
Happy Reading 😘
Gavin sudah siap dengan setelan jas nya, tapi Tania melarang nya untuk melakukan meeting.
Memang malam ini Gavin ada janji sama klien nya yang dari Korea untuk meeting.
"Kenapa sih Mom? Aku udah buat janji loh Mom! Gak enak kalau di batalkan." Protes Gavin.
"Kita akan kerumah Tante Juwi dan Om Jojo Vin! Kamu kan tahu kalau kemarin Tante Juwi habis masuk rumah sakit, dan tadi sore baru pulang. So, Momy mau kamu ikut buat jenguk. Lagian kamu bisa kan suruh Edison buat wakilin aja!" Ucap Tania dengan nada tak bisa di bantah.
Gavin pun menghela nafas dengan berat, jika sudah mendengar sang Momy bicara seperti itu maka Gavin tak akan bisa menolak nya.
Akhirnya mereka pun berangkat ke kediaman Alexander, Gavin juga melepaskan jas nyanya dan menelfon Edison untuk menggantikannya meeting.
Mobil pun melaju meninggalkan kediaman Arganendra, dan Tania juga sudah menyiapkan buah buahan dan puding buah yang dia bikin buat sahabatnya itu.
🌹
🌹
🌹
Di sebuah kamar, Juwi tengah di suapi makan oleh putrinya. Putri yang selama satu tahun ini tak ia temui.
Betapa bahagianya Juwi saat melihat Shiena pulang tadi siang. Rasa sakitnya bahkan tak terasa setelah kedatangan putrinya itu.
"Anak Mami, kamu jangan ke Jepang lagi ya!" Pinta Juwi sambil menggenggam tangan Shiena.
"Iya Mam, Shi akan di sini."
"Mami gak nyangka, anak Mami bisa berubah 180 derajat. Sekarang kamu lebih dewasa dan semakin cantik sayang." Puji Juwi sambil mengusap wajah cantik sang putri.
"Mami bisa aja!"
Shiena memang sekarang terlihat sangat berbeda. Jika dulu selalu ada poni yang menghiasi jidat nya, sekarang tidak.
Wajah nya semakin tirus namun sangat cantik, hingga dia menjadi salah satu primadona di kampusnya juga.
Apalagi sekarang cara bicara, tingkah dan cara berpakaian nya sudah lebih dewasa. Tapi manja nya pada Juwi dan Jojo masih sama.
Maklum Shi anak tunggal dan tidak mempunyai adik, gara gara Juwi kecelakaan pas umur Shi 7 tahun, membuat Juwi sulit untuk hamil sebab ada benturan di rahimnya.
"Oya sayang, tadi Tante Tania ngabarin Mami kalau dia sama Om Lian dan Gavin mau ke sini."
Prang
Sendok yang di pegang Shi tiba tiba jatuh saat mendengar ucapan sang Mami. Entah kenapa dada nya seketika berdebar sangat hebat, saat mendengar jika Gavin akan kesana.
"Nak, kamu kenapa? Apa kamu gugup karena Gavin akan datang?" Tebak Juwi pada anaknya.
Dapat Juwi lihat raut wajah kepanikan di diri Shi. Dia seorang ibu, dan dia faham betul.
"Ng-gak Mam, Shi hanya--"
"Kamu gak bisa bohong sama Mami sayang! Walaupun Mami sampai sekarang gak tahu, ada masalah apa antara kamu dan Gavin. Tapi, jangan sampai kalian jadi musuh ya!" Pesan Juwi
Shi tersenyum lalu kembali menyuapi Mami nya makan.
Setelah memberi makan malam untuk sang Mami, Shi kedapur untuk menaruh piring kotor.
Tak lama keluarga Gavin datang, Alex yang memang sudah tahu jika sahabatnya akan datang menyambut mereka, lalu menyuruh pelayan membuatkan minuman.
"Sudah datang ya Bi?" Tanya Shi pada pelayan yang sedang membuatkan teh hangat.
"Iya Nona muda. Tuan menyuruh saya membawa minuman nya ke kamar." Ucap pelayan itu.
Shi mengangguk, lalu dia pergi ke taman samping rumah. Rasanya ia belum siap untuk bertemu Gavin, dia takut jika hatinya akan kembali terluka.
Dia takut jika pesona Gavin akan melelehkan hatinya kembali yang sudah susah payah ia bekukan.
Sedangkan di dalam kamar, Tania sedang bercengkrama dengan Juwi. Dia begitu mengkhawatirkan sahabatnya itu.
Sementara itu mata Gavin menelisik ke setiap sudut ruangan saat mulai masuk kedalam rumah itu. Dia seperti sedang mencari seseorang.
"Hey Boy, sedang mencari siapa? Shiena?" Tebak Dady nya sambil berbisik.
"Apaan sih Dad, siapa juga yang nyari dia." Elak Gavin dengan sedikit gugup.
Lian malah terkekeh mendengar jawaban sang anak, dia tahu jika sedari masuk rumah Jojo, Gavin terus saja menelisik seperti sedang mencari sesuatu.
"Ekhm, Jo, Wi. Putri kalian mana? Katanya udah balik?" Tanya Lian sambil melirik ke arah Gavin.
Sedangkan yang di lirik malah memasang wajah tegang.
"Oh iya ya! Shiena di mana sayang? Tadi bukan nya di sini ya sama kamu?" Tanya Jojo pada istrinya
"Dia ada di lantai bawah Sayang!"
Jojo pun pamit untuk memanggil sang putri, setelah di lantai bawah Jojo tak menemukan keberadaan Shiena.
"Dimana Shiena?" Tanya Jojo pada pelayan.
"Nona muda ada di taman Tuan."
Jojo pun berjalan menuju taman, dan melihat Shi lagi duduk sambil meminum kopi latte nya.
"Kamu kenapa di sini sayang? Kan keluarga Om Lian sudah datang?" Ucap Jojo mengagetkan Shi.
"Ah! Papi, bikin kaget saja." Kesal Shi sambil mengusap dada nya.
Jojo hanya menggelengkan kepala nya heran saat mendengar jawaban Shi. Lalu dia mengajak Shi untuk naik ke lantai Atas.
Dengan hati tak menentu dan dada berdebar, Shi menarik nafas nya dengan panjang.
'Kamu bisa Shi, kamu bisa! Jangan biarkan Gavin mampu untuk meluluhkan kamu lagi dengan pesona nya. Kamu harus jadi Shiena yang berbeda, jangan lemah.' Batin Shi dengan yakin.
Langkah demi langkah dia menaiki anak tangga untuk menuju kamar sang Mami, Shiena harus siap bertemu dengan Orang yang selama satu tahun ini dia hindari.
Bersambung.....
Visual Edison Mayer