I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Berbagi Tugas


Rio berjemur bersama Zain di depan teras rumah nya sambil mengobrol dengan Nugroho. Dua pria tersebut berbicara asik dengan tawa yang sangat renyah.


" Mas Bang ini kopi nya." Ucap Chika sambil menaruh dua cangkir berisi kopi.


Zain pun di ambil alih dari gendongan Rio, usia yang sudah 2 minggu bayi premature yang tumbuh subur.


" Zain kita mandi yuk. " Ucap Chika sambil mencium kedua pipi Zain.


*****


" Kapan kamu nikah? " Tanya Rio.


" Saya belum bisa move on dari Lusi. " Jawab Nugroho.


" Bukalah hati kamu, sudah satu tahun lebih apa tidak ingin mencoba membuka hati dan menjalani kehidupan yang baru bersama dengan wanita lain." Ucap Rio.


" Sulit, sangat sulit Saya tidak bisa." Ucap Nugroho.


" Cobalah, kamu belajar mencintai wanita lain. Atau mau Saya cari kan? "


" Nggak lah terima kasih, nanti juga kalau sudah ada yang cocok pasti juga Menikah."


" Kalau tidak usaha nggak bakalan lah bisa."


" Tenang saja Bro.. santai..!! " Ucap Nugroho.


*****


" Anak Papah bobo dong, doyan banget sih bergadang. " Ucap Rio saat tengah malam Zain masih membuka matanya lebar.


Sedang kan Chika sudah tertidur pulas, karena seharian menjaga Zain.


" Bobo ya.. tuh lihat Mamah sudah bobo Zain nggak ingin bobo hem..? "


Zain hanya tersenyum merespon setiap ucapan Rio, dan tangan nya meraba - raba wajah Rio.


Chika membuka matanya saat melihat Rio masih bermain dengan Zain.


" Pah, kok Zain belum tidur? " Tanya Chika saat melihat jam dinding sudah menunjukkan puku 1 dini hari.


" Iya biar saja Papah yang temanin Zain." Jawab Rio.


" Besok Papah Dinas, gantian sama Mamah saja sini."


" Nggak Mamah tidur lagi saja, kasihan seharian mamah mengasuh Zain."


" Ya kan sudah tugas Mamah Pah. "


" Sudah tidur lagi Sana. "


******


" Pah.. bangun pah sudah siang." Panggil Chika saat mendapati suami nya masih tidur.


" Pah... bangun..!!! "


" Hmmm... apa yank ngantuk."


" Sudah jam 6 pah bangun."


Mata Rio langsung membuka lebar, langsung Rio bangun dan berlari ke arah kamar mandi.


" Nyata kan di bangunin langsung ngacir ke kamar mandi." Ucap Chika


" Yank... shampoo mana Shampoo !! " Teriak Rio dari dalam kamar mandi.


Chika pun mengetuk pintu kamar mandi dan lantas Rio membuka pintu kamar mandi sedikit mengambil Botol Shampoo.


*****


" Eh Bang Nu, mau berangkat sama - sama Ya?" Tanya Chika.


" Iya nih suami kamu mana? " Tanya Nugroho.


" Kayak nya baru selesai mandi." Jawab Chika.


" Loh kesiangan? "


" Malam bergadang sama Zain."


" Wah.. Zain kecil - kecil sudah ngajak Papah nya bergadang ya. "


" Mah, Papah mau keluar kota ada acara kantor dadakan." Ucap Rio yang sudah mengenakan seragam Dinas.


" Loh kok nggak bilang Sama Mamah? "


" Iya soalnya dadakan, mau bilang Mamah sudah tidur. "


" Nanti malam kita pulang." Ucap Nugroho.


" Ya sudah hati - hati, nanti kabari kalau sudah sampai." ucap Chika.


" Siap nyonya Rio."


Nugroho dan Rio pun pergi menggunakan mobil milik Nugroho, dan saat akan masuk kedalam rumah nya sebuah mobil berhenti.


Chika menatap mobil yang berhenti tepat di depan rumah Dinas nya dan saat seseorang turun dari mobil Chika tampak tersenyum.


" Hi.... apa kabar? " Teriak Zalimah saat turun dari mobil.


" Mba Zalimah. " Ucap Chika.


" Ya Allah Chika kamu sekarang gemuk dan segar, dan ini ponakan ya Allah lucu banget." Ucap Zalimah sambil mencolek pipi Zain.


" Masuk mba. "


Saat Zalimah dan Chika masuk supir Zalimah banyak membawakan paper bag dan hadiah lain nya sampai satu mobil penuh.


" Mba ini banyak banget mba."


" Ini hadiah untuk ponakan mba. "


" Terima kasih."


" Rio kamu hubungi dong, mba kangen."


" Mas Rio sedang pergi keluar kota, katanya malam baru pulang."


" Ya sudah besok mba masih bisa bertemu karena mba ada waktu satu minggu di sini. Suami sedang berada di negara tetangga, dia sibuk mengurus bisnisnya dan mumpung ada di negara tetangga ya sudah mba pulang kampung."


" Enak ya mba keliling dunia terus."


" Kalau kamu mau hayu ikut, sekarang tujuan benua Afrika kalau mau ikut mba sangat senang."


" Tapi Zain masih kecil mba."


" Pake pesawat pribadi tenang saja Zain nyaman. "


" Saya izin dulu deh mba sama Mas Rio, aslinya pengen juga sih mba sekali - kali jalan - jalan.'