
Kartu yang dikocok oleh sang dealer dengan cepat dibagi. Pembagian kartu yang rata dan suara pukulan bell sebagai tanda mulai
"Baiklah buka kartu kalian" ucap Dealer yang memulai pertandingan.
Luna dan pria bertopeng tersebut mencocokan setiap kartu milik mereka. Setiap pemain menentukan angka dan melihat kartu yang ada. BINGO permainan kartu yang menggunakan insting dan keterampilan jelas sangat sulit dalam memenangkan nya.
Tetapi semua orang yang ada di sana hanya bisa terkesima saat melihat permainan kedua orang yang ada di meja. Tebakan Luna selalu tepat dan pengambilan maupun pencocokan miliknya tidak pernah salah. Bahkan orang-orang yang ada di dekatnya melongo karena melihat kemampuan permainan Luna. Karena di hadapan Luna sekarang adalah dewa kartu dan jelas sangat sulit untuk mengalahkan orang yang memiliki sebutan seperti itu, tapi tidak dengan Luna yang melakukannya dengan santai dan tenang.
Tangannya mengeluarkan semua kartu miliknya dan meletakkan nya rapi. Dengan senyuman penuh kemenangan dia mengucapkan sebuah kata yang menjadi tanda kemenangan miliknya.
"BINGO" smirk Luna yang menampilkan kartu miliknya. Kartunya sudah tersusun dengan angka yang cocok 5×5 sesuai dengan peraturan permainan perjudian ini. Orang-orang yang ada langsung berteriak kagum maupun dealer yang terkejut. Dealer pertandingan kali ini sudah sering melakukan tugasnya sebagai dealer yang profesional dan selalu membawa pertandingan milik sang dewa kartu.
Kekalahan yang tidak pernah dijumpai dan sebuah kekalahan yang tidak pernah terbayangkan. Untuk pertama kalinya Dewa Kartu kalah di permainan yang sangat dikuasai orang tersebut. Bahkan orang-orang yang ada di dekat mereka tidak percaya dengan apa yang mereka liat.
"Sepertinya pertandingan kali ini sudah ditentukan, tuan" dingin Luna dan menatap dingin ke arah lawannya. Walau permainan kartu tadi membuatnya sedikit kesusahan tetapi tetap saja dia memiliki satu tujuan di permainan ini. Mengambil kembali uang Joe yaitu 200 chip sedangkan sisanya akan dia bawa pulang sebagai keuntungan karena menguras otak dan membuang waktunya.
"Ini... ehem selamat untuk nona telah memenangkan pertandingan kali ini" ucap Dealer yang kembali fokus dan menetralkan semua ekspresi terkejutnya.
"Wah dia menang astaga"
"aku tidak percaya"
"Siapa wanita itu? aku ingin dia menjadi milikku?"
"Apa dia ratu judi?"
"Aku ingin dia menjadi wanitaku"
"Berapa bayaran untuk wanita tersebut?"
"hebat sekali"
"bukankah ini yang pertama kali?"
Dan masih banyak lagi ucapan yang dikatakan oleh orang-orang di sekitarnya. Jelas saja semua terkejut dan terkesima. Bagaimana juga ini pertama kalinya mereka melihat kekalahan dewa kartu di hadapan mereka. Bahkan bukan main-main taruhan yang diberikan yaitu meminta semua uang yang didapatkan oleh laki-laki bertopeng itu.
"Nona di dalam kartu ini terdapat harga yang didapatkan tuan saya selama pertarungan malam ini" ucap salah satu penjaga dan menyerahkan kartu platinum bewarna hitam. Yap chip-chip yang telah ditukarkan bisa kembali ditukar menjadi uang dan dimasukkan ke dalam kartu bang sendiri.
Membuat perjudian tingkat atas ini sangatlah memberi keuntungan maupun kerugian tersendiri dan jelas Luna tidak akan menyia-nyiakan kartu yang ada di hadapannya. Tangannya mengambil kartu platinum bewarna hitam tersebut dan membawanya sedikit ke bibirnya.
Dengan senyuman yang penuh menggoda dan gerakan sombong yang diberikan oleh kartu yang diletakkan di dekat bibirnya. Luna menatap dingin ke arah orang yang ada dihadapannya.
"Terimakasih tuan atas kemurahan hati anda" senyum Luna dan berbalik ingin pergi dari ruangan yang berada di lantai 5 ini.
"Nona Lun bisakah kita bertanding lagi?" tanya lelaki bertopeng tersebut.
"Eehhh bertanding???" ucap Luna rendah.
"hahaha sayangnya saya di sini untuk membantu teman saya saja dan tidak menginginkan pertandingan lagi kecuali...ada sesuatu yang menarik bisa anda berikan kepada saya" lanjut Luna. Dia menggunakan jaket bulu-bulu miliknya dan menutupi kulit putihnya dengan jaket tersebut. Tetapi jaket yang dia gunakan tidak membuat aura kecantikan dan menggoda miliknya menurun.
Malah suara dan tekanan aura miliknyalah yang membuat orang-orang di dekatnya tergoda dan menginginkan dirinya sekarang. Menginginkan nya untuk menemani di ranjang atau sebagai teman minum saja. Sayangnya Luna bukan untuk bersenang-senang di sini melainkan mendapatkan bukti untuk menghancurkan Sisca Made dan kembali pulang menemani kedua malaikat miliknya.
"Jika saya memiliki barang yang menarik apa anda ingin memberikan waktu anda sebentar untuk saya?" tanya lelaki bertopeng tersebut.
"Ya saya akan memberikan waktu saya sedikit itupun jika anda memilikinya" tekan Luna.
"Kalau begitu bagaimana dengan barang ini" ucap Lelaki bertopeng tersebut dan membiarkan ajudan miliknya membuka kota yang dia bawa. Semua mata terpana dengan barang ada di dalam kotak tersebut. Itu adalah pistol kaliber yang hanya ada satu-satunya di dunia
Itu adalah Shotgun atau senapan gentel yang merupakan salah satu senjata api dengan menggunakan selongsong peluru berbentuk silinder. Senjata dengan nama Benelli M-4 Super 90 dari Italia yang merupakan salah satu senapan-senapan asing yang paling dihormati di Rusia. Benelli M-4 Super 90 dari Italia tidak hanya terkenal karena ergonomi dan keandalannya, tetapi juga karena bentuknya yang indah.
Tentu saja jelas semua orang sangat terkejut dan hampir mengeluarkan bola meta mereka. Karena di dalam kotak tersebut adalah senjata yang langka dan memiliki harga yang mahal dengan shotgun yang berisi 7 buah peluru kaliber 12 gauge. Jelas semua orang sangat menginginkan nya bahkan senjata itu hanya berada di sipil Rusia.
"Bagaimana?" tanya pria bertopeng tersebut. Semua orang menelan saliva mereka dan berharap senjata itu bisa mereka sentuh barang sekali saja. Semua orang yang ada di sini jelas adalah orang-orang terkemuka dan penuh dengan kelicikan. Selalu mengetahui apa yang terhebat dan terbaik dan jelas menginginkan barang yang diperlihatkan oleh Dewa Kartu kepada mereka.
"Heh, barang yang menarik ternyata" dingin Luna. Dia memikirkan untuk menerima atau menolah karena baginya tidak mungkin laki-laki ini meminta penawaran yang tidak menakutkan untuknya.
"Tapi sepertinya anda menginginkan sesuatu bukan?" tanya Luna.
"anda sungguh pintar nona"
Klekk**
Laki-laki tersebut memetikkan jarinya dan membiarkan ajudannya menutup kembali kotak tersebut. Membuat orang-orang yang ada di sana mendesah sedih karena tidak bisa melihat senjata tersebut lebih lama.
"Jika saya memang saya akan mendapatkan senjata itu tetapi jika saya kalah bagaimana?" tanya Luna dia membutuhkan penjelasan tentunya.
"Bagaimana kalau saya meminta waktu anda 8 jam saja saya meminta 1 : 3 waktu anda" tawar laki-laki bertopeng tersebut. Membuat orang-orang yang di sana terkesiap lagi jelas ini adalah penawaran yang berat sebelah lagi. Waktu dibayar oleh senjata dengan level atas ini merupakan kebodohan yang mutlak tentunya.
'8 jam artinya masih ada 16 jam lagi DNA pekerjaanku?...' pikir Luna. Mungkin orang berpikir bahwa dia akan menerima tawaran tersebut cepat tetapi tidak bagi dirinya. Karena waktu sangat berharga dan setiap detik miliknya merupakan uang.
'Sepertinya aku harus memilih yang itu' ucap Luna dalam hati.
🔫Uwu besok bakal bikin kalian deg-degan karena nasib Luna bakal diberantakin oleh Leon dan doain ya semoga besok gak ada kendala supaya bisa Up ^^ sayonara~