
"Kita harus cepat membersihkan diri, yang lain mungkin akan tiba kapan saja." Ucap Fei Hung enggan, tapi dia kembali menggendong tubuh Ling Xi ke kamar.
...
Sekarang, Ling Xi dengan riang mengambil inisiatif untuk mendandani Fei Hung sedikit dan dengan canggung, karena ini adalah pertama kalinya dia melakukan ini. Fei Hung juga membantunya berdandan sedikit dan bahkan menata rambutnya dengan indah.
"Wow! Terlihat indah." Ling Xi melihat dirinya di cermin dan berseru kaget ketika dia melihat bagaimana Fei Hung menata rambutnya, "Suamiku, bagaimana kau bisa dengan mudah menata rambutku? Bahkan rambut Yiner ditata dengan indah olehmu juga."
Ling Xi mulai meninggalkan rasa malunya dan mulai lebih terbuka dengan Fei Hung setelah apa yang terjadi tadi malam, tetapi Fei Hung tahu bahwa rasa malu Ling Xi masih akan tetap ada walaupun sudah berkurang.
"Hehe, karena aku telah membesarkan anak kecil dan pasti akan ada gadis kecil dari mereka yang membutuhkan bantuanku dulu. Aku akan mendandani mereka dengan benar, memberi mereka makan, dan bahkan merias rambut mereka setiap hari." Fei Hung menjelaskan sambil tersenyum ketika dia mengingatkan muridnya yang sudah seperti anak gadisnya seperti Huan Yin sekarang.