
Happy reading...
Gavin pulang dengan rasa kesal di hatinya. Dia melempar jasnya ke arah ranjang dengan kasar, kemudian menghempaskan tubuhnya di atas ranjang sambil mengusap wajahnya. Menghilangkan penat yang seharian menggerogoti pikirannya.
"Harusnya tadi aku dengerin dulu penjelasan Shi! Ah, sudahlah. Lagi pula dia sudah bersenang-senang dengan pria itu?" Kesal Gavin pada diri sendiri, sambil mengacak rambutnya.
Gavin menggulingkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri, mencoba menetralkan pikirannya. Tetapi saat ini pikirannya benar-benar kacau, dia menjadi uring-uringan, karena dia takut jika pria itu menembak Shi, dan Shi menerimanya.
"Aaghhh... Kenapa sih? Kenapa tadi siang aku ijinin mereka untuk pergi? Bodoh kamu Gavin!" Gerutu Gavin pada diri sendiri, kemudian dia pun bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, sekaligus mendinginkan kepalanya yang terasa begitu panas.
Selesai membersihkan diri, Gavin turun ke lantai bawah untuk makan malam, karena dia belum sempat untuk mengisi perutnya. Sesampainya di lantai bawah, Gavin melihat Mommy dan Dadynya sedang duduk di meja makan menunggu dirinya.
"Gavin, bagaimana? Kamu jadi kan melamar Shi?" Tanya Tania kepada sang anak.
Gavin mendesah dengan pelan, kemudian dia meminum air yang ada di hadapannya. "Nggak jadi Mom! Orang dianya pergi sama pria lain," kesal Gavin dengan wajah cemberut.
Tania dan Lian melirik satu sama lain. "Maksudnya? Pergi dengan pria lain? Maksud kamu Shi yang pergi dengan pria lain? Kok bisa?" Heran Tania dengan dahi mengkerut, dan tatapan menyipit ke arah Gavin.
"Iya, katanya pria itu mau ke Korea. Jadi meminta Shi untuk menemaninya jalan-jalan hari ini. Aaghh... Nggak tau lah Mom, enggak usah ngomongin! Itu bikin mood aku hancur aja," kesal Gavin sambil mengambil nasi ke piringnya.
Tania dan Lian terkekeh kecil melihat anak lelakinya itu sedang merasakan cemburu, dan Gavin yang melihat orang tuanya tertawa malah semakin kesal.
"Mommy sama Dady, kok malah ketawa sih? Bukannya ngedukung anaknya, malah ngetawain?"
Tania pun berjalan mengitari meja makan, lalu duduk di samping Gavin. Kemudian dia memegang pundak anaknya. "Gavin, anak Momy. Dengerin ya! Kamu itu persis sekali dengan Dady kamu waktu muda, Pencemburu."
"Siapa juga yang cemburu sama Mommy? Kan emang Dady nggak suka, kalau Momy dekat dengan pria lain? Apalagi dengan mantan suami Mommy dulu!" Ujar Lian dengan wajah ditekuk.
"Tuh lihat! Dady kamu bahkan sampai sekarang pun, masih menjadi orang Pencemburu. Dengarkan Momy, ya Nak! Dalam satu hubungan itu, harus ada kepercayaan. Momy yakin kok, jika Shi memang hanya mengantar temannya untuk berjalan-jalan. Tidak akan ada hal lain! Jadi, kamu tidak usah khawatir. Sebaiknya kamu telepon Shi, minta penjelasan dari dia. Lalu, apa kamu jadi akan melamar Shi? Atau gara-gara kejadian ini, kamu malah mundur?" Ledek Tania pada Putra sulungnya itu.
Gavin terdiam mendengar ucapan sang Momy, otaknya berpikir jika ucapan Mommy-nya ada benarnya. Seharusnya dia tidak harus menyimpulkan begitu saja, dan harusnya dia tidak cemburu, dan percaya kepada Shi, jika Shi pastilah akan menjaga hatinya dari pria lain.
Setelah makan malam selesai, Gavin pun masuk kembali ke dalam kamarnya. Kemudian dia mengambil ponselnya dan mencoba menelpon Shi, tetapi baru saja nomor Shi akan dia tekan, tiba-tiba niatnya terurung.
"Aduh, aku telepon nggak ya? Tapi kalau aku telepon dia, yang ada dia ke-gr-an lagi?" Bimbang Gavin sambil mengetuk-ngetuk ponselnya.
Akhirnya nggak pinter memutuskan untuk tidak menelpon Siena dan akan ke rumah Siena pagi-pagi untuk mengajak dia barang ke restoran.
*****************
Pagi hari Gavin sudah siap dengan setelan kantornya, kemudian dia pun menuju meja makan untuk meminum teh hangat yang dibuatkan oleh sang Mommy.
"Loh, kamu nggak sarapan dulu Gavin?" Tanya Tania menatap heran ke arah sang Putra.
"Nggak dulu Mom! Aku mau bertemu dengan Shi, aku harus berbicara dengan dia," ujar Gavin sambil berlalu meninggalkan ruang makan menuju mobilnya.
Gavin pun melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Arganendra, untuk menuju kediaman Alexander. Dia akan berbicara kepada Shi, tentang rencananya untuk melamar Shi nanti siang. Tetapi, Gavin juga tidak akan bilang jika dia akan melamar Shi, dia hanya akan bilang untuk mengajak Shie makan siang.
Bersambung. . .......