Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)
Pangeran Kodoku Cemburu


Happy reading


Shi tidak pulang ke restorannya, tetapi Shi langsung pulang ke rumah, karena hari juga sudah magrib dan tanggung untuk kembali ke restoran.


Sementara itu Aryan sesudah mengantarkan Shi pulang, dia langsung menuju ke hotel untuk bersiap-siap menuju bandara. Karena dia akan langsung pergi ke Korea.


"Loh, kok tumben sih kamu jam segini udah pulang?" Tanya Juwi saat melihat Shiena masuk ke dalam rumah.


Shiena berjalan ke arah sang Mami, lalu mencium tangannya. Kemudian dia pun duduk di sofa. "Iya Mi, tadi seharian aku nemenin Aryan jalan-jalan," jawab Shi sambil menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya.


Dia merasa cukup lelah walaupun seharian Cuma jalan-jalan begitu saja, tapi cukup menguras tenaga dia.


Juwi mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Shiena. "Aryan? Maksud kamu pria bule Itu, temen kamu? Kok nemenin dia jalan-jalan? Memangnya dia masih ada di Indonesia?"


Juwi memberondong Shi dengan pertanyaan. Karena jujur dia pun merasa bingung, kenapa Shi mengajak Aryan jalan-jalan sampai seharian.


"Iya Mih, soalnya nanti jam 07.00 Aryan itu mau ke Korea, dan rencananya dia akan menetap di sana. Kebetulan kan bapaknya juga punya perusahaan di sana. Jadi sekarang Aryan yang mengelolanya, ditambah dia juga mau dijodohin katanya di sana. Ya, aku sih cuma berdoa aja, dengan siapapun itu semoga Aryan bahagia," ujar Shiena lalu dia pun bangkit berdiri hendak melangkah untuk ke kamarnya.


Setelah mengatakan itu Shi pun masuk kedalam kamar nya untuk mandi, karena badannya terasa begitu lelah dan lengket. Setelah membuka pintu kamar, Shi pun langsung menuju kamar mandi, lalu melepaskan bajunya satu persatu dan mengisi air di dalam bathtub.


Shi saat ini tengah merendamkan tumbuhnya di dalam air, sambil menyandarkan kepala dan menengadah melihat langit-langit kamar mandi.


Sebenarnya ada rasa tidak enak saat tadi jalan bersama Aryan, karena Shi tahu jika Aryan mencintai dia. Shi seperti berada di ambang kebimbangan, antara sahabat atau perasaan nya. Dia memang tidak pernah mencintai Aryan, hanya saja dia mempunyai perasaan peduli pada pria itu, dan juga perasaan tak enak.


Dia tahu jika pasti Aryan sangat sakit hati saat mengetahui hubungan dia dengan Gavin. Tetapi Shi juga tidak bisa membohongi dirinya, jika memang dia tidak pernah mencintai Aryan.


Sedangkan di tempat lain, Gavin baru saja akan keluar dari kantornya untuk pulang ke rumah. Tetapi dia ingat jika dia seharian ini Belum menghubungi Shiena, akhirnya Gavin pun menelpon Shi, tetapi sudah dua kali ditelepon Shi tidak mengangkatnya.


"Apa dia masih bersama pria bule itu. Benar-benar, dia melupakan aku demi pria itu!" Geram Gavin sambil mengambil jasnya yang bertengger di kursi, kemudian melangkah keluar.


"Tuan, kita pulang," ucap Edison saat sampai di depan ruangan Gavin, dan saat itu Gavin baru saja keluar dari ruangannya dengan wajah ditekuk.


Gavin terus saja mencoba menelpon Shiena, tetapi tetap saja tidak diangkat oleh Shi, dan itu membuat Gavin benar-benar sangat marah.


'Sebenarnya ke mana kamu Shi? Apa kamu terlalu bahagia berjalan-jalan berdua dengan pria itu,' batin Gavin dengan kesal dengan rahang yang mulai mengeras.


Sementara itu Shi baru saja selesai mandi dan memakai pakaiannya. Kemudian dia pun duduk di tepi ranjang dan mengambil ponselnya, betapa kagetnya Shi saat melihat 8 panggilan tidak terjawab dari Gavin.


"Aduh... Aku lupa lagi! Aku kan belum ngabarin Gavin seharian ini. Dia pasti marah banget ini sama aku," gumam Shi sambil menepuk jidatnya, dan merutuki dirinya sendiri atas kebodohan yang telah ia lakukan.


Dengan cepat Shi pun menelpon balik Gavin, tetapi tidak diangkat. Dan itu membuat Shiena semakin frustasi, dia pun menelpon lagi dan lagi, hingga tiga kali akhirnya telepon pun diangkat oleh Gavin.


Baru saja Shi akan mengangkat suara, tetapi Gavin sudah mengomelinya di seberang sana.


"Kamu ini sengaja apa? Sebegitu senangnya kamu jalan bersama dia? Apa sebegitu bahagianya, sampai kamu tidak mengabari aku! Bahkan aku telepon pun kamu tidak angkat. Apa sebegitu mengganggunya diriku, sampai kamu tidak mau mengangkat teleponku?" Marah Gavin dengan nada yang begitu kesal.


Shi sampai harus menjauhkan ponselnya dari telinganya, karena merasa penging. Dia pun kembali mendekatkan ponsel itu ke telinganya.


"Maafkan aku! Tadi aku lagi mandi, dan hp-nya ditinggal di kamar. Jadi aku tidak tahu kalau kamu nelpon. Jangan salah paham, aku sudah pulang kok dari sore, hanya saja memang badanku sedikit lelah, makanya aku berendam cukup lama," jelas Shi kepada Gavin.


"Yakin kamu mandi? Bukan karena kamu keasikan jalan bersama pria itu?" Sindir Gavin dengan nada sinis.


Shiena tersenyum miring mendengar ucapan kekasihnya. "Ciieee... Ada yang cemburu nih!" Goda Shiena, tetapi dia mendengar jika Gavin mendengus dengan kasar di seberang telepon.


"Enggak! Siapa juga yang cemburu? Lagian buat apa aku cemburu sama kamu! Udah ah, aku lagi di jalan mau pulang."


Tanpa menunggu persetujuan dari Shi, Gavin memutuskan teleponnya karena saat ini hati dia masih sangat merasa kesal. Tetapi beda dengan Shi, dia malah menatap ponsel di tangannya dengan senyuman indah di wajah dia.


"Nggak nyangka, ternyata pangeran kodok ku bisa cemburu juga," kekeh Shiena sambil menatap foto Gavin yang ada di layar ponselnya.


Bersambung. . ........