Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)

Love In Silence (Mencintaimu Dalam Diam)
Hancur Untuk Kedua Kalinya


Happy reading..........


Saat ini Shi tengah memasak di restoran untuk dibawa ke kantor Gavin. Dia ingin makan siang bersama Gavin di kantornya, tetapi Shi sengaja tidak memberitahu Gavin, Jika dia akan datang. Karena dia ingin memberikan surprise untuk Gavin.


"Selesai..." Ucap Shi sambil memasukkan masakan yang dia masak tadi ke dalam rantang.


Setelah semua selesai, Shi pun berangkat ke kantor Gavin. Dia mengendarai mobilnya dengan santai, sebab jam makan siang masih 25 menit lagi.


Jalanan Jakarta juga semakin padat, membuat Shiena harus benar-benar sabar untuk melewati jalanan di kota yang padat itu. Dia pun menyetel lagu di dalam mobilnya, lagu yang membuat dia suka bahkan sampai ikut bernyanyi.


Setelah sampai di kantor Gavin, Shi pun langsung menaiki lift untuk menuju ke ruangan Davin dia benar-benar tidak sabar ingin segera bertemu dengan Gavin.


"Gavin pasti terkejut, karena aku ke sini. Semoga dia suka sama masakan aku," gumam Shi sambil menatap rantang yang ada di tangannya dengan senyuman manis dan merekah di wajahnya.


'Aku semakin yakin, jika memang aku dan Gavin itu berjodoh. Ditambah cinta yang selama ini tumbuh buat Gavin masih ada, dan karena kedekatan kami sekarang, cinta itu bahkan semakin membesar. Aku berharap Gavin tidak akan pernah menyakitiku lagi,' batin Shiena sambil menatap pantulan dirinya yang ada di cermin di dalam lift itu.


Dia merapikan rambutnya, juga menatap wajah cantiknya karena dia ingin terlihat perfect di hadapan Gavin.


Ting


Pintu lift terbuka, Shi pun berjalan dengan hati yang senang ke ruangan Gavin. Namun saat dia melewati ruangan Edison, asistennya Gavin. Dia tidak melihat adanya Edison di sana.


"Edison ke mana ya? Oh, mungkin dia lagi ngurus-ngurus kerjaan?" Gumam Shi sambil berlalu dan masuk ke dalam ruangan Gavin.


Shi melihat jika pintu Gavin tidak tertutup dengan rapat. Dia pun mulai membuka pintu itu secara perlahan, namun siapa yang menyangka, jika saat Shi membuka pintu. Dia disuguhkan dengan pemandangan yang benar-benar membuat dia hancur berkeping-keping.


Mata Shi membulat dengan tangan terkepal, lututnya terasa lemas bahkan rantang yang ada di tangan Shiena pun jatuh tanpa bisa lagi dia pertahankan.


Praang


Bagaimana Sienna tidak kaget, jika saat ini di hadapannya dia melihat Gavin sedang berciuman dengan seorang perempuan.


"Aawhhh..." Ringis wanita itu sambil mengusap bagian belakangnya yang terasa sakit, karena mendarat dengan mulus di lantai.


"Gavin..." Lirih Shi sambil menatap Gavin dengan mata berkaca-kaca.


Gavin menggeleng dengan cepat, lalu dia berjalan ke arah Shiena. "Ini tidak seperti yang kamu bayangkan! Kamu salah paham! Aku bisa jelaskan semuanya, aku sama dia--"


Plak


Sebuah tamparan keras mendarat mulus di pipi Gavin, Shiena sudah tidak bisa lagi menahan air matanya. Dadanya benar-benar sesak, hatinya benar-benar hancur berkeping-keping. Dia sudah mulai percaya kepada Gavin, tetapi dengan mudahnya Gavin menghempaskan Shiena sampai ke dasar bumi.


"Aku tidak menyangka, kamu bisa sejahat ini, sama aku Vin? Aku sudah memberi kamu kesempatan kedua! Lalu kenapa Vin? Kenapa kamu giniin aku!" teriak Shi sambil menunjuk wajah Gavin dengan deraian air mata.


Gavin mencoba meraih tangan Shi, dia mencoba menjelaskan kepada wanita yang ada di hadapannya itu, jika semuanya tidak seperti yang Shi bayangkan.


Sementara itu wanita yang ada di belakang Gavin, tengah tersenyum penuh kemenangan. Dia senang melihat pertengkaran Gavin dan juga Shi. Melihat itu Shi berjalan ke arah wanita yang ada di belakang Gavin, lalu dengan kuat dia mengangkat tangannya dan menampar wajah wanita itu, hingga kembali tersungkur ke lantai dan sedikit robek di bagian bibirnya.


"Ciih, dasar kalian ini tidak tahu malu! Kamu ya... Sudah berani menyakiti Gavin, lalu sekarang kamu menggoda dia lagi? Dan kamu Vin, kamu sudah disakiti sama dia, dan kamu kembali lagi kepada dia? Kalian ini benar-benar cocok, sampah dan juga sampah!" Teriak Shi dengan nada sarkas, sambil menatap kedua manusia yang ada di hadapannya itu dengan jijik.


Shi menghapus air matanya dengan kasar, lalu menunjuk wajah Gavin dengan tatapan mendelik penuh amarah dan juga kebencian. "Kamu dengar ya, GAVIN ARGANENDRA! Aku membatalkan kesepakatan kita! Dan hubungan kita selesai sampai di sini," ucap Shi dengan sorot mata yang begitu tajam.


Setelah mengatakan itu Shi pun pergi dari ruangan Gavin. Dia benar-benar kecewa kepada pria tampan itu. Dia sudah memberikan Gavin kesempatan kedua, tetapi Gavin malah menghancurkan dan mematahkan kesempatan, dan juga kepercayaan yang sudah Shi berikan kepadanya.


"Shiena... Shi...!" Panggil Gavin, namun Shiena tak menghiraukan nya.


Dengan langkah lebar Shi menuju lift, dia bahkan sampai menubruk tubuh Edison yang baru saja keluar dari lift. Tanpa menghiraukan tatapan Edison yang heran, Shiena langsung menutup pintu lift itu. Tapi sebelum pintu itu tertutup, Shi melihat jika Gavin sedang mengejar ke arahnya, namun sayang pintu itu sudah tertutup.


Shi menangis meraung di dalam lift, air matanya kembali tumpah. Tubuhnya luruh ke lantai. Dia benar-benar kecewa, sakit, hancur, itulah yang Shiena rasakan saat ini. Bahkan lebih sakit dari yang pertama kali dia rasakan. Kali ini rasa itu benar-benar sangat membuat dia hancur.


Bersambung. . . . .....