
Happy Reading 😘
Malam ini Shi sedang duduk di ranjang sambil membalas chat sahabat nya. Tiba tiba Mami nya masuk ke dalam kamar.
"Sayang, kok belum siap siap sih?" Tanya Juwi pada Shi.
"Gak ah Mi. Shi dirumah saja ya!" Pinta Shi
Memang tadi sore Juwi memberitahu Shiena, jika malam ini mereka akan kerumah Lian untuk undangan makan malam.
Kebetulan keadaan Juwi juga sudah lebih baik.
"Shi, jangan begitu lah. Mami kan gak enak sama Tante Tania dan Om Lian." Ucap Juwi.
Shi mendesah kasar, dia tak bisa menolak permintaan sang Mami. Akhirnya Shi pun melangkah ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
Sementara itu Juwi turun ke bawah.
"Gimana? Apa sudah siap?" Tanya Jojo saat Shi menuruni Tangga.
Shi mengangguk, lalu mereka pun pergi menuju rumah Tania untuk makan malam. Sebernarnya, kedatangan mereka bukan hanya untuk makan malam saja.
Tapi, sebenarnya untuk membicarakan sesuatu hal yang penting. Yang waktu itu Tania dan Juwi bahas bersama suami mereka.
40 menit, mereka pun sampai di permata gardens. Perumahan elit nan mewah, diamana disana juga ada rumah Tania.
Jojo memarkirkan mobil nya di halaman luas milik Lian. Lalu mereka pun masuk kedalam rumah, dimana Tania dan keluarga sudah menunggu di ruang tamu.
"Selamat datang Wi." Ucap Tania sambil memeluk tubuh Juwi.
Gavin melirik ke arah Shi, namun yang di lirik malah melihat ke arah lain. Rasanya Shi masih enggan menatap Gavin.
Dia masih kepikiran soal pembicaraan nya bersama Gavin tadi siang sekaligus kejadian yang membuat Shi malu.
Gavin melihat Shi dengan senyum tipis di bibir nya, bahkan senyuman itu terlihat seperti sebuah seringai.
'Kamu akan mendapatkan sebuah kejutan Shi.' batin Gavin.
Tania langsung mengajak mereka ke ruang makan untuk makan malam. Gavin mensejajarkan langkah nya dengan Shi.
Mereka berdua berjalan di belakang para orangtua, lalu Gavin menarik pinggang Shi hingga membuat wanita itu mendelik tajam ke arah nya.
''Kamu akan jadi miliku Shi." Bisik Gavin di telinga Shiena.
Setelah mengatakan itu, Gavin melepas rangkulan nya dan berjalan lebih dulu. Sedangkan Shi, menatap Pria tampan itu dengan tatapan bingung.
'Apa yang dia maksud? Emang dia pikir aku mau apa jadi milik dia! Iih, ogah banget.' batin Shi
Makan malam pun di mulai, Tania banyak bertanya pada Shi tentang kuliah nya di Jepang.
"Iya Tante, soalnya Shi ingin cari ilmu. Jadi mumpung Shi sudah mau lulus jadi Shi lanjut aja ke Jepang." Bohong Shi.
Padahal dia pindah 70℅ karena kejadian malam itu.
"Tapi, bukan nya waktu itu kamu mau kuliah di London ya Shi?" Timpal Lian.
"Iya Om! Tapi gak jadi, kebetulan belum daftar juga, itu baru rencana."
Lian dan Tania hanya beroh ria saja. Lalu mereka lun melanjutkan makan malam nya.
Shi sebenarnya tak nyaman dengan situasi sekarang, pasalnya Gavin terus memperhatikan dirinya, dan itu membuat Shi benar-benar tak nyaman.
'Si Gavin kenapa sih ngeliatin aku mulu? Mau ku colok pakai sumpit kali tuh mata.' batin Shi dengan kesal.
Sedangkan Gavin hanya tersenyum miring saat melihat wajah kesal Shiena. Entah kenapa, sekarang Gavin lebih suka melihat wajah Shin kalau lagi kesal.
Bagi Gavin wajah kesal Shi terlihat sangat cantik dan manis.
'Kamu pakai apa sih Shi? Kenapa sekarang kamu begitu menarik?' batin Gavin dengan menatap penuh kagum pada Shi.
"Baiklah, karena makan malam ini sudah selesai. Kita keruang keluarga yuk! Soalnya ada yang harus kita bahas." Ucap Lian
Shi mengerutkan dahinya. "Soal apa Om?" Tanya Shi dengan penasaran.
"Ada deh! Nanti juga kamu akan tahu sayang." Ucap Tania sambil mengusap kepala Shiena.
Entah kenapa Shi merasa perasaan nya seketika tak enak. Shi merasa bakal ada sesuatu yang tak dia inginkan akan terjadi. Tapi Shi tak tahu itu apa.
'Kenapa perasaan ku gak enak ya?' batin Shi bertanya-tanya.
Dia pun mengikuti langkah kedua orang tuanya, juga orang tua Gavin ke ruang keluarga.
Dia juga sempat melihat senyum aneh Gavin, seperti sebuah senyuman menantang.
Sesampainya di ruang keluarga, Tania menyuruh Shi dan kedua orangtua nya untuk duduk.
"Begini Shi, Tante, Om dan kedua orangtua kamu sudah membicarakan hal ini. Dan kami sudah sepakat." Ucap Tania membuka percakapan.
"Sepakat? Sepakat apa ya Tan? Mi, Pi, ini ada apa sih?" Bingung Shi sambil menatap kelima orang di hadapan nya dengan tatapan bingung.
Shi merasakan jika perasaan nya tiba tiba saja merasa tak enak.
'Ada apa ini? Kesepakatan apa yang Tante Tania maksud?'
Bersambung....