
Happy Reading😘
Sesampainya Tania di kantornya Lian, dia langsung masuk ke ruangan suaminya, dan ternyata di sana juga ada Gavin anaknya, lalu Tania duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu.
"Dad, Gavin. Mommy mau bicara sebentar," ucap Tania sambil menatap kedua pria tampan di hadapannya.
Gavin dan sang Dady hanya memandang satu sama lain dengan heran,.lalu mereka berjalan dan duduk di sofa di sebelah Tania.
"Ada apa Mom?" Tanya Gavin
"Iya Mom, Ada apa? Kok kayaknya serius sekali?" Heran Lian sambil menatap sang istri.
"Malam ini kita ke rumah Jojo dan Juwi Dad, ada yang mau kita bahas soal perjodohannya Gavin dan juga Shiena." ucap Tania sambil memandang ke arah Gavin.
Lian menatap istrinya dengan heran, sedangkan Gavin tersenyum dan tertawa di dalam hatinya. Dia pikir bahwa kemarin setelah dia mengadu kepada Papanya Shi, membuat pernikahan mereka dipercepat.
Gavin tidak tahu saja, kejutan Apa yang akan terjadi malam nanti, yang membuat Dia mungkin akan Spot jantung.
Memangnya ada apa lagi Mom? Bukannya pernikahan mereka sudah ditentukan, dan semuanya sedang berjalan?" Tanya Lian dengan wajah yang begitu heran.
"Ada pokoknya Dad, ini tentang Perjodohan mereka. Tapi sebelum itu, Momy mau tanya dulu sama kamu Gavin, kamu Ada masalah apa sama Shiena?" Tanya Tania sambil menatap Gavin dengan tatapan penuh selidik.
"Hah, masalah. masalah apa Mom? Aku sama Shi baik-baik saja, kami nggak ada masalah apa-apa Mom?" Tukas Gavin dengan bohong.
"Kamu yakin?" Tanya Tania memastikan ucapan anaknya.
"Yakinlah Mom, kenapa juga aku sama Shiena harus berantem? Emang kita ada masalah apa?"
"Ya, Momy nggak tahu kamu Ada masalah apa sama Shi. Ya, siapa tahu saja kan kamu dan Shiena itu sedang ada masalah? Kan dulu waktu Shi berangkat ke Jepang, kamu nyari dia tapi Shi malah nggak ada kabar sama sekali seperti menghindar dari kamu." Tutur Tania.
Gavin terdiam mendengar ucapan sang Momy. Dia teringat saat waktu dia bangun pagi, dan tidak menemukan Shi di sampingnya, dan ternyata Shi sudah pergi ke Jepang.
🌹
🌹
🌹
Malam pun tiba, Shi sudah mau keluar kamar, tapi dia masih mendiamkan Mami dan Papinya. Shiena masih sakit hati atas perlakuan orang tuanya apalagi Papinya.
"Shi, Mami mau bicara sebentar," Ucap Juwi saat Shi akan menaiki tangga menuju kamarnya.
Shi hanya diam tanpa berbalik badan sedikitpun, lalu Juwi kembali berucap. "Nak, Mami tahu kamu marah sama Mami dan Papi. Tapi tolong, kali ini saja. Keluarganya Gavin akan datang ke sini dan akan membicarakan Perjodohan kalian."
Mendengar itu Shi langsung berbalik badan, dan menatap sang Mami. Sangat terlihat jelas dari kedua bola mata Shi, Jika dia benar-benar menolak keras Perjodohan itu. Tanpa mengucap satu kata patah pun, Shi langsung naik menuju kamarnya.
"Maafkan Mami Shi, Mami tahu Mami ini egois! Mami ini jahat, Mami nggak pernah memikirkan kebahagiaan kamu. Sekarang Mami akan melakukan apapun untuk kebahagiaan kamu Nak." gumam Juwi sambil menatap punggung Shi yang hilang di balik pintu kamarnya.
"Nak keluarganya Gavin sudah datang, kita akan membicarakan soal Perjodohan kamu dan Gavin. Ayo kita ke bawah," ajak Juwi sambil menggandeng tangan Shi.
Tapi sayang, Shi segera menepis tangan sang Mami, lalu berjalan lebih dulu ke ruang tamu. Dia menatap Gavin dengan sorot mata yang begitu tajam dan penuh kebencian. Sementara itu, Tania dan Lian hanya memperhatikan tatapan Shi kepada Gavin.
'Kenapa tatapan Shi begitu benci ya pada Gavin?' Batin Tania bertanya-tanya, begitu pula dengan Lian.
Shi duduk di sofa single, dia memandang Gavin dengan tajam begitu pula dengan Gavin. Dia memandang Shi dengan intens bahkan dengan seringnya di bibirnya.
' kita lihat saja kelinci kecil, kau tidak akan bisa lepas dariku, dan pernikahan kita akan dipercepat.' batin Gavin Sambil tertawa di dalam hati.
"Baiklah, karena semuanya sudah berkumpul di sini, maka saya akan mengutarakan maksud dan tujuan Saya mengundang kalian ke sini." Ucap Jojo
Memang tadi siang Jojo mengirim pesan kepada Lian, dan mengundangnya untuk makan malam demi membicarakan masalah Perjodohan kedua anak mereka.
Jojo menatap Gavin dan Lian bergantian, lalu dia pun membuka suara. "Sebelumnya saya meminta maaf, kepada kamu Lian, Tania dan juga kamu Gavin. Mungkin kami terbilang lancang, tapi bagi kami kebahagiaan anak kami lebih penting dari apapun, terlebih Shi adalah anak semata wayang kami."
Jojo menghentikan ucapannya dan beralih pandang melihat ke arah Shi Sang Putri. Begitupun dengan Shi, dia langsung memandang ke arah Papinya dengan bingung.
'Sebenarnya apa yang mau Papi bicarakan?' batin Shi bertanya-tanya
Sedangkan Gavin sudah tersenyum saja, dia merasa akan menang.
"Gavin, Om minta maaf tapi Perjodohan kamu dan juga Sienna tidak bisa Om lanjutkan. Om juga sudah membicarakan ini dengan orang tua kamu. Dan orang tua kamu setuju. Ucap Jojo sambil memandang ke arah Gavin.
Duaar
Bagaikan disambar petir di malam hari, Gavin begitu kaget saat mendengar penuturan dari Papinya Shi. Dia tak menyangka jika Perjodohan mereka akan dibatalkan. Dia pikir dengan diundangnya orang tuanya ke sana, akan mempercepat pernikahan mereka tapi ternyata dia salah. Seketika senyum di wajah Gavin meredup berganti api kemarahan.
"Om gak bisa gitu dong! Kenapa pernikahan aku dan juga Shiena dibatalin? Kan kita sudah sepakat? Lagian kita juga sudah fitting baju pengantin." Protes Gavin dengan nada yang marah.
"Mom, Dad. Ini Sebenarnya ada apa sih? Kenapa Perjodohan aku sama Shi dibatalkan, ada apa?" Tanya Gavin pada orang tuanya dengan bingung.
Sedangkan Shi yang mendengar itu malah tersenyum lega, dia tidak menyangka Jika perjodohannya dengan Gavin akan dibatalkan. Dan Mami Papinya mendengarkan segala unek-unek Sienna tadi malam.
Gavin berdiri dan menatap semua orang dengan tajam. "Saya nggak terima ya! Saya mau perjodohan ini tetap dilanjutkan" Marah Gavin.
Lian yang melihat anaknya begitu marah, segera menarik tangan Gavin untuk duduk kembali. "Apa yang kamu lakukan? Diam dan duduklah," geram Lian sambil menatap tajam ke arah anaknya.
"Tapi Dad? Aku nggak bisa terima dong, masa Perjodohan Ini dibatalkan begitu saja? Mereka nggak bisa ngambil keputusan sebelah pihak kayak gini." Marah Gavin sambil menunjuk Shi.
Sedangkan yang ditunjuk hanya tersenyum dengan mengejek ke arah Gavin, dan itu semakin membuat Gavin benar-benar terbakar emosi.
Bersambung.....