
7 Bulan sudah Rio hilang, semua Tim sudah berusaha mencari tapi tak membuahkan hasil. Usia kandungan Chika memasuki usia 7 bulan.
" Bang jangan merepotkan saya nggak enak." Ucap Chika saat Nugroho membelikan berbagai perlengkapan bayi.
" Tidak apa - apa Chika, kebetulan saya dapat rejeki. "
" Tapi tetap saja Bang saya nggak enak." Ucap Chika.
" Setelah tahu kemarin USG anak kamu laki - laki, hati saya tersentuh seandainya Lusi masih hidup mungkin sekarang anak kami sudah pintar lari sana sini dan sedang lucu - lucunya."
" Dia sekarang jadi penghuni surga Bang sama Mamah nya. "
" Iya, mereka sudah bahagia."
********
Chika memandang di depan cermin, kini semakin besar kandungan nya namun suami nya belum juga di temukan.
" Mas, semoga kamu baik - baik saja, dalam doa selalu saya memohon agar kamu kembali entah kondisi apapun dan Mas tahu anak kita calon jagoan. " Chika mengusap perut nya di depan cermin.
*****
" Susunya kamu sudah Minum Chika? " Tanya Nenek Utami.
" Sudah Nek. " Jawab singkat Chika.
" Chika, selama suami kamu belum di temukan Nugroho beri perhatian lebih apa tidak ada yang Salah paham? "
" Bang Nu tidak memiliki siapa - siapa jadi nggak ada yang Salah paham, tapi saya sudah bilang jangan berlebihan saya nggak enak."
" Iya masalah nya kamu masih istri Rio, dan status Rio kan kita tidak tahu hidup atau mati."
" Dia sudah baik sama Chika bu, dia memang sahabat suami Saya yang terbaik."
*******
" Bang Nu, maaf nih seperti nya Abang makin dekat sama istrinya Bang Rio? " Tanya Ruby.
" Saya dekat nggak ada rasa apa - apa Ruby, Saya hanya melindungi istri dari sahabat saya." Jawab Nugroho.
" Yakin Bang nggak menaruh hati, kalau iya nanti tiba - tiba Bang Rio datang bagaimana? "
" Pemikiran kamu itu terlalu jauh, dan nggak akan mungkin. "
******
Nugroho merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur dan mengingat apa yang di katakan Ruby.
" Saya nggak mungkin jatuh Cinta sama Chika, Saya menyayangi mereka berdua karena rasa sayang terhadap sahabat." Ucap Nugroho.
" Cepat lah kembali Rio, apa kamu tidak ingin melihat anak kamu lahir." Ucap Nugroho.
*******
Chika menatap photo Rio, senyuman indah terpancar jelas saat menatap photo suami nya.
" Mas sedang apa kamu disana, semoga Mas sehat selalu."
Tiba - tiba air mata Chika pun jatuh saat memandang photo Rio.
" Mas Saya kangen sama kamu hiks.. hiks.. hiks... "
******
" Bang lusa acara 7 bulanan, nanti Abang saja yang bagi undangan." Ucap Chika.
" Ya nanti Abang yang urus, dan masalah catering sudah beres semuanya? " Tanya Nugroho.
" Sudah beres Bang. " Jawab Chika.
" Bang, setelah acara 7 bulanan Saya ingin sementara tinggal di rumah sendiri, Saya nggak enak hati tinggal disini. " Ucap Chika.
" Nggak enak hati bagaimana? " Tanya Nugroho.
" Disini Abang yang selalu siap siaga untuk Chika sedang kan Abang bukan suami Chika dan status suami Saya juga tidak jelas hidup atau meninggal. " Jawab Chika.
" Kamu jangan Salah paham ya tentang sikap Saya sama kamu, dan rasa itu nggak akan mungkin terjadi. "
" Iya, Abang paham. "
******
" Jadi setelah acara 7 bulanan kamu kembali Ke rumah bersama Nenek? " Tanya Nenek Utami.
" Iya Nek, Saya putuskan tinggal kan rumah ini." Jawab Chika.
" Nenek ikut apa kata kamu saja."
" Saya memiliki pikiran secara tiba - tiba untuk kembali ke rumah Nenek."
" Nak, bagaimana kalau sampai bertahun - tahun Rio tak kembali? "
" Mungkin sudah takdir Saya Nek, mau di kata bagaimana. Dan seandainya memang harus demikian entah jasad nya tak di temukan semoga mendapatkan tempat yang paling indah. "
*******
Semua tamu undangan pun telah tiba, dan hanya di hadiri teman - teman Rio dan para istri yang akan mengikuti acara doa bersama 7 bulan kehamilan Chika.
Acara 7 bulanan pun berjalan dengan lancar, dimana para tamu undangan sedang Menikmati hidangan yang tersedia.
" Aduh. " Ucap Chika.
" Kenapa? " Tanya Nugroho yang duduk dekat Chika.
" Pinggang Saya sama kaki sakit. " Jawab Chika.
" Duduk di kursi saja jangan di bawah." Ucap Nugroho.
Chika pun duduk di kursi dengan di bantu Nugroho.
" Enakan?"
" Enak Bang. "
" Om Nu, awas jatuh Cinta sama istri Om Rio. ingat status nya. " Sindir salah satu istri Anggota.
" Maaf Bu nggak akan. " Ucap Nugroho tersenyum walau hatinya tak enak.
*******
Acara pun telah usai satu persatu tamu sudah kembali ke rumah masing - masing dan giliran Nugroho pulang terakhir bersama Ruby membereskan sisa acara.
" Bang Nu Bang Ruby ini kopi nya. " Ucap Chika.
" Taruh saja di meja situ, nanti tanggung gulung karpet dulu. " Ucap Nugroho.
Chika pun duduk dengan perut buncitnya dan mengusap pelan setelah merasakan ada sebuah gerakan.
" Bang Nu. " Panggil Chika.
" Iya ada apa? "
" Lihat deh perut Chika, si dede di dalam perut gerak - gerak. "
Nugroho mendekat dan terlihat perut buncit Chika bergerak naik ke bawah, rasa bahagia Chika, Nugroho pun ikut merasakan nya dan Nugroho pun tersenyum hingga sampai menangis.
" Bang!! "
" Saya ingat Lusi Chika, Saya tidak sempat melihat momen seperti ini. Seharusnya bukan menikmati momen seperti ini sama kamu tapi sama Lusi."
" Bang, kalau Abang ingin merasakan gerakan nya Abang boleh pegang." Ucap Chika.
" Benar Chika? "
" Iya Bang, mungkin bisa membuat hati Abang lega. "
Nugroho dengan pelan memegang perut buncit Chika, dan merasakan sedikit gerakan. Dan membuat kedua nya tersenyum.
" Assalamualaikum. "
Refleks tangan Nugroho menjauh dari perut Chika, dan Chika pun sampai tersontak kaget saat mendengar suara yang Nugroho dan Chika kenal.