Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)
Kesepakatan Gavin Dan Shiena


Happy Reading......


"Apa yang mau kamu bicarakan? Aku rasa semuanya sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi," Tukas Shiena sambil menatap ke arah depan.


"Gavin menghela nafas mendengar ucapan Shiena. " Kau tahu! Aku tidak pernah sedikitpun berniat untuk menodai atau mengambil masa depanmu. Saat itu aku benar-benar terbakar api amarah! Aku kesal, aku emosi sampai aku harus meminum minuman yang tidak pernah aku sentuh sedikitpun. Saat itu di wajahku, di mataku kamu adalah Rista. Kamu adalah wanita yang sudah dengan teganya menusukku dari belakang. Padahal selama ini kamu kan tahu, aku sangat mencintai Rista? Tapi apa! Dia malah membuat aku hancur berkeping-keping."


Gavin terdiam sesaat, dia mengumpulkan kata-kata yang tepat agar Shiena tidak marah kepadanya.


"Aku mencoba mencari kamu, saat aku tahu kamu membohongi aku jika kamu bilang kamu kuliah di LA, tapi ternyata tidak! Aku bertanya kepada Tante Juwi, Om Jojo, tapi tidak ada yang memberitahuku. Mereka seakan menyembunyikan semuanya. Aku tahu mungkin saat itu kamu marah, kamu benci sama aku, dan aku paham jika sampai saat ini kebencian itu masih ada di dalam hati kamu untuk aku. Tapi satu hal Shi, setelah semua ini. Setelah semua yang terjadi antara kita! Aku ingin sekali memperbaiki hubungan kita seperti dulu lagi, kamu tahu kan bagaimana dekatnya kita dulu? Bagaimana usilnya kamu saat aku sedang bermain game? Kamu selalu merebut atau mencabut kabel dari game aku, padahal saat itu aku sudah mau menang," Ujar Gavin saat mengingat kenangan dia bersama dengan Shi.


Shi hanya diam saja, dia tidak menjawab ataupun menyauti perkataan Gavin. Melihat Shi hanya diam Gavin kembali melanjutkan perkataannya.


"Aku ingin menikahi kamu bukan karena rasa tanggung jawab, ataupun rasa bersalah. Aku tidak tahu perasaan apa ini, tapi setelah sebulan ini aku merenungi semuanya, aku tahu ada rasa lain di dalam hatiku selain rasa bersalah ataupun rasa tanggung jawab atas kejadian malam itu. Shi aku ingin memulainya bersama kamu! Jujur kamu adalah orang pertama, dan aku tidak ingin dengan wanita lain. Aku ingin kamu menjadi yang terakhir," ucap Gavin sambil duduk menghadap ke arah Shi dengan tatapan yang begitu serius tepat mengenai kedua mata Shi.


Mendengar itu tentu saja Shi sangat terkejut, dia menatap kedua mata Gavin mencari kebohongan di sana. Tetapi ternyata tidak ada. Shiena hanya melihat keseriusan di kedua bola mata Gavin.


Tapi sebenarnya Shi ragu. Bukan ragu tentang apa yang Gavin ucapkan, tapi dia ragu apakah Gavin akan mencintainya atau tidak. "Apa kau yakin? Aku tidak ingin Vin, jika kita menikah nanti tidak ada rasa cinta di hati kita!" Ucap Shi.


"Aku paham! Bagaimana kalau kita mencoba dulu dalam dua bulan, jika kita berhasil saling mencintai. Maka aku akan membawa orang tuaku untuk melamar kamu, bagaimana?" Tawar Gavin.


Shi terdiam dia memikirkan tawaran yang Gavin berikan kepadanya, setelah beberapa menit Shi mengangguk. Dia pikir tidak ada salahnya jika dia dan Gavin mencoba, toh rasa itu juga masih ada di hati Shiena, walaupun tidak seberat dulu. Atau mungkin masih sama, hanya saja Shi sengaja menutupi itu.


Gavin tentu saja merasa senang, sebab dia dan Shi sudah menurunkan ego mereka masing-masing, dan mereka mau sepakat untuk membuka hatinya. Gavin sudah bertekad pada diri sendiri dan dia akan berusaha untuk membuat Sienna jatuh cinta kepadanya, tetapi bukan ambisi seperti dulu lagi.


Sedangkan di tempat lain Shi sedang duduk di kursi sambil menatap foto dia dan Gavin sewaktu kecil. "Aku berharap kamu tidak pernah ikrar ya Vin!" Gumam Shi sambil mengusap foto tampan Gavin sewaktu kecil yang sedang memeluk dirinya.


Jam sudah menunjukkan 12.00 siang, Shiena masih sibuk dengan data-data laporan pemasukan dan pengeluaran di dalam restorannya. Seketika pintu ruangan Shi terbuka dan ternyata itu adalah Gavin.


"Kenapa kamu ke sini nggak bilang sama aku?" Heran Shi dengan kaget saat melihat Gavin masuk ke dalam ruangannya.


"Kenapa harus bilang? Aku hanya ingin mengajak kamu untuk makan siang, yuk jangan ngurusin kerjaan terus!" Ajak Gavin sambil menutup Laptop Shi.


Mereka pun berjalan keluar dari restoran untuk makan siang di sebuah cafe yang tak jauh dari restoran milik orang tua Shi. "Kenapa nggak makan di restoran aja?" Tanya Shi dengan heran.


"Nggak apa-apa! Aku hanya ingin cari suasana yang baru aja kamu tahu kan cafe ini penuh dengan kenangan? Dulu kita sering ke sini sepulang dari sekolah sambil mengerjakan tugas bareng bersama," Ucap Gavin.


Shi terdiam lalu matanya menelisik kesetiap sudut yang ada di cafe itu, dia membenarkan ucapan Gavin. Seketika bayang-bayang dia dan juga Gavin pun berputar di kepalanya saat mereka masih mengenakan seragam putih abu-abu, dan sedang duduk di pojokan di mana mereka sedang duduk sekarang.


"Iya, cafe ini penuh dengan kenangan!" Jawab Shi dengan singkat.


Bersambung.......