Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)
Tidak Mudah Memaafkan


Happy Reading😘


Seminggu setelah perdebatan itu keluarga Tania dan juga keluarga Juwi, tidak pernah bertemu. Mereka sama-sama meredamkan emosinya satu sama lain, begitupun dengan Gavin dan juga Shiena, mereka tidak ada kontak sama sekali.


Pagi ini Tania berencana akan ke rumah Juwi, dia akan membicarakan perihal masalah seminggu yang lalu. Dia tidak ingin persahabatannya dengan Juwi hancur gara-gara masalah Gavin dan juga Shi.


"Dad, Mommy izin dulu ya!" Ucap Tania pada Lian saat berada di meja makan.


"Mommy mau ke mana?" Tanya Lian dengan penasaran.


"Mommy mau ketemu sama Juwita, Dad. Mommy ingin membicarakan perihal masalah seminggu yang lalu! Kita harus menemukan titik terang dari masalah ini Dad," Jelas Tania sambil membereskan piring kotor di meja makan. Sedangkan Gavin hanya menunduk tidak mengatakan satu kata patah pun.


Dia tidak berani hanya untuk angkat bicara di hadapan orang tuanya akibat kemarahan Dady dan juga Mommy nya beberapa waktu yang lalu. Tania dan juga Lian mendiamkan Gavin, rasa kecewa yang mereka rasakan kepada Gavin begitu dalam, hingga membuat Tania mogok bicara.


Setelah bersiap-siap Tania pun pergi bersama sopir, sedangkan Gavin dan juga Lian menuju kantor masing masing.


30 menit Tania pun sudah sampai di rumah kediaman Alexander. Dia menyuruh sang sopir untuk menunggu di dalam mobil, sedangkan dia masuk ke dalam rumah Juwi. Setelah mengetuk pintu, tak lama pelayan pun membukakan pintu untuk Tania dan mempersilahkan Tania untuk masuk ke dalam rumah.


"Maaf Nyonya, di luar ada Nyonya Tania. Apa Nyonya ingin bertemu?" Tanya pelayan itu pada Juwi yang sedang berada di kamarnya.


Juwi terdiam beberapa saat, dia tidak tahu harus menemui Tania atau tidak. Tapi setelah berpikir cukup keras, Juwi memutuskan untuk menemui Tania. Dia berpikir jika masalah yang mereka hadapi saat ini harus menemui titik nya.


"Baiklah, bilang kepadanya untuk menungguku sebentar lagi," Ujar Juwi kepada pelayan itu.


"Aku harus memanggil Shiena, karena masalah ini juga bersangkutan dengan dia," Gumam Juwi pada diri sendiri. Setelah itu dia keluar kamar dan menuju kamar putrinya.


Tok


Tok


Tok


"Di bawah ada tante Tania! Apa kamu mau menemuinya?" Tanya Juwi sambil melihat ke arah mata Shi.


Shi terdiam lalu membalas tatapan sang Mami. "Apa di bawah juga ada Gavin?" Tanya Shi, namun Juwi menggeleng. "Tidak ada, hanya tante Tania saja!" Ucap Juwi.


Shi pun mengangguk, lalu mereka pun turun ke bawah untuk menemui Tania. Sesampainya di ruang keluarga, Juwi dan juga Shi duduk di hadapan Tania. Ketiganya sama-sama terdiam dalam beberapa menit, tidak ada yang mengangkat bicara satupun. Mereka terlalu canggung akibat permasalahan beberapa waktu yang lalu.


Tania juga merasa bersalah atas kesalahan Gavin yang sudah menodai Shiena, dia merasa jika sebagai seorang ibu dia telah gagal mendidik Gavin.


"Juwi....," Panggil Tania dengan Lirih.


"Iya Tan?" Jawab Juwi.


"Aku ke sini mau minta maaf! Aku tahu apa yang Gavin lakukan terhadap Shi benar-benar sangat fatal. Aku tidak tahu dengan cara apa,agar kamu bisa memaafkan Gavin. Aku juga tidak memaksa agar kamu menikahkan mereka. Aku sadar jika kekecewaan kamu dan juga Jojo terhadap anakku begitu besar, tapi tidak bisa dipungkiri jika aku pun sebagai seorang ibu juga sangat kecewa terhadap Gavin, " jelas Tania dengan wajah yang sendu, bahkan air matanya sudah mengenang di pelupuk mata Tania.


Juwi mendekat ke arah Tania, lalu memeluk sahabatnya. Mereka berdua menangis tersedu-sedu meluapkan segala amarah, kecewa, emosi di dalam dada mereka.


"Maaf Tan, aku memang tidak bisa memaafkan kesalahan anakmu. Aku juga tidak bisa menikahkan Shi dengan laki-laki seperti Gavin. Rasanya jika mengingat kejadian itu, hatiku masih sangat sesak Tan. Kamu tahu kan jika Shiena adalah anakku satu-satunya. Tapi Gavin dia sudah merenggut masa depan Shi. Sangat berat menerima kenyataan ini Tania, " Jelas Juwi dengan wajah yang sudah berlinang air mata.


Tania memegang kedua tangan Juwi, dia paham apa yang dirasakan sahabatnya saat ini. "Aku tahu apa yang kamu rasakan, dan itu pula yang aku rasakan saat ini. Aku tidak minta kamu untuk menikahkan mereka, hanya saja aku meminta kamu untuk membuka hati dan juga memaafkan Gavin. Aku tidak ingin persahabatan kita hancur, hanya karena masalah ini Juwi," Ujar Tania.


Sementara itu Shi hanya diam saja, dia membiarkan kedua sahabat itu melepaskan unek-unek di dalam hati mereka. Shiena tidak ingin membuat momen yang mengharukan itu terganggu olehnya.


"Shi, apa kamu mau memaafkan Gavin?" Tanya Tania sambil melirik ke arah Shi.


Mendapat pertanyaan seperti itu Shi terdiam, lalu menatap balik ke arah sahabat sang Mami. "Aku tidak tahu tante! Apakah aku bisa memaafkan Gavin atau tidak. Tapi luka yang Gavin berikan benar-benar begitu dalam, dan apa yang dia katakan beberapa hari yang lalu membuat luka ini semakin dalam Tante," Jelas Shi sambil tertunduk lesu.


Tania yang mendengar jawaban Shi menatap wanita berusia 23 tahun itu, dengan tatapan yang sendu. Dia tahu apa yang Shi rasakan saat ini. Tidaklah mudah sebagai seorang wanita untuk menerima kenyataan yang begitu pahit, di mana kehormatannya yang harus dia jaga, dan di mana kesucian yang harus dia jaga untuk suaminya kelak malah direnggut paksa oleh Gavin.


Bersambung, .........