
Keesokan harinya. . .
Di langit malam yang penuh dengan warna kegelapan, keberadaan makhluk hidup mulai tersamarkan. Bunyi dedaunan yang melambai memperlihatkan pepohonan yang sedang bergemisik.
Suara aliran sungai terdengar jelas di malam gelap itu menambah perasaan hutan yang sesungguhnya. Bunyi jangkrik dan juga katak berbunyi di malam hari itu, dimana banyak mata sedang menatap tempat itu dari kejauhan.
Bahkan nafas orang-orang yang bersembunyi kini tersamarkan oleh suara angin yang bertiup. Dimana kini banyak pasang mata sedang memandang tempat itu dari kejauhan.
Terutama suara-suara aneh yang berasal dari sana. Yang tak lama kemudian pintu gerbang yang seharusnya tertutup saat malam hari, kini mulai terbuka dan memperlihatkan nuansa alam yang ada di sana.
Tapi tidak ada siapapun yang bergerak untuk mencoba masuk ke dalam lingkup ruangan itu. Sehingga orang yang tidak masuk dan melihat dari luar lingkungan itu melihat pemandangan menakjubkan.
Dimana sekawanan serigala yang seharusnya berada di dalam kandang kini telah dikeluarkan oleh orang-orang yang ada di dalam sana.
Membuat pagar yang tadinya terlihat aman kini dipenuhi dengan rasa penindasan dari para serigala liar itu.
Bahkan Luna dan Leon yang berdiri di tempat yang berjauhan juga melihat gerombolan serigala yang menjaga tempat itu.
Bukan karena mereka tertarik dengan hewan buas itu, hanya saja mata mereka dengan mudah menangkap bahwa sekawanan serigala yang ada di depan mereka bukan hewan buas biasa.
Melainkan sekawanan serigala yang telah terlatih. Terutama saat para serigala itu dengan mudahnya diperintahkan oleh orang-orang itu.
"Ini menarik."
"Sepertinya daging serigala enak untuk dimakan."
Ucap Leon dan Luna bersamaan dari kejauhan. Membuat Max yang berada di samping tuannya juga menyadari apa kekuatan lawan mereka.
Saat melihat serigala yang seharusnya terkunci di kandang dan merupakan hewan berdarah dingin. Kini dengan mudahnya bergaul dengan orang-orang itu dan mengikuti setiap perintah yang diberikan oleh orang-orang itu kepadanya.
"Tuan, apa kita-"
"Tidak perlu menggubahnya, lanjutkan rencana seperti yang kukatakan sebelumnya."
"Baik, tuan."
"Tunggu."
"Ya, tuan?"
"Apa kau membawa produk yang diberikan profesor itu baru-baru ini?"
"Maksud tuan produk aneh yang digunakan untuk menghalau segala jenis bau itu." Jelas Max yang sudah menghafal seluruh produk aneh yang dihasilkan oleh profesor atau ilmuwan tua itu.
Yang anehnya barang-barang aneh dan tidak bermutu itu bisa memanfaat saat dalam kondisi yang tak terduga. Seperti kali ini, saat tuannya mengingatkan nya tentang barang aneh tersebut.
Dan dia menyadari bahwa dia memiliki barang aneh seperti itu.
'Apa tuan ingin menggunakan nya?' Pikir Max sambil menatap tuannya dan dia menerima tatapan balik tuannya. Yang dengan cepat masuk mengetahui maksud dari yang tuannya katakan.
"Seperti yang anda lihat tuan, karena beberapa misi memiliki kondisi tidak terduga kelompok kami sering membawa barang-barang yang aneh itu untuk misi kami dan ya kami membawanya." Jelas Max dan menekan mekanisme yang ada di jam tangannya.
Dengan sekali tekan sebuah bayangan keluar dari balik pepohonan. Membuat dedaunan mulai berguguran secara perlahan.
"Ya."
"Ambil barang yang ada di belakang." Perintah Max kepada bawahannya.
"Kotak nomor?"
"03."
"Baik."
Dengan suara jawaban yang singkat bayangan itu dengan cepat menghilang dan kembali dengan membawa sebuah kotak berukuran cukup besar. Dan meletakkan barang tersebut di atas tanah.
Max yang melihat barang itu mengangguk dan berjalan mendekat ke arah kota yang terletak di sana. Menekan beberapa kode dan membuka kotak secara perlahan.
"Seperti biasa, orang tua itu masih sangat menyebalkan." Gumam Max yang bukan hanya istrinya saja yang tidak menyukai pak tua itu, melainkan dirinya juga.
Terutama setiap misi yang harus ia lakukan kadang-kadang membutuhkan barang orang tua itu. Membuatnya harus terkena jebakan dan menghindari jebakan yang orang itu pasang.
Agar tidak mengganggu misi yang ia lakukan selama ini.
"Yang mana barangnya?"
"Ini tuan" Ucap Max sambil memperlihatkan barang yang baru-baru ini diberikan pak tua itu kepadanya.
"Lotion?"
"Ya, orang tua itu berkata semakin kecil barangnya semakin bagus untuk dibawa."
"Seperti obat pemutih wajah."
"Haha." Balas Max yang menyembunyikan fakta bahwa produk ini terinspirasi dari produk yang biasa digunakan istrinya.
Terutama saat istrinya sedang membantu lelaki tua itu untuk mendesain senjata. Sehingga dia terlambat pulang dan membawa perlengkapan kecantikan nya ke laboratorium.
Agar nanti saat ia pulang istrinya akan menjemput dia dengan wajah cantiknya. Yang padahal tidak perlu dirias istrinya masih tetap cantik dan manis.
#BudakIstriTingkatAkut!
"Kalau begitu perintahkan semua orang untuk menggunakan produk ini di seluruh tubuh mereka dan pastikan serigala itu tidak bisa mencium bau kalian. Mari kita uji produk ini hari ini." Ucap Leon dingin.
Max yang mendengar perintah tuannya dengan cepat meletakkan barang itu kembali ke bawahannya dan mengikuti perintah tuannya.
Dan dengan dengan cepat semua orang di bawah Leon sudah menggunakan lotion yang diperintahkan oleh tuannya kepada mereka. Sehingga mereka siap untuk melakukan rencana yang tuan mereka berikan kepada mereka.
"Lakukan sesuai apa yang ku minta pada kalian."
"Siap, tuan."
"Mulai bergerak."
Dengan suara perintah yang singkat dan juga dingin semua bayangan mulai bergerak ke dalam malam yang gelap. Terutama saat bulan yang biasanya menerangi bumi kini tengah ditutupi oleh awan.
Membuat hari yang gelap menjadi semakin gelap. Bahkan suhu di luar ruangan tersebut semakin dingin. Seolah-olah mereka siap untuk bertarung dengan mereka.
Di sisi lain,
Luna yang tengah beristirahat di atas pohon kini telah membuka matanya kembali dan melihat sekawanan serigala yang berdiri di sisi gerbang.
Seolah mereka semua siap menerkam mereka yang telah memasuki wilayahnya. Membuat Luna yang melihatnya menyentuh kantong celana nya dan mengambil sebuah kantong kain yang dirajut dengan halus.
Bahkan di kantong tersebut terlihat sebuah bunga Lily di jahit dengan tangan. Kantong itu seperti memperlihatkan kepada orang-orang, bahwa ia telah dibuat dengan sangat baik dan juga terampil.
Sehingga orang yang akan menerimanya akan senang saat melihat kantong tersebut. Luna yang melihat kantong itu mendekatkan kantong kecil beraroma di setiap tubuhnya.
Membuat aroma dinginnya dengan cepat terselimuti oleh wewangian yang berbeda. Membuat orang-orang yang mencium dan mendekatinya pasti menyadari bahwa aroma yang ada di tubuhnya sangat tidak disukai oleh para hewan.
Terutama hewan buas seperti serigala yang selalu mengkonsumsi daging dan juga tulang dari hewan lemah yang telah mereka kalahkan.
Dengan penciuman yang kuat mereka sangat membenci aroma yang ada di tubuhnya saat ini. Karena Luna saat ini sudah menebak bahwa akan ada kejadian tak terduga selama ia melakukan misinya.
Oleh karena itu, Luna telah membawa kantong wewangian ini selama beberapa hari saat ia dalam perjalanan.
"Keberuntungan yang sangat tak terduga." Bisik Luna dingin.
🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.
🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~