My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 135 : Informasi dan Spekulasi


"Inggris?"


"Apa kau terkejut? aku juga hampir terkejut saat membaca informasi itu dan jika pendapatku benar setelah keluarga Luxury mengusirnya hari itu, ia bertemu dengan pemimpin keluarga Nypole yaitu Henry Nypole"


"Henry? maksudmu pemimpin dan juga komandan pasukan Inggris itu?"


"Ya, dan menurut informasi yang ku dapatkan mereka bertiga sudah tinggal kurang lebih selama 8 tahun di Negara Konstituen Britania Raya itu. Yang berarti sosok sekretaris yang kamu pukul itu sudah menetap di negara Inggris dan menjadi anak baptis keluarga Nypole selama 8 tahun lebih" jelas Felix menyimpulkan informasi yang telah ia dapatkan dengan susah payah.


"Bisakah kamu berhenti mengatakan hal itu" dingin Leon yang merasakan ketidaknyamanan saat mendengar kata 'pukul' dari mulut tangan kanannya.


"Aku tidak sengaja dan juga bukankah kalimat yang ku ucapkan merupakan fakta dari kejadian 8 tahun itu" ucap Leon yang sudah terbiasa dengan amarah milik Leon.


"Cih"


"Hahaha"


Felix yang mendengar decihan ringan milik Leon hanya bisa tertawa ringan. Mengejeknya di tempat kerja itu keren tapi mengejeknya di tempat latihan itu buruk. Apa lagi saat wakil komandan melihatnya itu sudah cukup membuatnya patah tulang.


Jika bukan karena persahabatan dirinya dan juga Leon mungkin saja dia sudah dikirimkan ke unit gawa darurat. Dimana kekuatan miliknya dan kekuatan milik Leon memiliki banyak perbandingan.


'Huff, untungnya aku memiliki pertemanan yang baik dengannya' pikir Felix tenang.


Leon yang mendengar helaan nafas milik Felix hanya bisa memutar bola matanya pelan. Membaca informasi yang didapatkan Felix lebih lanjut dan mencerna semuanya. Hingga suara felix terdengar kembali, membuat fokus miliknya teralihkan.


"Oh ya Leon aku juga ingin mengatakan bahwa kemampuan bertarung milik mereka bertiga tidak diketahui sama sekali" jelas Felix yang mengingat aura yang diberikan anak laki-laki saat di kamp pelatihan miliknya.


Dimana anak laki-laki itu berlari ke arah mobil yang hancur dan mengambil senjata teempur miliknya. Dengan tangan yang terluka, senjata api itu dipenuhi dengan darah segar miliknya.


Namun luka dan juga beban dari senjata tidak membuatnya menangis maupun menjerit. Yang ada hanyalah aura dingin dan juga mengerikan. Sehingga membuat Leon yang biasanya tidak campur tangan jadi turun tangan secara langsung.


"Jika mengigatnya kembali kedua anak itu memiliki ciri khas yang berbeda-berbeda, bukan?"


"Ciri khas?"


"Ya ciri khas, seperti anak perempuanmu.Dia memiliki warna rambut maupun fitur wajah yang sama denganmu dan yang membedakannya ialah warna mata nya yaitu hitam. Sedangkan anak laki-lakimu memiliki fitur wajah seperti seperti kekasihmu dan anak itu hanya memiliki warna mata yang sama denganmu sisanya berbeda" jelas Felix sambil mengingat-ingat fitur wajah kedua anak milik Leon.


Leon yang mendengar penjelasan milik Felix hanya bisa menyetujui dan juga menyangkal ucapan bawahannya itu. Dimana anak laki-lakinya tidak memiliki kesamaan dengannya kecuali warna matanya saja.


"Ada spekulasimu yang salah Felix" jelas Leon menyangkal salah satu pendapat milik Felix. Membuat Felix yang mendengarnya menatap Leon penuh tanda tanya.


"Yang mana yang salah?"


"Aura"


"Aura? maksudmu aura anak laki-laki dan juga anak perempuanmu itu?"


"Tidak, lebih tepatnya aura anak laki-laki itu hampir sama denganku" jelas Leon penuh percaya diri membuat Felix yang mendengarnya hanya bisa tertawa renyah. Menatap mata atasannya kembali lalu lanjut tertawa.


"Apa yang kamu tertawakan?" dingin Leon saat melihat Felix tertawa keras di dekatnya.


"Hahaha, tidak-tidak hanya saja saat aku mendengar ucapanmu itu rasanya aku ingin tertawa dan tertawa" jelas Felix sambil menyeka air mata miliknya dengan lembut.


"Maksudmu?"


"Maksudku adalah kamu dan anak laki-lakimu sama sekali tidak memiliki kemiripan kecuali warna mata kalian. Karena bagaimanapun juga aura miliknya dengan mu sangat berbeda terutama saat ini."


"Aura yang kamu keluarkan jelas-jelas dingin dan penuh dengan ketenangan, tidak sama dengan aura yang dikeluarkan anak laki-laki itu. Dimana aura yang dikeluarkannya penuh dengan rasa haus darah dan juga kebencian sama seperti kekasihmu itu" lanjut Felix menjelaskan.



Bahkan jika ia pikirkan kembali aura anak perempuannya lebih menyerupai dirinya dibandingkan anak laki-lakinya saat ini. Terutama saat memainkan komputer waktu itu, jelas anak perempuannya manis di permukaan tapi dingin di kedalaman.


"Jika apa yang dikatakanmu memang benar maka aku hanya bisa meminta anak perempuanku saja" ungkap Leon yang membuat Felix yang sedang minum tersedak.


"Uhuk-uhuk, meminta? bantuan? kamu meminta bantuan terhadap anak kecil? tunggu, tunggu sebentar. Apa ini benar-benar Leon sang atasanku? atau seseorang yang menyerupai orang lain?" tanya Felix yang takut telinganya saat ini salah dengar.


Terutama saat mendengar kata meminta tolong terhadap anaknya. Cukup membuat Felix yang sudah menemaninya selama 20 tahun cukup terkejut saat mendengarnya.


Dimana ia sangat mengetahui bahwa laki-laki yang ada di hadapannya saat ini tidak pernah meminta bantuan kepada orang yang memiliki hubungan darah dengannya terutama kedua orang tuanya.


"Aku tidak bercanda dan bisakah kau hentikan eksresimu. Wajahmu itu sudah jelek tidak perlu dijelekkan lagi, paham" tegas Leon yang dengan cepat membuat Felix menutupi setengah wajahnya.


Menatap laki-laki yang ada dihadapannya dan sesekali mengedipkan matanya tidak percaya. Seakan-akan apa yang dikatakan laki-laki yang ada dihadapannya saat ini merupakan mimpi yang sangat tidak jelas.


"Dan apa kau sudah memeriksa dimana mereka berdua bersekolah?" tanya Leon sambil membaca informasi itu kembali. Membuat Felix yang mendengarnya dengan cepat menjawab pertanyaan itu tanpa memindahkan pandangannya sama sekali.


"Aku tidak tau dimana mereka bersekolah saat ini, tapi yang ku tau kedua anak itu sangat suka lompat kelas" ungkap Felix yang mencoba menyelidiki informasi kedua anak itu dari pelayan yang ada.


"Lompat kelas?"


"Ya lompat kelas. Sehingga aku tidak bisa tau saat ini mereka kelas berapa dan sekolah dimana" jelas Felix yang membuat Leon yang mendengarnya hanya bisa memejamkan matanya pelan.


"Felix berhenti menatapku seperti itu"


"Tidak, aku tidak bisa berhenti. Saat ini aku tidak ingin ada roh jahat masuk ke dalam tubuhmu"


"Felix!"


"Baiklah-baiklah, aku akan berhenti menatapmu dan pergi sekarang juga" pasrah Felix sambil meminum habis kopi miliknya.


"Siapa yang memerintahkan kamu untuk pergi?"


"Jika aku tidak pergi bukannya kamu akan kesulitan untuk bekerja sama nanti" ungkap Felix yang memiliki niat baik untuk temannya saat ini.


"Kalau begitu pergilah" usir Leon dan melanjutkan membaca informasi miliknya. Membuat Felix yang mendengarnya hanya bisa mendengus kesal lalu pergi meninggalkan laki-laki itu sendirian di kantornya.


Leon yang mendengar suara pintu tertutup dengan cepat mengeluarkan foto dari file yang didapatkan asistennya. Dan dengan lembut memandang foto yang berisi tiga orang itu.


Di sana ia bisa melihat seorang wanita berdiri di tengah-tengah kedua anak kecil. Dengan latar belakang Istana Buckingham (Buckingham Palace) mereka terlihat mempesona dan juga penuh kedamaian.


Menjadikan kemegahan yang ada berubah menjadi keindahan dan juga kedamaian dimatanya. Saat melihat ketiga orang itu berpose dengan penuh kenyamanan dan juga kasih sayang.


"Aku berharap rencana ini akan berjalan dengan lancar. Sehingga kita bisa berkumpul dan juga berfoto bersama, Luna" ucap Leon yang dengan lembut mencium foto tersebut.



🔫 Tidak semudah itu Leon sama, ingatlah bahwa kedua anakmu itu merupakan darah dagingmu. Yang artinya mereka pintar dan tidak mudah dibodohi. Namun tidak ada yang tau bukan apa yang akan terjadi kedepannya?


🔫Karena bagaimanapun juga sinopsis untuk Season 1 dan Season 2 ini berbeda, dan tentunya sikap mereka akan berbeda terutama untuk para tokoh pendukung. Oleh karena itu jangan lupa TIPnya yaa.


Sekian terimakasih and Sayonara.