
"Kalau begitu mari kita mulai hukuman milikmu, D-O-L-P-H" eja Luna di akhir kalimatnya dan melemparkan pisaunya tepat di dekat area milik Dolph. Dolph memundurkan langkahnya saat merangkak saat melihat aura Luna yang mencekam sudah mulai mendekati dirinya.
"Aku akan bilang siapa dalangnya!" teriak Dolph saat langkahnya terhenti di area dinding gudang. Luna mendekati Dolph Lalu berjongkok di depan Dolph.
"Bukannya kau yang ingin ini semua" ucap Luna dingin dan langsung digeleng mentah-mentah oleh Dolph.
"Saya hanya kaki tangan" jawab Dolph membela dirinya tidak bersalah. Luna menekuk wajahnya dan memandang Dolph santai.
"Lalu siapa?" tanya Luna santai.
"Jika saya memberi tahukan siapa yang memerintah saya lepaskan diriku" tawar Dolph yang membuat Luna mengangkat alisnya sebelah dan kemudian tersenyum.
"Baiklah" Senyum Luna.
"Ketua ini tidak bisa dilakukan" protes bawahan Luna yang sedang berdiri di belakangnya. Wajah Luna berbalik dan menatap bawahnya dan mengucapkan kata-kata dari mulutnya yang sangat jelas bisa diartikan walau saat dia berbicara tidakjika ada suara yang keluar di sana.
"Diamlah" ucap Luna mengejakan dari mulutnya lalu kembali menatap Dolph.
"Sebutkan" ucap Luna dingin.
"Klan harimau" jawab Dolph.
"Apa yang membuat mereka memintamu" tanya Luna to the point.
"Dia memerintahkan klan kami agar menyerang anda dan membuat klan ular mengikuti jalannya" jelas Dolph saat mengingat setiap perkataan dari perempuan bernama Lina Luxury.
"Ada lagi?"
"satu lagi dia meminta kami mencari petunjuk dari anda tentang suatu barang yang entahlah saya juga tidak mendengarnya" jawab Dolph yang diangguki Luna. Luna berdiri dari posisi jongkoknya dan berbalik dia merasakan suhu dingin yang sudah mengenai kulitnya dan...
Sreeess...
Di saat daun mulai berguguran di saat itulah Luna melemparkan belatinya secara cepat di area dada milik Dolph.
"Kamu.. sudah berjanji uhuk" ucap Dolph saat merasakan dadanya sudah ditikam oleh senjata tajam dan membuatnya mengeluarkan darah. Luna memutar posisi badan nya dan menatap kembali Dolph yang sudah hampir hilang kesadaran nya.
"Sayangnya aku tidak berkata untuk berjanji tapi aku hanya berkata Baiklah yang tentu saja aku bisa melanggarnya bukan" ungkap Luna dan tersenyum ke arah Dolph.
"Dan Terima kasih atas informasi mu, tuan Doplh" lanjut Luna yang diakhir dengan senyum smirknya.
"Dasar kau perempuan ******" ucap Dolph terlahir kalinya sebelum tiga peluru menembaknya dengan cepat.
Dor** Dor** Dorr**
Anak buah Luna menembak tepat di area kepala Dolph Dan membuat laki-laki itu menghembuskan nafas terakhirnya. Tubuh Dolph bersender lemah di dinding bangunan sambil tertutup mata.
"Tidak masalah" ucap Luna dan memasukkan pisau belati nya di area paha yang berisi sarung belati miliknya
"Ketua apa yang akan kita lakukan dengan semua mayat ini?" tanya bawahan yang lainnya.
"Bakar semuanya di sini kecuali kedua orang yang terkahir ku bunuh" perintah Luna dan menatap langit-langit gedung.
"Baik ketua tapi apa yang kita lakukan untuk kedua mayat itu tidak mungkin kita kubur bukan?" tanya yang lainnya. Luna menoleh ke arah bawahannya dan memberikan senyum dingin miliknya.
"Potong tubuh mereka masing-masing 12 bagian" ucap Luna yang diangguki oleh bawahannya.
"Seperti ayam ketua?"
"Ya seperti ayam dan jangan lupa minta Edwin bawa kotak kosong yang bisa diisi dengan potongan mereka" perintah Luna.
"Apa bisa saya hias juga ketua?" tanya bawahan perempuan milik Luna.
"Tentu saja dan ku tunggu di luar" ucap Luna dan melangkahkan kakinya ke luar bangunan. Sudah cukup baginya mencium bau darah dimana-mana sekarang dirinya harus merilekskan tubuhnya di liat gedung.
Bawahan Luna dan beberapa orang yang datang atas perintah Edwin sudah membantu membereskan semua mayat dan tentunya gedung kosong dibakar sempurna oleh mereka.
"Ketua apa yang harus kita lakukan dengan kotak ini?" tanya Edwin yang sudah membawa kotak yang berisi potongan-potongan tubuh musuhnya.
"Isi kotak itu dengan beberapa bunga marigold dan hiasi luarnya dengan bunga mawar merah agar tidak terlalu mencurigakan" perintah Luna yang diangguki Edwin. Tangannya dengan cepat memesan bunga marigold bunga yang berasal dari Meksiko ini dan menyebut marigold sebagai cempasuchil. Cempasuchil disebut sebagai flor de muertos (bunga kematian) karena bunga ini kerap ditanam di dekat nisan.
Marigold juga kerap menjadi hiasan saat Dia de los Muertos, festival kematian yang dirayakan setiap tahun. Biasanya marigold akan dijadikan penghias altar bagi kerabat yang sudah meninggal.
Tetapi mungkin ketuanya ingin musuhnya mengetahui bahwa kematian akan mendekati mereka dan tentunya ketua mereka lebih pintar dan licin untuk melakukan hal-hal yang mengerikan. 'anda memang yang terbaik tuan'' pikir Edwin yang sudah meminta langganan nya menyiapkan bunga marigold.
"Nona bila kotak ini sudah disiapkan dimana saya akan mengantarnya?" Tanya Edwin.
"Kirim saja ke villa milik keluarga Luxury yang ada di London bukannya mereka sedang berlibur di sini?" tanya Luna saat mengingat berita yang dia baca di handphone dan bertuliskan bahwa keluarga Luxury sedang berlibur di London bersama dengan calon menantunya, Leonex Martin.
"Baik ketua kami akan memberikan hadiah ini ke tempat Luxury" hormat Edwin yang diangguki Luna. Luna berjalan mendekati motonya dan menyembunyikan kebahagiaannya apalagi saat dirinya melihat raut wajah Luna yang membuka kotak yang terlihat romantis tapi isinya hanyalah pertanda buruk. 'Aku tidak sabar melihat wajah ketakutanmu itu, Lina luxury' ucap Luna dalam hatinya dan melajukan motornya meninggalkan area gedung yang mulai terbakar.
"Semuanya cepat bawa kotak ke markas dan jangan lupa tinggalkan tempat ini secepat mungkin karena seperti yang kalian tau mungkin sebentar lagi akan ada yang ke sini" perintah Edwin yang diangguki oleh semua anak buah klan Ular. 'keluarga Luxury sepertinya kalian mencoba bermain-main dengan ketua kami lihat apa yang akan ku tambahkan di kotakmu' Smirk Edwin sambil memikirkan apa yang akan dia tambahkan sebelum memberikan hadiah besar kepada mantan keluarga bosannya.
Ketuanya hanya mengatakan menambahkan bunga dan mengirimkan nya artinya dirinya tidak mungkin tidak diperbolehkan menambahkan sesuatu seperti bubuk racun atau juga bom yang pastinya akan sangat menyenangkan bila melihat kabar di televisi ataupun koran yang bertuliskan Percobaan Pembunuhan terhadap Keluarga Luxury yang akan menjadi trending topik nomor 1 di dunia.
'aku harus mencobanya dan juga semoga malam ini anda bermimpi indah tuan' ucap Edwin dalam hatinya dan masuk ke dalam mobil Jeep hitam dan meninggalkan gedung yang sudah terbakar dan termakan oleh kobaran api yang akan melenyapkan darah ataupun anggota tubuh orang yang berani bermain-main untuk melawan klan mereka.