Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)
Menceritakan Masa Lalu


Happy reading......


Tania dan Lian menengok ke arah belakang, dan ternyata Putra mereka sedang berjalan mendekat dengan wajah yang penasaran, kemudian Gavin berdiri di hadapan orang tuanya lalu menatap sang Momy dengan serius.


"Jawab pertanyaan Gavi, Mom, Dedi, siapa yang menyakiti Momy?" tanya Gavin penasaran.


Tania menatap ke arah Lian, meminta persetujuan kepada suaminya itu, apakah dia harus menceritakan tentang Niko kepada putranya atau tidak. Dan Lian yang ditatap seperti itu oleh Tania, seketika menghela nafasnya, kemudian dia meminta Gavin untuk duduk di hadapannya, karena kebetulan di sana ada kursi.


"Jadi ... apa yang akan Mommy dan Dedi jelaskan kepadaku?" tanya Gavin yang sudah tidak sabar mendengar penjelasan dari kedua orang tuanya.


"Siapa yang mau menjelaskan, Bu?" tanya Lian kepada Tania.


Tania memejamkan matanya sejenak, kemudian dia menatap putranya yang ada di hadapannya itu. Tania melihat jika Gavin Sudah tumbuh dewasa, bahkan sebentar lagi dia akan menjadi kepala keluarga untuk Shi.


Tania yakin jika Gavin sudah bisa membedakan, mana yang salah dan mana yang benar. Dan karena Gavin sudah mendengar semuanya, maka Tania pun memutuskan untuk membicarakan masa lalunya kepada Gavin. Walaupun dia tahu, setelah Gavin mendengar semuanya, Gavin akan benci kepada Niko.


"Mom ... aku menunggu loh," ujar Gavin sambil menatap Momynya dengan tidak sabar.


Tania menarik nafasnya dengan dalam dan Lian yang melihat itu segera menggenggam tangan Tania, mencoba menyalurkan kekuatan agar Tania mampu bercerita kepada Putra sulung mereka.


"Mommy dulu pernah menikah, dan mempunyai seorang suami sebelum Dedi. Tapi ..." Tani menarik nafasnya sejenak. "Pernikahan Mommy dan dia tidak berlangsung lama, karena mantan suami Mommy tidak pernah mencintai Momy. Dia mencintai adik angkat Momy."


Lalu Tania pun menceritakan semua tentang kehidupan rumah tangganya bersama dengan Niko, tanpa dia tutupi sedikitpun kepada Gavin. Karena ditutupi pun percuma,bGavin sudah dewasa dan tidak bisa lagi untuk dibohongi lagi, jadi Tania menceritakan semua perjalanan hidupnya dulu bersama dengan Niko, dan pada akhirnya dia bertemu dengan Lian dan mempunyai Gavin.


Mendengar cerita Sang Momy, Gavin menahan kesal di wajahnya. Rasa amarah tiba-tiba menyelip jelas di hati Gavin, dia benar-benar marah dan tidak habis pikir ada pria sepengecut Niko, yang dengan tega menduakan istrinya, bahkan menyiksa istrinya.


Gavin tentu saja tidak terima mendengar sang Mommy pernah disakiti oleh pria lain, dia berjanji di dalam hatinya akan membalas perlakuan kasar yang pernah Niko lakukan dahulu kepada Tania. Dan dia tidak bisa memaafkan perlakuan Niko, walaupun Tania berucap Jika dia sudah memaafkan Niko lahir batin, tetapi tidak dengan Gavin.


"Nak, mungkin kamu sekarang marah kepada Om Niko, tapi Mommy mohon, jangan pernah ada dendam di hati kamu. Tidak baik mempunyai dendam, Nak. Tidak baik kita menyimpan rasa amarah kepada seseorang, sedangkan orang itu sudah berubah. Dan Mommy pun sudah memaafkannya, jadi Momy mohon, agar kamu tidak berbuat yang tidak tidak kepada Om Niko," ucap Tania berpesan kepada Gavin.


"Iya Mom, Gavin tidak akan dendam kok kepadanya," jawab Gavin berbohong. Padahal hatinya saat ini diselimuti rasa amarah. "Apakah Momy, mempunyai fotonya? Gavin sangat penasaran dengan mantan suami Mommy," ujar Gavin kepada Tania, namun wanita itu langsung menggeleng.


"Momy tidak pernah menyimpan foto om Niko. Karena bagi Momy, masa lalu biarlah masa lalu, dan disimpan pada tempatnya. Dalan Momy sudah mempunyai hidup yang baru, lembaran baru. Jadi, Momy tidak ingin mengingat masa lalu yang menyakitkan," jelas Tania sambil menunduk dengan wajah yang sendu.


Walaupun dia sudah memaafkan Niko lahir batin, tapi luka itu, rasa sakit itu, yang pernah Niko torehkan di hatinya, tidak bisa serta merta terhapus begitu saja. Pasti sebuah luka akan menyisakan bekas sampai kapanpun, bahkan sampai maut menjemput.


Setelah berbicara dengan orang tuanya, Gavin masuk ke dalam kamar, kemudian dia meraih ponselnya yang ada di atas meja dan menghubungi detektif yang selama ini diperintahkan oleh Gavin dalam situasi apapun untuk menyelidiki musuh dan yang lainnya.


"Aku ingin kamu mencari tahu tentang seseorang, yang bernama Niko!" titah Gavin kepada seseorang yang berada di seberang telepon.


Setelah itu Gavin menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, dia memijat kepalanya yang terasa pusing akibat menahan amarah yang menggebu di dalam hatinya. Tidak dia sangka, jika Momynya yang selama ini cerewet, yang selama ini ceria, menyimpan luka yang begitu dalam di hatinya.


*******


Pagi hari saat Gavin tengah memakai dasinya, tiba-tiba ponselnya berdenting tanda sebuah pesan masuk. Dan ternyata dari detektif kepercayaannya, yang mengabarkan jika dia sudah mendapatkan data-data tentang Niko, juga dia sudah mendapatkan tentang siapa yang meneror Shi, di restoran.


Gavin tentu saja sangat semangat, kemudian dia meraih jasnya dan turun ke lantai bawah menuju ke meja makan di mana Tania dan juga Lian sudah menunggunya untuk sarapan.


"Morning Mommy,nDaddy. Maaf ya, pagi ini aku tidak ikut sarapan dulu, ada kerjaan yang penting," ucap Gavin kepada kedua orang tuanya, setelah itu dia mencium tangan Tania dan Lian lalu pergi meninggalkan Mansion.


"Hari ini aku akan tahu, siapa itu Niko, dan hari ini juga aku akan tahu siapa dalang di balik peneror Shiena," gumam Gavin dengan nada yang geram sambil meremas setir mobilnya.


Bersambung........