My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 24 : Nona (2)


Neva berpamitan dengan semua pelayan yang ada di cafe itu berbeda dengan Luna yang membayar sewa cafe itu selama 1 jam lebih, walau terlihat hanya mengobral ringan dan cepat tapi sebenarnya obralan itu cukup menghabiskan waktu yang membuat Luna tidak terasa jam sudah menunjuk ke angka 7.00 am.


"Terimakasih banyak nona" ucap semua pelayan itu menunduk hormat Luna hanya mengganguk dan berlalu pergi ke arah mobilnya. Neva hanya melambai ke arah teman-teman yang lebih muda dari dia tetapi menganggapnya sama umur membuat dirinya betah di cafe itu walaupun umur dan status yang terbilang tidak cukup baik.


Saat diluar Luna mendekati mobilnya dan membuka pintu kemudi itu, Neva yang melihatnya sangat tidak percaya dengan apa yang dia pandang. Mobil yang dikendarai oleh anak asuhnya mobil yang sangat mahal dan pastinya sangat tergolong mahal.


"nona ini benar mobil nona kan?" tanya Neva gugup yang membuat Luna menatap lurus ke arah Neva.


"Masuk dulu Sister Neva sebelum kita terlambat" ucap Luna datar yang membuat Neva menganguk dan membuka mobil itu pelan. Tangannya mengusap tidak percaya dengan mobil yang dia duduki itu dan orang yang sangat disayanginya memiliki barang ini.


"No..nona" ucap Neva yang membuat Luna hanya menatap lurus ke jalan.


"Alamatmu, sister Neva" ucap Luna yang membuat Neva memberitahu kan alamatnya dan lika liku jalan menuju tempat tinggalnya. Neva menarik nafas pelan jujur saja dirinya ingin bertanya kepada Luna tapi aura yang terasa di mobil itu sangat dingin membuatnya takut dan tidak percaya untuk bertanya.


"tanyakanlah" ucap Luna dingin yang membuat Neva tersenyum ke arah Luna.


"Bolehkan sister bertanya apa yang membuatmu seperti ini? dan maaf bila ini tidak mengenakan hatimu" sopan Neva yang membuat Luna menoleh sebentar ke arah Neva lalu fokus kembali untuk mengendarai mobilnya.


"Sesuatu yang membuatku seperti ini sister Neva" jawab Luna lalu membelokkan setirnya pelan dan memparkirkan mobilnya di tempat cuci mobil di sana.


"kenapa berhenti, nona?" tanya Neva bingung sedangkan Luna sedang melepas seatbelt nya dan milik neva.


"Mobilku tidak bisa masuk ke dalam gang itu" ucap Luna sambil menatap gang setapak itu yang membuat Neva hanya terkekeh dengan kebodohan nya dan juga entah kenapa sejak kapan dirinya tidak pernah sebahagia ini.


"Ayo sister Nev" ajak Luna yang diangguki oleh Neva. Luna dan Neva memasuki gang setapak itu yang di pimpin oleh Neva hingga mereka sampai ke sebuah tempat kecil yang berada di gang sempit itu. Neva memasuki kuncinya dan memutar kenop itu pelan. Neva mempersilahkan Luna memasuki rumah yang sudah dia diami Selami 8 tahun itu.


"Ayo nona masuk" ajak Neva yang diangguki oleh Luna. Di dalam rumah itu terlihat ruangan yang bersih dengan desain yang minimalis dan pastinya sangat berbeda dengan pemandangan di luar yang terlihat kumuh. Luna melihat-lihat isi rumah itu pelan sambil menatap dekorasi yang rapi di sana yang membuat Luna teringat dengan dekorasi kamarnya di London yang baru dirinya tinggalkan selama satu bulan lebih.


Kamar yang bersih dengan seprei bewarna hitam tetapi dindingnya berwarna putih tidak menggunakan banyak dekorasi tapi hanya sedikit membuat kamar itu terlihat luas dan sederhana yang tentu saja Luna mempelajarinya dari Sister Neva nya.



Luna berjalan ke dalam kamar Neva dan terlihat perempuan yang lebih tua dan hampir memasuki umur paruh baya itu sedang memasuki beberapa barangnya di dalam tas yang sangat dirinya kenal. Tas bewarna hitam dan putih yang dirinya beli saat mendapatkan uang dari mengikuti lomba.


"Sister Neva masih menyimpan nya?" tanya Luna sambil berjalan mendekat ke arah Neva. Perempuan itu hanya mengusap pelan tas kusap yang sangat berharga baginya itu.


"saya tidak bisa membuangnya nona ini berharga" sendu Neva sambil mengusap tas itu lembut.


"Baiklah mari kita bersihkan dan masukkan barang-barang ini" ucap Luna lalu mengambil sapu dan menyapu kamar itu.


"nona bisakah saya bertanya?" ucap Neva yang membuat Luna mengentikan gerakan menyapunya.


"Tanyalah" jawab singkat Luna.


"Kenapa nona membawa saya ke tempat tinggal anda? ada apa memangnya nona?" tanya Neva sambil menatap punggung itu. Punggung yang dari kecil yang sudah memiliki beban dan sekarang bukannya berkurang tapi sepertinya bertambah hingga tidak akan bisa dipikul lagi.


"Tidak ada apa-apa sister Neva hanya saja saya ingin sister Neva aman" jawab Luna lalu melanjutkan menyapu lantai itu.


"aman? apa nona berniat" ucapan Neva tergantung dengan ucapan Luna yang membuatnya tau bahwa anak kecil yang dia lindungi dan rawat dengan kasih sayang itu sudah berubah menjadi seseorang yang tak memiliki belas kasihan lagi. Sosok yang jauh dari warna putih dan mendekati warna hitam yang sangat pekat.


"Betul aku berniat membalasnya, apa sister Neva pernah mendengar peribahasa mata diganti mata, gigi di ganti gigi maka mereka harus mengganti semua yang pernah mereka lakukan" ucap Luna dingin yang membuat Neva berdiri dari duduknya dan berjalan memegang tangan perempuan itu lembut.


"Mereka akan membalasmu lagi nona dan juga apa yang nona miliki untuk membalas mereka yang bahkan bisa menginjak kita di atas tanah" ucap Neva yang khawatir yang membuat Luna melepas sapunya dan memegang kedua tangan yang sudah berkeriput itu.


"Apa sister Neva melihat ketidak mampuanku di dalam mata ini?" tanya Luna dingin yang membuat Neva menatap mata itu lekat dan sungguh hatinya sangat sedih dan sakit. Dia tau tatapan mata itu tatapan mata yang bahkan bisa mengirim ke neraka. Tatapan yang penuh dengan kebencian dan dendam, bahkan Neva sendiri tidak pernah membayangkan tatapan perempuan polos yang sellau tersenyum dan selalu banyak bicara bersama dirinya berubah menjadi seseorang yang tidak tersentuh mau itu jiwa dan pikiran. 'Apa yang membuatmu seperti ini, nona' pikir Neva sendu.


"Sister Neva ayo kita selesaikan ini kita harus segera berangkat sebelum terlambat" ucap Luna mengentikan pembicaraan yang pasti akan ditanyakan oleh orang yang terdekat nya tapi sayangnya dia hanya memiliki sister Neva orang yang merupakan terdekat bahkan tersayangnya.


'Maaf sister Neva aku harus membawamu karena aku harus menyelesaikan ini tanpa membawa orang terdekat dan bisa menjadi kelemahan ku. Cukup aku yang berkorban untuk kalian semua kedua malaikat kecilku, sister Neva dan keluarga baruku. Maafkan aku aku harus membersihkan mereka hingga ujung rambut mereka tidak akan pernah nampak di muka bumi ini' ucap Luna dalam hatinya lalu mengangkat kardus kardus itu ke dalam mobil yang dia bawa.