My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 31 : Peraturan


Luna mengambil senapan dan pistol nya lalu membawa ke dalam mansion dan tentu saja menyimpan di dalam kamarnya. Dirinya ingin mengistirahatkan tubuh dan pikirannya karena besok semua pelatihan akan dimulai apalagi dirinya ada di bagian khusus Mafia yang tentu saja darah akan banyak menetes di sana. Bila kalian ingin bertanya kabar Navin dan Laura tidak perlu dijelaskan karena kedua anak kembar itu akan bersama Neneknya, Francis Nypole.


🔫


Luna menutup proposal yang dirinya lihat matanya sudah ingin terlelap karena dirinya mempelajari peraturan untuk pertandingan walau Mafia juga ikut dalam pertandingan kotor dan kejam mereka juga memiliki peraturan yang sangat dilarang dalam pertandingan. Atau biasa di sebut sebagai larangan 3P {Triple P} yang merupakan singkatan Pembunuhan, Pembantaian, dan Pemerkosaan.


Maksud dari peraturan 3P adalah...


Dilarang membunuh lawan dalam pertandingan yaitu kamu boleh menyayat maupun melukainya tetapi tidak dengan mengambil nyawanya secara langsung. Kecuali , lawan tidak menyerah baru boleh dibunuh.


Dilarang Membatai lawan dalam pertandingan yang artinya 1 lawan 3 itu tidak boleh karena sebagai seorang mafia dunia kelam dan kejam memang diperbolehkannya tapi di pertandingan kita akan mengeluarkan kemampuan masing-masing yang membuat kita hanya bisa melawan secara one one. Kecuali , pemimpin Klan yang dilawan baru diizinkan untuk dibantai secara bersamaan karena dalam artian level Berbeda.


Dilarang Memperkosa lawan dalam pertandingan yang artinya bila memang tekanan gairah tidak boleh ada di dalam pertandingan karena pertandingan di lihat oleh banyak orang apalagi di arena setiap sudut memiliki Cctv yang akan melihat pergerakan tapi tidak dengan suara. Kecuali , kau ingin mati di tangan juri tentu boleh.


🔫


Di dalam pertandingan bola lawan mengatakan menyerah kamu sudah mendapatkan 1 poin semakin banyak lawan yang mengatakan menyerah semakin dirimu menuju kemenangan. Hadiah yang menang tentu sangat menggiurkan kamu dapat meminta satu hal apapun yang akan dikabulkan oleh Juri maupun ketua setiap klan.


Ribet bukan? namanya juga dunia gelap tidak ada yang mudah dan saat menciptakan pertandingan akan lebih sulit karena kekuatan mu disini akan kamu kontrol dalam membunuh seseorang dan senjata tentu saja yang diperbolehkan pisau maupun pistol. Jika mafia menggunakan senapan bukannya aneh? karena mafia bertarung dengan jarang dekat bukan jarak jauh seperti anggota militer.


🔫


Luna menghela nafas panjang dirinya memejamkan matanya dan mengistirahatkan otaknya karena peraturan khusus itu selalu menjadi-jadi dan ditambah walau ada yang tidak berubah yaitu wajib menggunakan topeng karena di dalam Pertandingan semua peserta harus merahasiakan identitas dan sebagainya tanda pengenal di lengan kanan akan diikatkan kain dengan lambang jalan masing-masing.


"Sepertinya besok aku akan menguji anggota itu lebih berat dari latihan biasanya" gumam Luna hingga matanya tertutup dan dengkuran terdengar dari mulutnya.



Ke Esokan Harinya~


Luna sudah siap dengan pakaian pelatih nya sambil membawa pisau belati yang dia sering bawa. Walau jam Masih menunjukkan angka setengah lima pagi tapi dirinya harus berangkat ke tempat klannya berkumpul. Karena pelatihan biasanya akan dilakukan setiap jam 5 dengan latihan pertama berenang di air dengan suhu yang sangat dingin.


"Ou dimana kedua anakku?" tanya Luna Dingin.


" Tuan muda navin dan nona muda Laura sedang tidur di kamar Nyonya besar" jawab Ou yang selalu siap siaga dan sudah bertugas mulai jam 4 pagi. Luna menganguk dan melangkahkan kakinya menuju kamar ibunya. Tangannya memutar kenop pintu itu dan masuk dengan perlahan-lahan agar tidak membangunkan ketiga orang yang sedang tidur di tempat tidur berukuran king size.


"Daddy.." gumam Laura dan mengeratkan pelukannya dengan guling itu. Luna yang mendengar nya hanya bisa mengusap pelan wajah anak perempuan yang sangat sangat mirip dengan mantan atasannya dan mantan kekasihnya, Leonex Martin.


'Maafkan Mom Laura andai ayahmu itu mempercayai ibumu ini tapi itu hanya andai karena kenyataannya ayah kalian tidak mempercayai ibumu bahkan bertunangan dengan saudari ibu. Akan tetapi jika takdir memang sudah memberikan pendamping hidup maka ibu akan memberikannya bila dendam ini sudah terbalas' Ucap Luna dalam hati. Dirinya mengecup pipi anak perempuannya yang tersenyum lembut dengan keadaan tertidur. "Mom menyayangi kalian" gumam Luna dan beranjak pergi dari kamar itu hingga langkah kakinya berhenti tepat di dekat pintu saat mendengar suara ibunya.


"Apa kau akan pergi sepagi ini, Luna?" tanya Francis sambil menatap punggung anak perempuan nya itu.


"Ya mom, dad dan kak Rangga juga akan berangkat jam 6 bukan" jawab Luna pelan.


"Hati-hati dan bawa mobil mom saja Karena couple car dengan hadiah yang mom belikan" jelas Francis pelan.


"Senjatanya lengkap?" tanya Luna yang memutar kenop pintu itu pelan.


"hmm"


Luna yang mendengarnya keluar dari kamar itu dan berjalan menuju mobil ibunya yang bewarna hitam. Mobil yang diberikan kepada ibunya sebagai kado tapi sayang dirinya tinggal di Mexico karena tidak mungkin dirinya membawa mobil itu ke London membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai dan tentu saja Ribet.


Luna menjalankan mobil hitam bermerek Jaguar XJ, pintu gerbang mansion terbuka sendirinya karena menggunakan monitor dan pastinya otomatis. Luna melajukan mobilnya keluar dari mansion. Mobil hitam itu melaju melewati beberapa bangunan tidak ada banyak mobil dan orang berlalu karena jam masih belum ke angka 5 pagi.


30 Menit Berlalu~


Mobil Jaguar XJ terpakir indah di sebelah mobil-mobil maupun Jeep di sana. Langkah kaki Luna terdengar tegas, tangannya membawa arsip yang menulis peraturan pertandingan. Aura dingin matanya yang tajam selalu menemaninya di setiap langkah kakinya itu. Hingga sebuah pintu gerbang bewarna hitam kelam itu terbuka. Saat memasuki gang sempit itu tidak ada cahaya yang ada kegelapan dan kesunyian tapi saat langkah kakinya masuk lebih dalam terdengar suara gemuruh dan aura aura membunuh yang masih sangat kental.


Langkah kaki Luna berhenti tepat di hadapan orang orang gagah dan kuat itu berkumpul. Ada tawa, canda bahkan ada bunyi senjata dipakai. Senyum smirk Luna mengembang saat melihat anggota nya terlalu banyak bersantai dan tentu saja aura dinginnya bertambah membuat banyak orang di sana merasakan merinding saat merasakannya.


"Sepertinya hari ini kalian semua sudah siap untuk latihan" ucap Luna dingin sambil mengeluarkan senyum smirknya. Semua orang yang di sana langsung berdiri tegak dan berbaris rapi saat mendengar dan melihat suara yang sangat mereka kenal itu.


"Siap Ketua!" Teriak lantang mereka semua serempak.



🔫 ada yang mau jadi mafia? kalau ada nyawa siap tukar yaa 😎