Pendekar Dewa Pedang

Pendekar Dewa Pedang
Ch. 206 - Memberikan Kesempatan!


Setelah beberapa detik, Fei Hung melepaskan tangannya dan menatap langsung wanita bernama Zhang Ruo saat memikirkan sesuatu.


"Apa penyakit yang dimiliki ibuku?" Zhang Yang menatap Fei Hung dengan gugup dengan tangan gemetar didepan dada. Zhang Chao juga memandang Fei Hung dengan harapan mengetahui apa yang terjadi pada istrinya.


Fei Hung tidak menjawab dan kemudian mengarahkan tangannya ke dahi Zhang Ruo, sekali lagi melepaskan indra spiritualnya tetapi kali ini, langsung menembus jiwanya.


"Aku bisa melihat penyebabnya." Fei Hung bergumam saat dia selesai memeriksa kondisi Zhang Ruoyan.


Jantung Zhang Yang menegang ketika dia mendengar ini, dan dengan air mata di matanya dia meraih pakaian Fei Hung dan bertanya kepadanya dengan suara yang bergetar dan penuh harapan, "A-apakah kau tahu apa yang terjadi pada ibuku?"


Zhang Chao juga menatap Fei Hung dengan tatapan memohon.


Fei Hung memandang Zhang Yang, menyadari bahwa dia seperti wanita normal lainnya yang bahkan bisa menangis untuk keluarganya. Mata yang sama itu, ekspresi dan kesedihan yang sama itu sama dengan mata Xin Wanying ketika dia menemukan racun pada ibunya dan dia memintanya untuk menyembuhkannya dan bahwa dia akan melakukan apapun yang dia inginkan..


Fei Hung tidak bisa menahan senyum sedikit pada Zhang Yang saat menepuk kepalanya, dan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Zhang Chao.


"Dia pasti telah menelan obat sebelum dia langsung pingsan dan dibiarkan dalam keadaan ini, kan?" Fei Hung berkata perlahan.


Zhang Chao dan Zhang Yang langsung mengangguk begitu mereka mendengar ini.


"T-tuan Fei Hung, apakah kau tahu apa yang terjadi pada istriku?" Zhang Chao bertanya dengan gugup.


Fei Hung mengangguk kepada Zhang Chao dan berkata, "Aku bisa menebak bahwa kau sendiri yang menyiapkan ramuan untul obatnya... Aku ingin kau membawakanku semua tanaman yang digunakan untuk membuatnya, tanpa melewatkan satu ramuan pun!" Mempertimbangkan apa yang dia lihat sekarang dan mengingat apa yang dikatakan Lin Meng kepadanya, dia sudah tahu kurang lebih apa yang terjadi.


"Baik!" Zhang Chao mengangguk dan berlari keluar dari kamar untuk mengambil bahan ramuan itu.


"Fei Hung, ​​​​apakah kau benar-benar tahu apa yang penyebab penyakit ibuku?" Suara sedih dan gugup Zhang Yang terdengar di kamar itu.


"Mm." Fei Hung mengangguk pada pertanyaan Zhang Yang.


"Tolong! Aku akan melakukan apapun yang kau minta jika kau bisa menyelamatkan ibuku! Aku mohon!" Tangan Zhang Yang yang gemetar bisa dirasakan dengan jelas saat dia terus memegang pakaian Fei Hung


Matanya penuh air mata saat dia menatap Fei Hung dengan penuh harap, seolah-olah Fei Hung adalah cahaya harapan terakhir yang bisa dia pegang.


Fei Hung menatapnya selama beberapa detik sebelum mengatakan sesuatu yang membuat Zhang Yang terlihat terkejut.


"Baiklah. Maukah kau berhenti mencariku dan menggangguku terus untuk memintaku menikahimu?"


Zhang Yang membuka matanya dengan kaget ketika dia mendengar ini dari Fei Hung. Fei Hung menatapnya langsung, menunjukkan padanya bahwa dia bersungguh-sungguh. Fei Hung hanya menatapnya dengan acuh tak acuh sementara di dalam hati Fei Hung berpikir, 'Aku tidak berpikir apakah kau benar-benar mencintai ibumu !'


Jari-jari Zhang Yang mengendur dan akhirnya melepaskan pakaian Fei Hung, ​​​​sementara dia menundukkan kepalanya dan terdiam selama beberapa detik.


Fei Hung dapat dengan jelas melihat keputusan di matanya, serta kesedihan dan bahkan rasa sakit dalam dirinya.


"Jika demi ibuku agar kau bisa menyembuhkannya, aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi ..." Suara gemetar Zhang Yang terdengar saat dia mencoba tersenyum kaku pada Fei Hung, ​​​​menerima permintaan itu.


Fei Hung tidak bisa tidak bertanya-tanya sambil memperhatikan ekspresi Zhang Yang saat ini. Dia tahu gadis ini tidak berbohong ketika dia menjanjikan ini padanya, karena dia bisa merasakan rasa sakit dan kesedihan dalam suaranya. Dia terkejut bahwa Zhang Yang bahkan mengungkapkan kesedihan yang jelas ketika dia mengatakan jasaban itu.


Bohong jika Fei Hung mengatakan dia tidak sedikit tertarik pada kecantikannya. Sekarang, meskipun dia tidak cukup mengenal Zhang Yang, dia masih bisa memberinya kesempatan untuk mengenalnya lebih dalam pagi.


Instingnya selalu mengingatkannya akan hal buruk, bahkan hal sekecil apa pun. Mereka selalu membantunya melarikan diri dari berbagai situasi atau melihat melalui orang-orang yang ditemuinya sepanjang hidupnya. Fei Hung selalu mendengarkan instingnya ketika bertemu orang dan berteman.


Hal yang sama berlaku bagi mereka yang berhubungan dengannya sampai sekarang di alam bawah ini.


Fei Hung akhirnya tersenyum sedikit saat melihat Zhang Yang yang memiliki senyum kaku dan menyakitkan di wajahnya. Sekarang dia memiliki kesan yang baik tentang gadis ini. Selain itu, Zhang Yang benar-benar sesuatu yang istimewa dengan tidak membiarkan dirinya diliputi oleh kesedihan melihat ibunya dalam keadaan seperti itu dan masih mampu mempertahankan kepribadian yang bahagia.


"Ibumu akan baik-baik saja dan dia juga akan bangga padamu ..." Fei Hung berbicara dengan lembut sambil mengulurkan tangannya dan dengan lembut mengetuk dahi Zhang Yang dengan jari tengahnya dan berkata, "Jangan khawatir tentang hal yang aku katakan barusan, jadi mari kita santai dan tenang karena kita masih punya banyak waktu untuk saling mengenal."


Dengan indra spiritualnya, Fei Hung menyadari bahwa Zhang Chao sudah berlari kembali ke kamar itu.


Zhang Yang tercengang mendengar apa yang dikatakan Fei Hung. Hati dan pikirannya tidak bisa memproses apa yang terjadi saat ini. Namun, dia segera mulai dengan cepat memahami apa yang terjadi dan apa yang dikatakan Fei Hung.


"Apakah dia sekarang memberiku kesempatan untuk saling mengenal?" Ketika Zhang Yang memikirkan hal ini, hatinya mulai berdetak kencang dengan kebahagiaan ketika kesedihan, rasa sakit dan kekecewaan tersapu dalam sekejap.


Bam!


Sebelum dia bisa mengatakan apa-apa, pintu tiba-tiba terbuka saat Zhang Chao bergegas masuk dan membawa wadah yang agak besar.


"Tu-Tuan Fei Hung, ini semua bahan yang digunakan untuk ramuan obat istriku." Zhang Chao dengan hati-hati meletakkan wadah itu dan membuka tutupnya, membiarkan aroma obat keluar dan menyebar di kamar itu..


Zhang Yang melupakan sejenak apa yang dia katakan kepada Fei Hung sementara kegugupan awal telah kembali pada dirinya. Ini snagat penting karena menyangkut kesehatan ibunya.


Fei Hung melihat wadah dan mengamati semua tanaman spiritual di dalamnya.


Dia mengeluarkannya satu per satu sambil melatakkannya di sisi meja.


Zhang Yang dan Zhang Chao tidak mengatakan sepatah kata pun saat mereka melihat Fei Hung melakukan ini.


Akhirnya, Fei Hung mengeluarkan tanaman ungu yang sangat indah dengan lima kelopak dan memegangnya di tangannya. Seluruh batang, kelopak dan bahkan pusatnya jelas berwarna ungu.


"Waktu itu ketika kau membuat obat, bunga itu seharusnya sedikit berbeda dari yang ini, kan?" Fei Hung menunjukkan bunga itu kepada mereka berdua, sementara dia kemudian mencoba membuka kelopaknya sedikit, "Aku yakin bagian tengahnya berwarna emas pucat dan memiliki beberapa garis putih juga."