Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)
Rencana Gavin


Happy reading.........


Setelah membicarakan tentang masalahnya, dan menjelaskan tentang semua yang terjadi kepada Shi, Gavin pun kembali ke kantor. Sementara itu Shiena masuk kembali ke dalam rumah, setelah mengantar Gavin ke teras.


"Bagaimana? Apa kamu masih ingin pergi ke luar negeri?" tanya Juwi saat Shi duduk di sofa di sebelahnya.


Shi menggeleng dengan pelan. Juwi yang melihat itu pun segera merangkul tubuh putrinya. "Makanya Nak, jika ada apa-apa itu dibicarakan secara baik-baik. Jangan main langsung percaya aja dengan apa yang kamu lihat. Mami sih mendukung aja apa keputusan kamu, tetapi kamu kan dan Gavin sudah dewasa? Kamu harusnya bisa mengambil pelajaran dari masalah-masalah kamu bersama dengan Gavin. Dan kamu tidak boleh apa-apa langsung kabur, harus dibicarakan secara baik-baik dulu. Caari tahu kebenarannya Seperti apa, karena takutnya wanita itu memanfaatkan situasi ini, dan akan merusak hubungan kamu bersama dengan Gavin."


Juwi menasehati Putri semata wayangnya itu, agar Shi tidak salah jalan dalam mengambil keputusan. Karena walau bagaimanapun, Juwi adalah seorang ibu. Jadi dia harus memberikan nasehat jika anaknya salah dalam mengambil keputusan.


Setelah menasehati Shiena, Juwi melangkah ke dapur untuk membuatkan makan siang, dan akan diantarkan ke kantornya Jojo.


-------------------------


Gavin melajukan mobilnya menuju ke kantor. Dia senang jika permasalahannya dengan Sienna sudah clear, dan dia berharap tidak ada lagi masalah yang akan datang di kemudian hari karena Rista.


"Syukurlah Shi mau mendengarkan penjelasanku," gumam Gavin sambil menatap jalanan yang mulai ramai.


Setelah sampai di kantor, Gavin masuk ke dalam ruangannya. Kemudian dia memanggil Billy. "Iya tuan, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Billy sambil menundukkan kepalanya, saat masuk ke dalam ruangan Gavin.


"Bil, Saya mau kamu kasih pelajaran kepada wanita itu. Dan kamu pastikan, jangan sampai dia mengganggu kehidupan saya! Kamu paham!" Titah Gavin kepada Billy, dan langsung dibalas anggukan oleh asisten pribadinya itu.


"Baik Tuan, akan saya kerjakan," jawab Billy sambil berlalu keluar dari ruangan Gavin.


Tepat jam 07.00 malam, pekerjaan Gavin pun selesai. Dia pulang diantarkan oleh Billy. Gavin juga mengirim pesan kepada Shi, tetapi sudah satu jam lamanya tidak ada balasan dari Shi. Dan itu membuat Gavin benar-benar takut, dia pikir Shi masih marah kepadanya.


'Sepertinya aku harus segera melamar Shi?' batin Gavin sambil menatap foto dia dan juga Shi yang berada di ponselnya.


Sesampainya di kediaman Arganendra, Gavin langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri, karena badannya terasa begitu lengket. Dia membuka kancing kemejanya satu persatu, hingga menampakkan dada bidangnya.


Gavin berjalan menuju shower, kemudian dia menyalakan jerannya dan membiarkan air mengguyur tubuhnya, dari atas kepala hingga ke bawah kaki. Menikmati setiap sentuhan dingin, dari air tersebut yang membuat otak serta tubuh Gavin merasa rileks.


Setelah selesai membersihkan diri, Gavin pun memakai pakaiannya, kemudian dia berjalan ke lantai bawah untuk makan malam, karena di sana Momy dan Dady nya sudah menunggu.


"Dad, Mom, aku mau bicara," ucap Gavin di sela-sela makan malamnya.


"Bicara apa?" Tanya Lian sambil mengangkat wajahnya, menatap Putra sulungnya itu. Kemudian dia kembali melanjutkan makannya.


"Aku ingin melamar Shiena Dad, Mom. Bagaimana menurut Dady dan Momy?" tanya Gavin kepada orang tuanya, sambil menatap Tania dan Lian bergantian.


Mendengar itu Tania dan Lian menghentikan makannya, kemudian mereka melirik satu sama lain. Lalu menatap Gavin dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Melamar Shi? Apa kamu yakin? Apa kamu dan Shi sudah membicarakannya?" tanya Tania kepada Gavin, dan langsung dibalas gelengan kepala oleh Gavin.


"Kamu dan Shiena harus membicarakannya dulu, apakah Shi mau dilamar oleh kamu, atau tidak? Jangan sampai nanti, saat kamu melamar dia, tanpa Shi tahu! Kamu akan ditolak. Memangnya kamu mau, ditolak untuk kedua kalinya oleh Shiena?" Tanya Lian dan langsung membuat Gavin terdiam.


"Tapi Dad, aku benar-benar serius kepada Shi. Aku tidak mau jika nanti kami terpisah lagi, seperti kejadian tadi siang yang membuat dia salah paham."


"Memangnya ada kejadian apa tadi siang?" tanya Tania dengan wajah yang penasaran.


Gavin pun menceritakan tentang kejadian tadi siang, di saat Rista datang ke kantornya, lalu tiba-tiba mengajak dia balikan, dan mencium dirinya. Dan di saat Shi salah paham kepadanya.


"Apa kamu benar-benar yakin, Ingin melamar Shi dan menjadikan dia wanita pilihan dalam hidup kamu?" Tanya Lian dengan tatapan serius, dan menaruh sendok dan garpu di atas piringnya.


Gavin menganggukkan kepalanya dengan mantap. "Aku serius Dad, aku sedang tidak bercanda. Aku yakin, jika Shi wanita yang pantas untuk aku, dan dia wanita yang pantas menjadi ibu untuk anak-anakku kelak," jelas Gavin dengan serius, dan tanpa nada bercanda sedikitpun. Karena memang saat ini Gavin tidak sedang main-main dengan perasaannya.


"Baiklah, begini saja. Kamu bicarakan dulu bersama Shi, dan Dady sama Mommy juga akan membicarakan ini kepada Om Jojo, dan juga tante Juwi. Kami akan berunding, bagaimana baiknya setelah keputusan kalian nanti. Aoa kamu paham?" tanya Lian kepada Gavin.


"Iya Dad, aku sangat paham. Besok aku akan membicarakannya dengan Shi, dan aku berharap dia juga mau untuk menikah dengan aku." Gavin berharap jika memang Shi mau menikah dengan dia, karena mereka sudah menjalani pendekatan, walaupun belum sampai waktu yang ditentukan oleh mereka.


'Besok aku akan mengajak makan Shi, dan membicarakan ini berdua dengan Shi. Aku harap kamu menerimanya Shi,' batin Gavin sambil memakan makan malamnya sampai habis.


Bersambung. .............