My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 93 : Kehancuran Sisca (3)


Di Star Entertainment~


Ruangan Co terasa dingin dan penuh dengan aura yang menakutkan. Tatapan dingin yang diberikan oleh Luna kepada Co,membuat Co hanya bisa menelan Saliva nya.


"I...itu'" gugup Co.


"Apa kalian pikir saya orang yang mudah dipermainkan?" tanya Luna dingin.


"Tidak...jelas tidak nona" jawab cepat Co.


"Lalu apa ini" dingin Luna sambil melemparkan keras koran yang dia minta dari Kevin, sekretaris pribadinya.


"I...itu'" gugup Co.


"Seharusnya anda tau bukan saya mensponsori artis ini untuk mendapatkan keuntungan bukan kerugian dan di dalam kontrak tulisannya sangat jelas bercetak tebal, bahwa pihak kalian tidak akan menghancurkan nama baikku" tekan Luna.


"I...itu'"


"Sepertinya kita harus mengakhiri kontrak ini dan membayar denda yang memang harus dibayar oleh pihak kalian" dingin Luna.


"Tidak bisa seperti itu nona, ini tidak bisa karena..." gugup Co.


"Karena apa? karena jika aku menarik semua uang uangku dapatkan perusahaan kalian akan bangkrut" sindir Luna yang membuat Co semakin tegang di tempat duduknya.


Jelas saja perusahaan Star Entertainment akan bangkrut karena sponsor terbesar nya menarik semua dana dan mereka harus membayar denda yang diperbuat artis mereka. Apalagi perusahaan Martin Company sudah menarik investasi miliknya membuat perusahaan Start Entertainment dan tiba-tiba Nypole Enterprise datang seperti malaikat membantu mereka. Sehingga Star Entertainment tidak terancam bangkrut dan mendapatkan keuntungan yang melimpah. Karena itulah Co yang merupakan pemilik Star Entertainment tidak ingin kehilangan keuntungan nya.


"....."


"Diam artinya benar, sepertinya memang aku tidak bisa mempercayai uangku ke tempat kalian" tajam Luna yang kemudian di bawah kakinya Co sudah bersujud meminta maaf.


"mohon nona Luna jangan menarik sponsor anda, anda merupakan sponsor utama kami dan kami..."


"Kami apa?" tanya Luna dingin.


"Kami akan melakukan apapun untuk anda dan mengganti model yang anda inginkan" lanjut Co.


Tampa sepengetahuan Co, senyum tipis terukir di ujung mulut Luna. Melihat ucapan yang sangat dia inginkan dari atasannya Sisca Made. Cara menghancurkan Sisca pertama-tama tanpa campur tangannya adalah dengan cara orang teratas. Tentu saja Luna tidak akan membiarkan kesempatan ini hilang.


"Saya mohon nona" mohon Co. Perusahaan Star Entertainment adalah perusahaan yang dibangun keluarganya dengan penuh keringat. Tidak mungkin Co yang merupakan pemilik utama perusahaan ini membangkitkan perusahaan. Dirinya akan Melakukan apapun yang terbaik untuk menyelamatkan Star Entertainment bahkan dia rela memohon sambil menunduk. Dimana gerakannya ini tidak cocok disebut sebagai atasan.


"Kalau begitu aku akan memberikan keuntungan dan juga sedikit kerugian" ucap Luna.


"Baik...saya akan melakukan yang terbaik untuk permohonan anda" ucap Co yang menarik nafas lega.


"Aku ingin kau mem-blacklist Sisca Made dari dunia Entertainment" minta Luna.


"Bukankah itu kelebihan nona?" tanya Co.


"Tetapi inilah cara yang terbaik, kau tidak melihat kerugian yang diberikan oleh Sisca Made kepada sponsor lainnya?" dingin Luna yang membuat Co kembali mengangguk.


"Lalu keuntungan dan kerugian yang Anda maksud?" tanya Co.


"Setelah kamu mem-blacklist Sisca Made aku akan tetap memberikan sponsor ku kepadamu tetapi angka 60% itu akan ku ubah jadi 18%" jelas Luna.


"Walaupun angkanya kecil dan aku jadi tidak menjadi sponsor utama tetapi tetap saja itu menyelematkan perusahaan yang kau bangun ini" lanjut Luna.



Luna yang menatap Co hanya bisa tersenyum tipis. Sejahat-jahat dirinya dan seingin-inginnya dirinya untuk melakukan pembalasan dendam. Dirinya tidak mungkin membiarkan orang-orang yang tanpa salah dan memiliki kerja keras harus hancur karena dirinya. Luna tidak ingin menghancurkan jerih payah seseorang. Apalagi Luna sendiri' yang mengetahui kondisi perusahaan Star Entertainment.


Semua informasi yang berhubungan dengan Sisca Made jelas dibutuhkan Luna untuk menjatuhkan Sisca Made. Hingga keuangan Star Entertainment juga dia lihat dan kondisikan. Untuk memudahkan nya masuk menjadi sponsor utama di sini. Dan di saat Sisca membuat masalah, Luna yang merupakan sponsor utama akan menarik kontrak miliknya. Sehingga pemilik Star Entertainment akan memohon dan melakukan apapun yang dirinya inginkan.


Sesuai dengan skenario yang sudah dibuat oleh Luna untuk Sisca Made. Hadiah yang akan membuatnya rugi besar, malu dan tidak akan membiarkan kehidupan wanita itu setenang air danau.


"Kalau begitu kalian bisa membayar denda sedikit-demi sedikit kepadaku dan aku akan menunggu kabar dari permintaan ku tersebut" ucap Luna dingin dan berjalan ke luar dari ruangan milik Co.


"Terimakasih-terimakasih" ucap Co menunduk. Memanggil anak buahnya untuk melakukan pekerjaan dan memutuskan semua kontrak milik Sisca Made.


"Tuan apa benar ini tidak apa-apa?" tanya sekretaris nya.


"Lebih baik seperti ini daripada kita kehilangan tempat yang menampung banyak orang yang membutuhkan pekerjaan" jelas Co. Keputusan yang diambilnya sudah bulat untuk menyelamatkan semua orang. Dimana banyak orang yang berkerja di tempatnya dan memiliki keluarga seperti dirinya. Sehingga Co tidak ingin menghancurkan daya kerja yang sudah dibangunnya selama bertahun-tahun.


Star Entertainment yang sibuk mengurus masalah Sisca Made dan Luna yang sudah masuk ke dalam mobilnya. Dia akan kembali ke perusahaan untuk menyelesaikan rapat, ke tempat pelatihan saat jam makan siang untuk mengambil senjata dan kembali ke perusahaan menyelesaikan tugasnya.


Hingga nanti diwaktu malam dia akan menyelesaikan Sisca Made di apartemen wanita tersebut. Karena dipastikan Sisca akan berdiam di apartemen pribadinya dengan keadaan luar masih penuh dengan sorotan kamera. Semua kamera yang bisa saja menambah imagenya yang buruk tambah buruk.


Kring*** Kring***


Suara telpon berdiri di samping Luna, membuat dirinya langsung memasang airpods ke telinganya.


"Siapa?" tanya Luna dingin karena dirinya tidak melihat nama orang yang menelponnya.


"Apa kamu melupakan ku, padahal kita pernah masuk ke dalam satu ruangan" ucap laki-laki tersebut. Luna yang mendengar suaranya merem mendadak mobil yang sedang dikendarainya dan mengambil handphone melihat nama telpon yang ada di handphone nya.


'Sial, benar-benar berubah itu' pikir Luna kesal. Mengingat kejadian kemarin membuatnya ingin mencekik laki-laki yang merupakan ayah dari anak-anak nya.


"Apa yang kau inginkan, tuan Leon?" dingin Luna.


"Kalau aku menginginkan mu bagaimana?" tanya balik Leon.


"sepertinya kau ingin mati di tanganku" dingin Luna.


"Kalau aku mati di tangan cantikmu, bisa saja nanti kamu tidak bisa tidur karena kehilangan ku'" goda Leon.


"Sudahlah aku tidak suka mendengar omong kosong darimu, dan jika kau ingin bertemu denganku maaf saja malam ini aku sibuk" tegas Luna dan mematikan telponnya. Dia sudah cukup emosi dengan keberadaan Leon untuknya ditambah godaan yang tidak mempan terhadap hatinya.


Dilain tempat, seseorang yang ditutup telpon secara paksa itu sedang mengeluarkan senyum dinginnya. Dia menyukai sikap perempuan nya mau itu dulu atau yang sekarang. Karena apapun sikapnya bagi dirinya itu sama saja.


"Leon, apa malam ini kau benar-benar akan pergi ke sana sendirian?" tanya Febri.


"Jelas saja aku akan memburu kelinci liar yang lari dari genggaman ku" dingin Leon.



🔫Uwu Bab selanjutnya bakal ada Leon lagi nih, darah juga bakal ada dan juga buat yang nanya Bab My Ex Secretary ini bakal banyak atau enggak jawabannya enggak. Karena bab ini paling banyak sampe 120 lebih aja. Sisanya paling Extra part jadi tungguin aja yaa. Sayonara~


Info my ig : @dna2005_