
Dia menyadari bahwa keempat orang tua calon mertuanya hampir tidak berada di Tahap Kedua Alam Pengunpulan Qi saat ini.
Di sini ditunjukkan perbedaan kecepatan saat berkultivasi antara tubuh normal dengan tubuh yang memikiki akar roh atau fisik khusus.
Orang-orang lainnya tercengang ketika mereka melihat interaksi pemuda aneh ini dengan Penguasa Kota dan tiga patriark dari Klan besar Kota Tianyun mereka.
"Ehem, Penguasa Kota, apa artinya ini? Kita sedang ada rapat penting..."
Suara yang agak mengganggu dan marah menyela pembicaraan Fei Hung.
Fei Hung berbalik untuk melihat bahwa yang barusan berbicara ini adalah seorang pria paruh baya yang menatapnya dengan kesal. Kultivasinya berada di peringkat Raja.
Di belakang pria itu ada beberapa pria lain, terutama seorang pria muda yang dikenali Fei Hung ketika dia akan mengubah pandangannya. Itu adalah Shin Mo, pria yang ingin membuat masalah dengan Ling Yan dan Xin Tian beberapa hari yang lalu.
Fei Hung melihat orang ini dan kemudian menoleh ke arah Wang Shu dan bertanya, "Aku bisa menebak kalian sedang mendiskusikan pembagian ramuan itu, bukan?"
Wang Shu segera mengangguk dan berkomentar, "Hanya saja aku sedang menjelaskan kepada Patriark Shin bahwa klannya tidak akan diberikan apa-apa."
Putrinya Wang Ying telah mengatakan kepadanya apa yang dikatakan Fei Hung tentang tidak memberikan apa pun kepada Klan Shin karena perilaku Shin Mo sebelumnya.
Semua oran dari Klan Shin terkejut melihat bahwa mereka diabaikan. Bahkan Penguasa Kota menjelaskan masalah yang sangat penting kepada orang asing!
"Tuan Kota!" Patriak Shin meninggikan suaranya, dengan nada marah saat dia meminta penjelasan, "Ini adalah hal yang paling penting, kau tidak bisa membiarkan pemuda asing mengganggu kita sesukanya!"
Pria itu berteriak dengan marah. Meskipun Klan-nya adalah klan bangsawan dan kemungkinan akan menjadi salah satu klan besar berikutnya di masa depan, Patriak Shin kesal karena Wang Shu mengatakan bahwa klan mereka dikeluarkan dari daftar penerima ramuan spiritual.
Shin Mo, yang berada di belakang ayahnya, menatap Fei Hung dengan kebencian seolah ingin membunuhnya dengan matanya. Hanya mengingat bahwa pemuda di depannya memiliki hubungan intim dengan Wang Ying, organ-organnya mendidih di dalam.
Wang Ying mengerutkan kening dan hendak mengatakan sesuatu ketika Fei Hung mengangkat tangannya, menyuruhnya untuk tidak mengatakan apa-apa. Wang Shu menahan diri untuk tidak mengatakan apa-apa dan menunggu Fei Hung mulai berbicara.
"Kau pasti patriark Klan Shin, atau aku yang salah menebak?" Fei Hung bertanya dengan ekspresi datar.
"Hmph, seorang pemuda tanpa sopan santun. Kau pasti dari klan biasa." Patriark Shin mengejeknya, berpikir bahwa Fei Hung mungkin orang miskin, dan itulah sebabnya Wang Shu bersikap baik padanya, "Ya, aku adalah patriark Klan Shin." Jawabnya terdengar arogan.
Fei Hung terus menatap lelaki ini dengan ketidakpedulian yang jelas di wajahnya, tidak terpengaruh oleh nada aroga yang diterimanya.
"Tidak heran anakmu begitu sombong dan bodoh, itu karena ayahnya juga." Fei Hung kemudian berbalik untuk melihat Shin Mo dan mengejeknya.
Semua orang dari klan lain di dalam ruangan aula itu membuka mata mereka dengan kaget ketika mereka mendengar apa yang dikatakan Fei Hung kepada Patriak Shin.
Semua orang lalu memandang rendah Fei Hung sedikit setelah ini.
Patriak Shin Shun mengerutkan kening ketika urat marag muncul di dahinya dan kemudian berkata dengan nada marah, "Bocah! Kau harus menunjukkan sopan santun di depan orang dewasa!"
Patriark Shin sangat marah. Dia merasa dihina oleh seorang pemuda yang hampir terlihat seumuran dengan putranya dan membuatnya sangat kesal.
"Lagi pula, siapa kau?! Klan seperti apa yang melahirkan anak nakal yang tidak sopan sepertimu?!" Patriak Shin mengejek Fei Hung, ingin menekankan kalimatnya saat menghina keluarga Fei Hung.
Wang Shu dan ketiga orang lainnya mengerutkan kening saat Patriak Shin Shun menghina Fei Hung. Fei Hung sudah menjadi anggita keluarga mereka, jadi mereka menganggapnya juga sebagai menantu karena hubungan putri mereka.
Fei Hung memandang Patriark Shin, menggelengkan kepalanya ketika dia menyadari bahwa dia tidak akan pernah berhenti bertemu orang-orang seperti ini.
Fei Hung menghela nafas dengan jelas merasa kecewa sebelum dengan lemah berkata, "Aku adalah Master Alkemis yang membuat ramuan spiritual itu."
Selesai mengatakan itu, Fei Hung mengeluarkan botol dan membukanya, menyebabkan baunya menguap memenuhi seluruh aula itu.
"Ramuan Roh!"
Seorang pria berteriak dengan emosi ketika aroma itu mencapai hidungnya. Dia menatap botol yang dipegang Fei Hung. Pakaiannya sangat mirip dengan alkemis dari asosiasi, jadi Fei Hung mengira dia adalah seorang alkemis juga.
Patriark Shin lalu terkejut oleh hal ini. Sedangkan semua orang bertanya-tanya ketika mereka melihat ramuan di tangan Fei Hung dan kemudian mengingat hal terakhir yang dia katakan.
"Heh. Bocah sepertimu tidak bisa menjadi Grandmaster Alkemis.." Patriark Shin berbicara dengan nada sedikit gugup saat melihat Fei Hung memegang botol ramuan itu.
"Tuan Kota, bocah ini tidak mungkin adalah Grandmaster Alkemis, kan?" Patriark Shin menoleh ke arah Wang Shu dan bertanya dengan tidak percaya.
Wang Shu semakin mengerutkan kening dan berkata dengan suara serius, "Patriark Shin, aku meminta kau untuk menghormati dia jika kau tidak ingin memiliki masalah. Dan memang benar, dia adalah Grandmaster alkemis, orang yang membuat semua ramuan spiritual untuk dibagikan.."
Ketika apa yang dikatakan Wang Shu terdengar, semua orang melihat Fei Hung dengan mata terbuka lebar.
Wang Shu memang telah memberi tahu mereka bahwa seseorang sedang membuat ramuan spiritual, tetapi bukan anggota asosiasi alkimia, oleh karena itu, mereka tidak tahu siapa ahli alkemis ini yang mampu membuat berbagai ramuan spiritual.
Patriark Shin merasa kakinya mulai melemah begitu dia mengerti bahwa pemuda yang dia sebut sebagai bocah bodoh ini adalah Grandmaster alkemis Terhormat yang misterius.
"I-ini tidak mungkin benar..." Patriark Shin bergumam tidak percaya sambil terus memperhatikan Fei Hung, "Pemuda ini seperti dia tidak mungkin seorang Grandmaster Alkemis. Tidak, ini tidak benar."
Bahkan Shin Mo yang berdiri di samping ayahnya juga terkejut melihat pria seusianya ini adalah seorang Grandmaster alkemis.
Orang lain juga menatap menonton Fei Hung dan tidak percaya apa yang terjadi.
Wang Shu menjadi kesal dan berkata dengan suara marah, "Patriark Shin! Perhatikan kata-katamu. Dia benar-benar Grandmaster alkemis yang aku sebutkan sebelumnya. Selain itu, dia adalah calon menantuku."