Pendekar Dewa Pedang

Pendekar Dewa Pedang
Ch. 56 - Impian Luo Zheng


Pelayan itu dengan hormat melaporkan, "Tuan Muda, sepertinya kami telah memperhatikan bahwa Nona Lun meninggalkan rumahnya untuk pergi ke pelatihan hari ini di luar Kota Tianyun pada malam hari ..." Pelayan itu ragu-ragu sejenak sebelum melanjutkan: "Tapi kami telah memperhatikan bahwa, tampaknya hari ini dia dengan sengaja mendandani dirinya sendiri dengan gaun, tidak memakai pakaian latihannya yang biasa dia kenakan ... "


Luo Zheng megerutkan keningnya saat mendengar laporan dari bawahannya.


Luo Zheng menggertakkan giginya dengan marah saat dia mempertimbangkan sesuatu hal.


Dia telah memutuskan untuk mengasingkan diri untuk meningkatkan kekuatan seni bela dirinya, itulah sebabnya dia mengirim orang-orang ini untuk melaporkan kepadanya setiap hal yang dilakukan Lin Meng.


Dia telah menganggap Lin Meng adalah ca istrinya dan tidak ada yang bisa menyentuhnya. Dia akan membunuh siapa saja yang ingin mencuri wanitanya.


Wajah Luo Zheng menjadi gelap memikirkan bahwa Lin Meng mungkin berselingkuh dengan orang lain.


"Mundur. Terus awasi dia! Setiap dia pergi kemanapun, kau harus lapor padaku! Jika kau menemukan pria di dekatnya, dapatkan informasi pria itu sehingga aku bisa membuatnya menghilang di dunia ini selamanya!" Suara muram Luo Zheng terdengar di seluruh ruang kamarnya.


Bawahan itu mengangguk dengan cepat dan melarikan diri dari dalam ruangan, takut akan menjadi sasaran kemarahan Luo Zheng karena suasana hatinya yang sedang buruk.


DUARRR!!!


Luo Zheng mengangkat meja tempat dia makan dan menghancurkannya berkeping-keping.


Dia tidak tahu apakah benar-benar ada orang pria yang dekat dan bertemu dengan Lin Meng di luar sana, jadi dia lebih marah lagi saat memikirkan hal ini.


"Lin Meng, kau milikku, kau tidak bisa lepas dariku. Begitu aku menwrobos ke tingkat Kaisar, kau akan melihat bagaimana aku akan menjadikanmu menkadi milikku." Senyum jahat terbentuk di wajah Luo Zheng saat dia membayangkan apa yang akan dia lakukan pada dewi impiannya.


Sejak dia masih muda, pesona dan kecantikan Lin Meng benar-benar menaklukkan hatinya sampai-sampai semua wanita lain tidak menarik baginya. Tidak ada kecantikan biasa lainnya yang bisa menarik perhatiannya. Dia hanya bisa bermain-main dengan mereka dan kemudian membuangnya sebagai barang bekas setelah kehilangan minat.


Tak terhitung berapa lama sejak dia tertarik kepada Lin Meng dan setiap malam, dia selalu memimpikan untuk memiliki tubuh seksi dan kecantikan Lin Meng untuk dirinya sendiri untuk menikmati setiap sentuhan yang dia berikan pada tubuh suci itu.


Meskipun dia tahu akan sedikit sulit untuk mendapatkan Lin Meng, dia masih berusaha mendorong untuk menggunakan kekuatan keluarganya.


Namun pihak dari Lin Meng menolak lamaran keluarganya, jadi dia tidak punya pilihan selain menunggu sampai rencana untuk mengendalikan binatang iblis yang di rencanakan ayahnya berhasil untuk menguasai kota Tianyun. Begitu itu terjadi, dia akan mengambil Lin Meng langsung ke pelukannya tanpa halangan.


Kemudian, dia akan membawa 4 wanita cantik yang tersisa menjadi miliknya juga.


Kecantikan keempat wanita ini hampir setara dengan Lin Meng.


Dia akan mewujudkan mimpinya dengan dilayani oleh dewi-dewi cantik di bawah kakinya!


Tapi sekarang, jika dia bisa mencapai tingkat Kaisar, mungkin ada cara baginya untuk mendapatkan Lin Meng dan menikmati tubuhnya tanpa harus menunggu keberhasilan Klan nya dalam mengambil alih Kota Tianyun.


Luo Zhen segera ingat saingannya, tuan muda dari Klan Qing.


"Pelayan, cepat kesini!" Luo Zheng memerintahkan pelayan yang ada di luar pintunya, menunggu untuk menerima perintah apa pun darinya.


Pelayan itu berlutut, menunggu perintah tuan mudanya.


"Jika pria yang melihat wanita saya adalah bajingan Qing Zen, Kau harus segera memberi tahu aku agar aku bisa segera datang menemuinya! Apakah kau mengerti?!" Luo Zheng berbicara dengan suara muram.


Pelayan itu mengangguk mengiyakan dan segera pergi.


Dia tahu bahwa satu-satunya yang berani mendekati Lin Meng adalah Qing Zen, tuan muda dari Klan Qing


Kekuatan seni bela dirinya sebanding dengan dia beberapa hari yang lalu ketika dia masih berada di tingkat Surga Besar, tapi sekarang, dia sudah jauh di depan, di tingkat Raja, bahkan mendekati tingkat Kaisar.


Luo Zheng menebak dan bertanya-tanya.


Mungkinkah bajingan itu yang mendekati wanitanya?


"Kau sebaiknya tidak melakukan apa pun terhadap wanitaku ..."


"Aku tidak peduli jika kau benar-benar mencapai ahli tingkat Dewa ..."


"Aku akan menemukan cara untuk membunuhmu jika kau berani mencuri wanitaku!"


Luo Zheng mengepalkan tinjunya begitu erat sampai berdarah karena mengubur kukunya di kulitnya.


Setelah melampiaskan amarahnya dengan memecahkan beberapa hal di kamarnya dan mengutuk siapa pun yang datang kepadanya, Luo Zheng duduk dan perlahan mulai mencerna ramuan spiritual untuk meningkatkan kekuatannya.


..


Lin Meng saat ini sedang beristirahat di kamarnya.


Dia telah kembali sejak dari tadi setelah bertemu dengan Fei Hung, ​​​​jadi dia akan segera tidur.


Melihat botol porselen di meja samping tempat tidurnya, dia mengulurkan tangan dan mengambilnya.


Lin Meng ingat perilakunya malam tadi di depan Fei Hung. Dia malu dan tidak bisa menghentikan sedikit rona merah muncul di pipinya, lalu segera meminum cairan obat itu.


Lin Meng mulai merasakan sensasi menyenangkan dan kenyamanan hangat mengalir di tubuhnya.


Tepat ketika dia ingin berbaring dan tidur, desain botol porselen tempat exilir pemberian Qing Shan menarik perhatiannya.


Botol porselen yang berisi cairan obat itu memiliki beberapa pola indah yang ditandai di permukaannya.


Meskipun beberapa botol porselen yang berisi cairan Exilir memiliki beberapa desain di permukaannya, sangat jarang untuk melihat bentuk seperti botol itu. Biasanya seseorang akan mengukir apa pun yang diinginkannya di permukaan botol, tetapi hampir tidak ada orang yang melakukannya. Apa gunanya mendesain gambar atau pola pada permukaan botol porselen, jika pada akhirnya dibuang dan mendapatkan botol porselen lain saat mendapatkan ramuan.


"Bukankah ini dari..."


Lin Mengx menyipitkan matanya, mengingat apakah asumsinya benar.


"Lupakan saja untuk saat ini. Mungkin aku bisa belajar lebih banyak tentang dia dari waktu ke waktu..." Lin Meng menghela nafas dan berbaring di tempat tidurnya yang besar.


Bayangan Fei Hung terua muncul di benaknya. Tanpa menyadarinya, sosok Fei Hung telah benar-benar tercetak dalam pikirannya.


Tidak lama setelah itu, dia langsung tertidur, dengan senyum nyaman di wajahnya. Perasaan nyaman dan tidak adanya hawa dingin yang menyerangnya memberinya ketenangan.



Ketika Fei Hung tiba di rumah, dia terkejut melihat Ling Xi masih terjaga di ruang tamu.


"Adik Xi, kau masih belum tidur?" Fei Hung bertanya ketika dia melihat kepala Ling Xi bergoyang setengah ketiduran.


Ling Xi terkejut mendengar suara Fei Hung, ​​​​jadi dia dengan cepat bangun dan berkata dengan rona merah di wajahnya yang cantik dan mengantuk, "Kakak, kau sudah kembali ...!"