
"Kita masih belum bisa tetapkan mereka sebagai tersangka, di antara kita belum bisa mastiin kebenarannya kalau mereka semua terlibat dalam kasus ini, kita saat ini cuman bisa curiga saja untuk kebenarannya masih belum jelas" ujar Rev.
Tidak ada bukti yang mereka kantongi, mereka tak bisa main sembarangan menetapkan orang sebagai tersangkanya.
"Untuk itu kita harus cari tau siapa dia, kita harus pastikan kebenarannya, kita jangan main tetapkan orang yang namanya tertera di dalam buku misterius, belum tentu mereka terlibat" timpal Steven.
"Kita mulai cari tau sekarang, kita gak bisa diam lagi, kita harus temukan dia secepatnya, dia harus segera di tangkap biar sekolahan ini kembali aman seperti dulu lagi" Aldo sudah tak sabar untuk menangkap penjahat yang tengah menjadi burunon.
"Kita mulai cari tau dari mana?" Clara mengajukan pertanyaan, ia bingung mau memulai penyelidikan dari mana dulu.
"Gini aja kita mulai penyelidikan dari nama-nama orang yang terdaftar di buku misterius itu, kita selidiki mereka satu persatu, kita harus pastikan kalau mereka terlibat atau enggaknya dalam peristiwa kematian Jia" saran Aldo.
Tatapan Aldo terus menatap tajam buku misterius yang Angkasa pegang, ia teramat penasaran kemana penjahatnya akan pergi sedangkan kebusukannya perlahan-lahan mulai terendus dan sudah sampai ke pihak berwajib.
Angkasa membuka halaman misterius itu kembali yang menjadi titik di mana dia curiga berat pada semua orang yang namanya tertera di dalam buku tersebut.
"Di buku ini nama kedua setelah Maria Sheljia adalah Kayla Ramadhani, yang jadi pertanyaan siapa Kayla Ramadhani itu?" Angkasa belum mengenal satu persatu orang yang berada di sekolahan ini, ia masih baru di sini.
"Kayla Ramadhani itu Kayla yang kita selidiki kemarin" terkejut Rev kala menyadari nama Kayla terdaftar di sana.
"Kok kamu tau nama lengkap orang yang duduk sebangku dengan Jia" Clara mengerutkan alis menatap terkejut ke arah sepupunya tersebut, ia yang merupakan sahabat dekat Jia tak pernah tau hal itu.
"Aku kemarin liat absensi kelas Jia, itu sebabnya aku bisa tau nama panjang Kayla" jawab Rev.
"Oh" kata tersebut keluar dari mulut Clara, terkadang ia kesal dengan sepupunya namun kalau tidak ada dia orang-orang akan berusaha untuk menjatuhkannya dan mencari gara-gara dengannya.
"Nama Kayla terdaftar di buku ini, kita harus selidiki Kayla" ajak Angkasa yang curiga dengan Kayla.
"Kita mau selidiki Kayla di mana, ibu dan bapaknya aja gak tau kalau Kayla berada di mana, apalagi kita yang belum kenal dekat dengan Kayla" sahut Steven.
Mereka semua tampak berpikir, mereka bingung akan mencari Kayla kemana lagi, mereka tidak memiliki petunjuk lagi yang menyebutkan kalau Kayla berada di tempat tersebut.
"Di buku ini gak ada petunjuk lagi, petunjuk terakhirnya hanya nama-nama orang aja" galau Angkasa yang tak tau harus mulai dari mana penyelidikan ini.
"Terus gimana ini, kita harus temuin Kayla, kita harus pastikan dia terlibat atau enggaknya dalam masalah ini" tak tenang Clara sebelum dalangnya terungkap.
Mereka semua tidak akan bisa tenang sebelum dalang utama dari peristiwa kematian Jia terjerat hukuman pidana.
"Kita mau aja tangkap tuh penjahat, tetapi kita gak punya bukti sama sekali, lebih baik ayo kita cari tau lagi, kita masih kekurangan informasi tentang Kayla" ajak Rev.
Mereka semua menurut, kaki mereka melangkah meninggalkan gudang yang sudah terbengkalai tersebut.
Ketika mereka berjalan meninggalkan gudang, mereka tak melihat ke kanan dan kiri karena rata-rata itu adalah bangunan terbengkalai yang sudah mulai berjatuhan, mulai dari genteng dan dinding yang retak serta hancur karena mengalami pengikisan.
Angkasa geleng-geleng kepala menatap dinding yang hancur dan tak terawat lagi.
"Kenapa beberapa ruangan di sini tak terawat, mengapa pihak sekolahan membiarkan ruangan-ruangan ini perlahan-lahan hancur, kenapa mereka tidak memperbaikinya" batin Angkasa yang tak habis pikir mengapa pihak sekolah membiarkan beberapa ruangan terbengkalai dan perlahan-lahan hancur dengan sendirinya.
Sekitar 3 ruangan sekaligus dengan gudang yang di biarkan terbengkalai, pihak sekolahan tidak ada niatan sama sekali untuk memperbaiki ruangan-ruangan itu, mereka malah membiarkan ruangan itu hancur perlahan-lahan.
"Awas nabrak" Angkasa pun terkejut, ia langsung menatap ke depan dengan sangat terkejut.
"Liat ke depan, jangan ngelamun!" ujar Clara.
Angkasa cengar-cengir, hampir saja ia nabrak tiang, kalau bukan Clara yang memperingatinya, ia pasti sudah nabrak tiang yang ada di depannya.
Angkasa kembali berjalan ke depan, ia tak lagi melamunkan sesuatu yang tidak penting, ia kini kembali fokus pada kasus rumit ini.
Mereka kini telah berlalu dari tempat terbengkalai yang sepi itu, mereka sudah memasuki area yang banyak sekali siswa, mereka berjalan tanpa arah ke depan.
"Jangan tunjukkan ekspresi tegang kalian, kita harus terlihat santai, ingat kita harus hati-hati karena bisa aja dalangnya ada di sekitar kita" peringatan Rev yang terus waspada dengan sekitarnya, ia tidak akan lengah walaupun hanya sedikit saja.
Sontak mereka semua langsung memerankan karakter mereka yang tenang dan damai, sedikitpun tidak ada celah yang terlihat sama sekali di wajah mereka, mereka telah pintar menyembunyikan sesuatu.
"Ini kalau kayak gini kita akan sulit cari taunya" tutur Aldo dengan suara pelan, ia sudah lelah berjalan tanpa arah seperti ini.
"Kita pencar aja, biar cepat dapatin informasi lebih cepat, kita tanyain satu-satu orang yang sekiranya kenal dengan Kayla" tambah Steven.
"Iya, kita harus pencar, kalau kayak gini terus kita akan sulit dapatin informasi itu" sambung Clara.
"Baiklah kita pencar, kalian cari tau tentang Kayla, kalau di antara kalian nemuin informasi sedikit saja tentang Kayla, langsung beri tau yang lain" perintah Rev yang di balas anggukan oleh mereka semua.
"Iya aku pasti akan langsung kasih tau kalian" sahut Clara dengan semangat yang berkobar.
"Ayo sekarang kita pencar, pastikan salah satu di antara kita harus bisa dapatin informasi tentang Kayla walau hanya sedikit!" perintah Rev tak main-main.
Mereka semua mengangguk kompak, mereka yang berjumlah 5 orang berpencar mencari informasi tentang Kayla yang di nyatakan hilang oleh pihak keluarga namun informasi tersebut belum terendus sama pihak sekolahan.
Pihak sekolahan tidak mendengar sama sekali tentang berita tersebut, mereka berniat akan merahasiakan hal itu, saat ini mereka akan mencari terlebih dahulu kemana Kayla pergi sehingga sudah 72 jam menghilang dan tidak meninggalkan kabar sedikitpun.