Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah
Mendatangi kelasnya


Angkasa mencari kebenaran Emilia di tengah banyaknya anak-anak yang ingin keluar dari sekolahan, ia sedikit kesulitan karena tak kunjung menemukan bantang hidung Emilia di tengah kerumunan.


"Di mana Emilia, kemana dia, apa dia sudah pulang, gak mungkin, gak mungkin dia pulang, dia pasti ada di sekitar sini, aku harus cari dia terlebih dahulu, aku harus temuin dia" gumam Angkasa dengan terus mencari kebenaran Emilia.


"Apa yang harus aku lakukan ini, aku harus cari Emilia di mana" Angkasa kebingungan di tengah keramaian.


Angkasa menatap sekelilingnya dengan cermat."Coba aku hanya sama gadis itu"


Angkasa berlari menghampiri seorang gadis yang seperti menunggu seseorang di koridor.


"Permisi, apa kamu tau di mana kelas Emilia?" tanya Angkasa.


"Emilia? kelasnya ada di lantai 4 paling tengah" jawab gadis itu.


"Terima kasih" Angkasa setelah tau di mana letak kelas Emilia langsung berlari mendatangi kelasnya.


Di saat semua anak-anak berjalan keluar Angkasa malah berjalan ke dalam, ia ingin mencari Emilia di dalam kelasnya yang terletak di lantai 4 seperti yang gadis itu katakan.


Angkasa menaiki tangga dengan cepat, lantai 3 sudah kosong, tak ada satupun orang yang berada di sana, semua anak-anak telah turun ke bawah, mereka semua seperti semut-semut kecil saat di lihat dari ketinggian.


"Aku harus cepat-cepat cari dia, aku harus temukan dia, dia harus ketemu sebelum dia pulang" dengan gigih Angkasa berlari menuju lantai 4.


Saat tangga itu usai, Angkasa langsung berlari menuju kelas Emilia yang berada di tengah-tengah.


Angkasa menghentikan kakinya di depan kelas yang berada tengah-tengah.


"Ini kelasnya, aku cepat-cepat cari dia, aku harus temukan dia sebelum dia pergi" Angkasa berlari masuk ke dalam kelas Emilia.


Brukk!


Saat masuk ke dalam Angkasa tak sengaja menabrak seseorang dan membuatnya jatuh ke bawah.


"Aduh" pekik Angkasa.


Di keadaan urgent seperti ini ada saja yang menghambat langkah Angkasa.


Angkasa menatap orang yang ia tabrak."Kau, kau bukannya gadis waktu itu?"


Angkasa bangkit dari duduk, ia mengenali gadis yang berdiri di depannya dengan wajah tanpa ekspresi.


"Iya, memang aku orang yang waktu itu" jawab gadis itu dengan tatapan mata kosong, wajahnya pucat dan mimik wajahnya yang cuek dan dingin.


"Kenapa kamu ada di mari, apa dulunya ini kelas mu?" gadis misterius itu menganggukkan kepalanya.


"Bener, ini adalah kelas ku, tempat di mana semua luka tercipta" jawab gadis itu menatap ke arah lain tak berani menatap wajah Angkasa.


"Apa maksud mu, kenapa kau menyebut tempat ini seperti itu?" Angkasa langsung penasaran, gadis itu begitu misterius tapi mampu membuatnya terus menerus penasaran.


"Kamu tidak tau apa yang sudah aku alami dalam kelas ini, seandainya kamu tau, kamu pasti akan mengerti arti dari apa yang aku katakan barusan" jawab gadis itu dengan raut wajahnya yang sedih.


"Apa maksud gadis ini, apa dia dulunya tertekan selama bersekolah di mari, ku rasa memang iya, dia seperti orang yang tertekan dalam waktu yang cukup lama dan itu terlihat jelas di wajahnya" batin Angkasa.


Angkasa lama kelamaan penasaran dengan sosok gadis misterius itu yang masih belum ia ketahui seluk beluknya.


"Mengapa kau ada di sini, apa yang kau cari di sini?" dengan tatapan kosong gadis itu bertanya pada Angkasa.


"Aku datang kemari hanya karena ingin mencari Emilia, apa benar ini kelasnya Emilia tadi aku nanya sama anak-anak di bawah, dia biang kalau kelas Emilia di mari" jawab Angkasa.


Mendadak gadis itu diam, ia tidak mengeluarkan sepatah katapun.


"Kenapa dia tiba-tiba diam, apa yang dia pikirkan, kenapa ketika aku menyebut nama Emilia dia malah diam begitu saja" batin Angkasa menaruh kecurigaan yang mendalam.


Gadis misterius itu berjalan keluar dari dalam kelas, Angkasa mengernyitkan dahi, bukannya menjawab gadis itu malah pergi meninggalkannya.


"Gadis yang benar-benar aneh, sebenarnya dia mau kemana, kenapa malah ninggalin aku" gumam Angkasa.


Angkasa menatap punggung gadis itu yang malah berdiri di balkon.


"Apa yang ingin dia lakukan sebenarnya" pelan Angkasa yang masih merasa aneh.


Angkasa mendekatinya, ia ingin mengetahui tujuan gadis itu berdiri di sana.


"Kenapa kamu malah diam di sini, apa yang ingin kamu lakukan?" penasaran Angkasa.


"Lihat, itu orang yang kamu cari-cari" gadis itu menunjuk ke salah satu orang yang berjalan dengan menggendong tas berwarna dongker.


Angkasa langsung membuka mulutnya."Iya, itu benar, dia beneran Emilia, dia orang yang aku cari-cari, aku harus kejar dia, aku harus ikutin dia sebelum kehilangan jejaknya"


Angkasa berlari meninggalkan lantai 4 setelah menemukan orang yang ia cari-cari berkat gadis itu.


Gadis itu hanya menatap punggung Angkasa dengan seulas senyuman sinis, ia tidak melakukan apapun, ia hanya tersenyum penuh dengan makna tersirat di dalamnya.


Angkasa yang tegang karena takut kehilangan gadis itu berlari dengan kencang, ia menuruni anak tangga dengan secepat mungkin.


"Aku harus ke sana, aku harus kejar Emilia, dia gak boleh lolos, dia harus ku temukan, dia gak boleh sampai di celakain sama dalangnya" Angkasa tak akan membiarkan dalangnya kembali mencelakai orang lagi, sebisa mungkin dia akan berusaha agar target kali ini selamat.


Setelah tangga itu usai ia lewati, Angkasa langsung berlari mengejar Emilia yang berjalan keluar dari sekolahan.


Saat sudah hampir mendekati gerbang, Angkasa menjadi panik, ia tidak menemukan orang yang ia cari-cari.


"Di mana dia, kemana dia, pergi kemana dia, kenapa dia gak ada, apa dia sudah pulang?" panik Angkasa mencari-cari Emilia namun tidak kunjung menemukan dia juga.


"Enggak, gak mungkin dia lolos, dia gak boleh lolos, aku harus temukan dia, aku rasa dia masih ada di sekitar sini" dengan wajah yang panik Angkasa mencari Emilia di dekatnya.


Angkasa berjalan dengan mata yang terus mencari Emilia.


Brukk


Saking fokusnya mencari Emilia Angkasa tak sengaja menabrak seseorang yang berada di depannya.


"Angkasa" ujar orang itu terkaget-kaget.


"Clara" Angkasa pun ikut kaget kala mengetahui bahwa orang yang ia tabrak adalah Clara.


"Gimana apa kamu nemuin Emilia" penasaran Clara.


"Aku tadi ke kelasnya, dari atas balkon aku lihat dia jalan keluar dari sekolahan ini, tapi ketika aku berada di sini, dia malah gak ada, apa iya dia udah pulang" jawab Angkasa dengan keringat-keringat yang berjatuhan karena lelah berlari.


"Ku rasa dia masih ada di sekitar sini, ayo cepat kita liat dia di parkiran, kita harus temukan dia" ajak Clara berlari diuan.


"Tunggu Clara" Angkasa berlari mengejar Clara dari belakang.


Mereka berdua berlari keluar dari sekolah


Ketika berada di depan gerbang, mereka melirik ke kanan dan kiri mencari keberadaan Emilia yang tak tau ada di mana.