My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 54 : Markas


"Apa yang kau inginkan Leon!" dingin Luna menatap kepergian Leon dan bawahannya. Tatapannya yang tajam dan berbisa seperti ular membuat Leon memberikan senyumnya diam-diam.


"Leon kamu tersenyum" bisik Febri yang ada di sebelah Leon tepatnya.


"Benarkah" santai Leon.


"Apa kau kerasukan atau ada yang menarik?" bisik Febri lagi. Karena Leon yang merupakan nya ini bahkan memberikan kalimat panjang saja sangat sulit. Apalagi memberikan senyum bagaikan matahari ingin terbit dari barat. Jawabannya hanya satu Tidak akan mungkin!


"Hanya seorang peliharaan kecil yang membuat seseorang tertarik" jawab Alex dan masuk ke dalam mobil mereka. Febri mencerna-cerna jawaban dari temannya dan dia baru menyadari hanya satu hal yang membuat tuannya ini tersenyum saat ini. Kelinci kecil miliknya yang sangat lucu.


"Apa aku harus memberikan sambutan di markas?" tanya Febri yang sudah paham maksud pembicaraan mereka.


"Berikanlah terutama dia" singkat Leon. Mereka semua pergi menuju markas meninggalkan kedua orang yang sudah berada di dalam mobil Jeep hitam milik mereka. Di dalam mobil itu Luna dan Edwin sudah memasang perlengkapan mereka dan siap mengikuti mobil anak buah klan singa yang menyusul.


"Apa kita benar-benar akan mengikuti mereka ketua?" tanya Edwin yang berada di kursi pengemudi.


"Tentu saja ikuti saja mereka dan aku akan menyiapkan peluru untuk beberapa senjata pistol" jelas Luna sambil menunjuk mobil hitam di parkiran. Mobil milik bawahan tersebut bergerak dan diikuti oleh Edwin.


Karena waktu sudah menuju tengah malam maka di sana tidak ada banyak cahaya. Hanya suara deruan angin dan suara mobil berjalan menyusuri jalan.


Krek.. krek..


Luna memasukkan beberapa peluru ke dalam pistol bermerek Smith & Wesson 500 Magnum


Inilah rupa dari pistol paling mematikan di dunia,  Smith & Wesson 500 Magnum. Pistol ini berjenis revolver yang punya daya hancur hampir sama seperti Desert Eagle. Namun pistol satu ini punya kelebihan lain, apalagi kalau bukan akurasinya yang sangat mematikan.


Tak hanya punya daya rusak besar saat menembak mengenai tubuh manusia, 500 Magnum juga punya akurasi yang luar biasa. Hal tersebut dikarenakan moncongnya yang lebih panjang dari revolver biasa. Sehingga menawarkan akurasi yang hebat. Kemampuan ini juga didukung oleh kecepatan pelurunya yang bisa menembus angka 2.075 kaki per detiknya.


Pistol yang diberikan oleh Mafia legendaris dan tentunya barang ini didapatkan dengan cara yang tidak biasa. Pistol yang sangat mahal dan sering digunakan oleh militer dunia. Membuat Luna tidak rugi untuk memenangkan pertandingan khusus ini.


Sambil menelpon anaknya dengan airpods miliknya, karena tidak memungkinkan untuknya pulang ke mansion. Dimana nyawa anak buahnya juga dipertaruhkan.


"Mom kapan pulang? hoam" menguap Navin di mansion. Dia menunggu lagi bersama adiknya di kamar ibunya. Tetapi tidak terasa Navin dan Laura tertidur pulas menunggu ibunya pulang.


"Apa mom membangunkan mu?" tanya Luna sambil mengecek pelurunya dimasukkan dengan tepat atau tidak.


"Tidak cuma Navin terbangun karena ingin ke toilet tapi mom menelpon jadi Navin angkat" jelas Navin yang kebenaranya dia memang terbangun karena telpon. Sedangkan adik perempuannya sedang tertidur pulas sambil ngorok.


"Maaf sepertinya mom tidak bisa pulang lagi menemani kalian malam ini. Mom harus menyelamatkan seseorang di klan singa" ucap Luna memberikan alasan kepada anaknya.



Navin yang tidak percaya, pendengarannya merasa tidak yakin apa benar dirinya mendengar ucapan Klan Singa.


"Sepertinya Navin masih belum bangun" ucap Navin mempastikan pendengaran nya.


"Pendengaran mu tidak salah Navin dan memang mommy akan pergi ke markas Klan singa" ulang Luna.


"Apa! mom jangan bercanda akan berbahaya bila mom sendirian ke sana!" teriak Navin yang tanpa sadar membangunkan adik perempuan nya.


"Tenang mom tidak sendirian ada Edwin di samping mom" jelas Luna yang memang kebenaranya bersama dengan Edwin, wakil ketua miliknya.


"Tentu saja dan bisakah kamu membantu mom" ucap Luna meminta tolong kepada anaknya. Yang dimana sekarang tempatnya untuk memulai perkelahian ataupun yang lainnya terlihat.


"Baiklah"


"Jangan biarkan identitas mom bocor, kau tau maksud mom bukan" perintah Luna.


"Baik, sampai jumpa besok mom"


"Baiklah" pamit Luna dan mematikan teleponnya. Bangunan tinggi yang ditutupi oleh pohon-pohon Cemara yang tinggi. Sebuah rumah kosong yang ada tepat di wilayah yang jarang ada penduduknya. Di sanalah mobil bawahan milik Alex berhenti.


"Ketua apa kita masuk ke sana? atau mobilnya tinggal di sini?" tanya Edwin yang mestop mobilnya.


"Kita diundang jadi kita harus lewat depan" jelas Luna


"Tapi apa tidak akan terjadi apa-apa?" tanya Edwin yang mulai menyalakan mesin mobil lagi.


"Tentu saja akan terjadi sesuatu, dia pasti menyiapkan sesuatu" Smirk Luna. Edwin hanya bisa mengganguk dan memajukan mobil mereka. Membiarkan mobil Jeep hitam milik klan mereka berhenti di markas klan singa. Luna meletakkan pisau belati nya seperti biasa di daerah paha. Dengan pistol di area pinggang dan granat juga. Ada juga beberapa jarum yang sudah di oles oleh obat bius.


"Baiklah mari kita turun" percaya diri Luna. Tanpa tau di saat mereka berdua turun dan memasuki wilayah bagian Leon. Semua keinginan Leon akan didapatkan nya dengan cara apapun. Seperti singa yang kelaparan dan akan selalu memperhatikan mangsanya untuk dimakan. Seperti itu jugalah Leon yang ingin memangsa Luna masuk ke dalam sarangnya dan memberikannya sebuah kejutan.


"Tuan mereka sudah ada di depan" sopan bawahan lainnya.


"Siapkan semuanya dan bawa Sandera kita ke tengah-tengah" perintah Leon dengan senyum dinginnya. Malam ini dia akan mendapatkan mangsa yang membuatnya tertarik beberapa hari ini. Kedua klan yang akan bertempur dan saling melawan untuk mendapatkan sandera atau menyelesaikan ketertarikan miliknya.


Maupun kedua anak yang bersiaga memperbaiki semua kode dan memanipulasi informasi. Di sanalah Leon sedang membantu adiknya berjaga.


"Ehmm ada apa kak?" bingung Laura yang nyawanya belum terkumpul penuh.


"Cepat bangun kita harus menyelesaikan tugas yang diberi mom" tukas Navin sambil menyiapkan semua perlengkapan yang diperlukan untuk memanipulasi informasi yang ada.


"Tugas?"


"Cepat bangun, jika tidak informasi mom akan bocor. Mom sedang bertarung dengan Daddy" jelas Navin yang dengan cepat membuat Laura berlari ke arah meja komputer yang berada di samping Leon.


"Baiklah ayo kita lakukan secepatnya" semangat Laura. Dengan cepat dia memasang headset bluetooth miliknya menyalakan monitor. Kesempatan untuk membobol kode maupun password tidak boleh dia lewatkan.


"Ingat manipulasi informasi sebelum kita lahir dan biarkan saja Daddy tau 8 tahun yang dulu tapi tidak untuk tahun-tahun yang lalu" jelas Navin.


"Baiklah dan kakak akan melakukan apa?" tanya Laura dan mengemut permen karamel miliknya. Tidak perlu sikat gigi pekerjaan ini lebih penting untuknya.


"Aku akan mencari CCTV di jalan yang dilewati mobil mom" jawab Leon yang duduk di sebelah Laura dan menyalakan kedua monitor miliknya.



🔫300 like bakal up satu kali sehari dan jangan lupa bab berikutnya bakal bikin greget.


🔫Author lagi sakit kepala jadi cuma segini maaf ..