Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)
Insiden Di Butik


Happy Reading😘


Shiena hari ini akan melakukan fitting baju pengantin bersama dengan Gavin. Mereka akan ke salah satu butik ternama di negara itu.


Dan itu adalah butik langganan Keluarga Arganendra. Setelah siap, Shi turun ke bawah dimana Gavin sudah menunggunya.


Gavin memang sengaja menjemput Shiena, dan itu adalah bagian dari rencana nya. Rencana membuat Shi takluk padanya.


Gavin sudah bertekad pada dirinya sendiri, jika ia akan memulai rencana agar membuat Shiena jatuh cinta dan takluk padanya.


Sebab Gavin sangat sakit hati atas penolakan Shiena, dia tak biasa di tolak. Dan selama ini semua wanita mengejar ngejar dirinya.


"Om, tante, kalau gitu Gavin sama Shi pamit dulu ya!" Ucap Gavin pamit pada Juwi dan Jojo.


"Iya hati hati di jalan ya."


------------------


Tak ada pembicaraan selama di dalam mobil, keduanya sama sama diam. Gavin juga terlalu gengsi jika harus membuka suara dan mengajak Shi berbicara terlebih dulu.


Begitupun dengan Shiena, dia juga malas jika harus berbicara lebih dulu pada Gavin. Padahal dulu mereka sangat dekat, bahkan saking dekatnya mereka tak pernah ada jarak sama sekali.


Tapi sekarang, semua berubah setelah kejadian satu malam. Mereka berdua bagaikan dua insan yang tak mengenal sama sekali, bahkan seperti dua orang yang tak pernah akur seperti hal nya di waktu dulu.


Ekkhm


Gavin sengaja berdehem untuk menarik perhatian Shi. Tapi sayang wanita itu masih asik dengan pemandangan di luar mobil. Bagi Shi, pemandangan di luar lebih indah ketimbang wajah menyebalkan pria di samping nya.


'Si*l, gw di kacangin.' Batin Gavin dengan kesal.


Dia berdehem kembali, bahkan hingga dua kali. Tapi lagi lagi usahanya sia sia, Shi masih asik dengan pemandangan di luar mobil.


Ting


Ponsel Shi berdenting, menandakan sebuah pesan masuk. Shi segera merogoh ponsel nya di dalam tas dan membuka pesan itu yang ternyata dari Aryan.


Aryan menanyakan keberadaan Shi dimana. Dan Shi mengatakan jika dia akan fitting baju pengantin bersama Gavin.


Mereka pun bertukar pesan satu sama lain. Shi bahkan tak sadar jika ada seseorang yang menatap Shi dengan aura yang menyeramkan di samping nya.


'Chatan sama siapa sih dia? Kenapa fokus sekali. Atau jangan jangan sama pria bulepok itu?' Tebak Gavin dalam hati.


Ckiiitt


Duk.


Gavin sengaja mengerem mobilnya dengan mendadak, membuat Shi kaget dan jidatnya terbentur dasbor mobil.


"Aaawhh..... Sssh....." Ringis Shi sambil memegangi jidatnya yang sakit.


Sedangkan Gavin malah tersenyum penuh kemenangan saat melihat ponsel Shi jatuh.


'Rasakan kau, berani berani nya mendiamkan ku dan malah chat bersama pria bule itu!' Gavin tertawa di dalam hati nya.


"Heh, kulkas. Lo ngapain sih ngerem mendadak hah? Sakit kepala gw tahu!" Kesal Shi dengan mata mendelik tajam.


Bukannya minta maaf, Gavin malah mengangkat kedua bahunya dan kembali menjalankan mobil nya. Dia tak perduli denga keluhan Shi sama sekali.


"Heh kulkas, Lo itu budeg atau emang congean hah!" Geram Shi.


Gavin yang mendengar itu menatap Shi dengan tajam, tapi Shi tak takut dan malah menatap balik Gavin.


"Apa Hah! Lo mau ngancem gw iya? Bukan nya minta maaf malah melotot. Mau gue congkel mata Lo itu, biar gak bisa liat sekalian." Bentak Shi sambil mendengus kasar.


Dia menurunkan kaca di bagian depan, lalu melihat jidatnya yang merah.


'Jika bukan karena rencanaku saja, sudah ku lahap kau disini gadis sok berani.' Batin Gavin dengan kesal.


Shi mengambil ponsel nya yang terjatuh dan menekan tombol on of. Sayang ponsel Shi mati akibat terjatuh lumayan keras.


'Shiit, mati lagi. Untung tadi aku sudah mengirim pesan pada Aryan buat menjemput ku.'


Shi memang sengaja mengirim pesan pada Aryan untuk menjemputnya, sebab ia tak mau pulang dengan Gavin. Lagipula Shi ada janji hari ini bersama Aryan tentang urusan bisnis.


Sesampainya di butik, Gavin dan Shi langsung masuk dan di sambut desainer wanita yang berusia 45 tahun.


"Hallo selamat pagi Tuan Muda dan Nona Muda." Ucap Liliyana Sang desainer.


Mereka pun langsung melakukan fitting baju pengantin.


Saat Shi keluar dengan kebaya putih yang dia pakai. Gavin begitu terpana bahkan mulutnya sedikit terbuka.


Dia begitu terpesona dengan kecantikan Shiena. "Gimana? Cocok kan?" Tanya Shi pada Gavin.


"Nggak! Terlalu terbuka bagian itu, emang Lo sengaja mau umbar dada kecil Lo itu?" Ketus Gavin


Shi berdecak sebal, lalu mendekat ke arah Gavin. "Heh kulkas, kecil kecil juga Lo udah pernah ngerasain nya kan? Bahkan Lo sampai lahap." Bisik Shi dengan nada ketus.


Gluk


Gavin meneguk ludahnya dengan kasar saat mencium harum rambut Shi. Apalagi saat Shi mengatakan tentang malam itu, membuat otak Gavin seketika menjadi travelling. Bahkan yang di bawah sana sudah mulai beraksi dan sedikit sesak.


"Mba Li, saya mau kebaya ini saja." Ucap Shi pada Liliyana.


"Eh, kan gw bilang enggak!" Tolak keras Gavin.


"Sorry ya kulkas, gw gak punya banyak waktu berdebat sama Lo. Lagipula kebaya ini bagus dan gw suka. Kalau Lo gak suka ya itu urusan Lo lah." Tukas Shi sambil masuk kembali kedalam ruang ganti.


Gavin yang mendengar itu terlihat sangat geram. Dia tak menampik jika Shi sangat cantik dengan kebaya itu. Hanya saja bagian dada nya lumayan rendah dan Gavin tak rela jika semua orang menikmati nya.


Shi berjalan lebih dulu keluar butik, Gavin yang melihat itu benar benar merasa geram. Shiena yang sekarang benar benar selalu membuatnya marah dan kesal.


Sangat beda dengan Shiena dulu, yang begitu manis dan juga asik.


"Kau itu kenapa keluar duluan hah!" Kesal Gavin.


"Oh, ya. Kamu pulang duluan saja ya! Lagian kan kamu mau ke kantor." Ucap Shi tanpa menatap Gavin sama sekali.


"Ck, mana bisa begitu. Kita kesini bareng dan pulang juga harus bareng." Kesal Gavin semakin geram dengan sikap dingin Shiena.


"Maaf, tapi aku ada urusan."


Berbarengan dengan itu, mobil Aryan datang dan Shi langsung menuju mobil Aryan. Saat Shi akan membuka pintu mobil, tangan nya di tahan oleh Gavin.


"Kamu kesini bareng aku, lalu pulang bareng dia! Apa kau tak menghargai aku hah!" Bentak Gavin sambil mencekal tangan Shi dengan kuat.


Shi sampai kaget saat Gavin membentaknya, tapi dia tak bisa lemah di hadapan Gavin.


"Maaf, aku ada urusan bisnis. Lagipula kau harus ke kantor, lepaskan." Pinta Shi


Bukan nya melepaskan tangan Shiena, Gavin malah menarik paksa Shiena ke mobilnya. Aryan yang melihat itu tentu saja tak tinggal diam.


"Kau, lepaskan Shiena." Teriak Aryan


Gavin menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Aryan dengan tajam. Dia berjalan mendekat ke arah Aryan.


"Lo itu harusnya sadar diri hah! Shiena itu adalah calon istri gw." Bentak Gavin dengan sorot mata yang begitu tajam dan memancarkan kebencian.


"Iya, aku tahu dia calon istrimu. Tepatnya kalian terpaksa menikah." Ledek Aryan.


Gavin yang mendengar itu menjadi sangat geram hingga ia melepaskan cekalan tangan nya dan menghajar Aryan.


Tapi sayang, Aryan bisa menghindar dari tonjokan Gavin. Lalu mereka pun adu bogeman satu sama lain.


Shi yang melihat itu tentu saja sangat panik, dia berteriak agar keduanya berhenti. Namun tak ada yang mau berhenti dan mendengar ucapan Shi.


"Berhenti aku bilang." Teriak Shi dengan suara power full.


Bugh


Aryan mampu menjatuhkan Gavin dengan tendangan nya.


"Kalian bisa gak sih gak usah berantem hah? Vin, aku pergi sama Aryan itu karena urusan bisnis semata. Lagipula urusan kita sudah selesai." Ucap Shi sambil menarik tangan Aryan ke mobil.


Gavin menatap kedua orang itu dengan tatapan mematikan, aura Gavin benar benar sangat menyeramkan.


'Awas kau Shi, lihat saja apa yang akan ku lakukan nanti.' Batin Gavin dengan emosi yang membara, bahkan ia sampai memukul aspal dengan kesal.


Bersambung.........


Emang enak kamu Vin di cuekin Shi😂😂😂