My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 182 : Pertemuan Orang-orang Besar (1)


Di tempat lain,


Leon yang telah menyelesaikan laporan dan juga beberapa hal-hal penting lainnya. Dengan cepat pergi ke salah satu tempat pertemuan yang akan diadakan.


Pertemuan itu diadakan tepat di ruang rapatnya. Dengan orang-orang berjas dan juga berkemeja menghadiri rapat tersebut. Namun kemeja dan juga jas yang mereka gunakan jelas tidak cocok dengan barang dan juga laporan yang mereka bawa.


Dimana senjata api terlihat diletakkan di dalam jas mereka saat orang-orang itu mulai memperkenalkan diri mereka masing-masing.


Dengan berkumpulnya beberapa kekuatan di ibukota. Leon mendengarkan setiap perkenalan dan juga laporan yang mereka serahkan kepadanya.


Jika orang-orang biasa melihat orang-orang yang berkumpul di dalam ruangan itu. Mereka akan sangat terkejut, terutama saat orang-orang itu mengenalkan dirinya masing-masing.


Sehingga setiap orang yang mendengarnya akan dengan jelas mengetahui bahwa orang-orang di dalam ruangan itu, bukanlah orang biasa.


Melainkan orang-orang yang sering ada di halaman majalah keuangan maupun politik. Tidak hanya itu saja, dua orang yang di sana jelas merupakan bintang terkenal yang telah menduduki puncak dunia hiburan.


Dan di samping keduanya terlihat jelas laki-laki paruh baya duduk di samping mereka. Dia memiliki sosok yang tampan dan juga gagah, sehingga orang yang melihatnya pasti mengira orang itu adalah paman tampan yang berada di bawah  umur 40 tahun.


Tetapi wajah memang bisa menipu umur yang dimiliki. Dimana dengan jelas paman itu memiliki umur di atas 50 tahun dan merupakan salah satu peneliti yang telah terkenal di dunia, dan namanya sering disebut-sebut di berita nasional maupun internasional.


"Itu saja laporan yang bisa saya sampaikan, tuan." 


Leon yang mendengar itu mengangguk sebagai tanggapannya terhadap laporan yang diberikan oleh semua bawahan yang telah disebar ke beberapa wilayah yang cukup membuat informasi dan juga kekuatannya bertambah.


Walau tidak sesuai dengan keinginannya, itu tetap tidak merubah keunggulan yang mereka miliki.


"Lalu, apa yang ku minta padamu sudah di selesaikan?" Tanya Leon sambil menatap orang yang ada di seberangnya.


"Haha, apa aku terlihat sangat menganggur, bukankah sudah jelas barang di belakang itu milikmu." Tawa professor tua itu yang jelas-jelas seorang ilmuwan terkenal. Terutama bidang metafisika yang melibatkan bahan-bahan kimia sudah menjadi makanan sehari-harinya.


Jika bukan karena tawa tua namun penuh rasa penyejuk itu, orang-orang yang berada dengan ruangan yang sama dengan ilmuwan itu mungkin akan merasa ngeri dan merinding. Apalagi saat mendengar tawa bahagia yang tidak pernah orang tua itu tunjukkan kepada rekan bahkan muridnya!


“Lalu apa kau masih tertarik untuk mengotak-ngatik barang itu?” Tanya Leon sambil membuka sebuah kotak berukuran kecil dari tangan kanannya. 


Dimana di dalam kotak itu terdapat 5-10 buah topeng dengan jenis wajah yang bermacam-macam. Dari wajah laki-laki muda sampai wajah wanita tua paruh baya, yang membuat Leon yang melihatnya mengangguk puas dengan kemampuan yang dimiliki oleh bawahannya.


“Hohoho, saya tidak hanya tertarik dalam mengotak-ngatiknya saja tuan tapi saya juga tertarik dengan berbagai macam senjata terbaru. Tapi sayangnya saya-”



Bukan hanya tidak memahaminya saja, faktanya Leon merupakan investor utama dalam menyumbangkan uangnya ke laboratorium lelaki tua itu. Sehingga Leon tidak akan melupakan investasi yang ia lakukan secara diam-diam.


Dan bila hasil yang ia inginkan memuaskan, Leon akan memperbanyak investasinya di laboratorium dan jika hasil yang dapatkan biasa-biasa saja, Leon dengan senang hati memotong dana yang akan dikirimkan ke laboratorium.


Tentunya ini mengurangi biaya pengeluarannya dan pak tua itu dengan jelas memahami niatnya. Bahkan tanpa diperintahkan sekalipun, lelaki tua itu akan dengan cepat mendorong semua pekerjaannya dan melakukan tugas yang baru saja ia kirimkan.


Sehingga tak lama kemudian, pak tua itu dengan cepat mengirim barang tersebut dengan hasil yang memuaskan dan kadang-kadang lebih dari ekspektasinya. Membuat Leon yang mendapatkan hasil yang lebih dari harapannya dengan cepat memasukkan uang ke dalam rekening pak tua itu.


Apakah beberapa minggu ini dia dengar sebuah informasi menarik dari bawahan gelapnya bahwa pak tua itu sedang tertarik dalam mempelajari senjata jenis api. Yang membuat Leon yang mendengarnya mau tidak mau mendukung lelaki tua itu dan mengirimkan bawahan yang mahir dalam senjata api.


Bawahan itu adalah seorang wanita yang saat ini sedang duduk di tengah-tengah para pria dan duduk di posisi paling mencolok. Sehingga orang yang melihatnya mau tidak mau sesekali menatap ke arah wanita itu.


Dimana dari tampilan wajah itu terlihat seorang wanita cantik dengan setelah tang tradisionalnya duduk di tengah-tengah para pria. Membuat tubuh itu dengan cepat memperlihatkan sosoknya yang indah dan juga anggun.


Jika kalian tidak memperhatikan cincin yang ada di sela-sela jari di tangan kanannya. Kalian akan berpikir bahwa wanita itu masih single. Namun sayangnya walaupun wanita itu sedang berada di umurnya paling segar dan berjayanya.


Itu tetap tidak merubah fakta bahwa wanita itu telah melahirkan seorang anak dan saat ini sedang mengandung anak keduanya. Yang dengan jelas terlihat dari perutnya yang sedikit menggembung dan wanita itulah yang merupakan istri dari tangan kirinya yang biasa memegang kekuasan di dalam bayang-bayang.


Bahkan di ruangan ini semua orang tidak bisa merasakan kehadiran pria itu kecuali dirinya, tangan kanan beserta istri dari pria besar lainnya yang merupakan salah satu dari banyaknya bawahan terpercayanya.


Leon yang mengalihkan pandangan ke tempat duduk wanita itu, membuat wanita yang sedang merapikan rambutnya dengan cepat mengeluarkan senyum lembutnya dan menjelaskan apa saja hasil yang ia dapatkan selama ini.


“Tenang saja tuan, walaupun pekerjaan utama saya sebagai desain pakaian dan juga perhiasan, itu tetap tidak menghalangi saya untuk mengajari  pak tua itu berbagai desain maupun model senjata api yang baru maupun yang lama.” Jelas wanita itu lembut dan membiarkan suara itu terdengar di telinga suaminya. Dimana kini hatinya sedang bersemangat saat mengetahui bahwa suaminya yang sering bertugas ada di dalam ruangan yang sama dengannya.


‘Ahh! Apa suami ku melihat wajahku? Tidak ada yang jelek dari pakaian dan wajahku bukan? Jika aku tau suami ku akan ikut ke dalam pertemuan ini, seharusnya aku memakai baju desain yang baru saja ku selesaikan kemarin! Argh, ini benar-benar mengecewakan sosok cantik ku saja.’ Pikir wanita itu yang kesal akan ketidaktahuannya.


Membuat wanita itu bolak-balik menyentuh rambut maupun wajahnya. Agar tidak terlihat jelek dimata suaminya tercinta. 



🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.


🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~