I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Kembali Bahagia


Chika pun telah pulang dari rumah sakit, tidak dengan Zain karena kondisi nya harus masih tetap di rawat di rumah sakit.


" Mas. " Panggil Chika.


" Iya ada apa? " Tanya Rio.


" Apakah akan kembali ke rumah sakit? " Tanya Chika kembali.


" Iya sayang, Zain kan masih di rawat di rumah sakit." Jawab Rio.


" Zain akan pulang ke rumah kan Mas? "


" Iya akan pulang ke rumah, tapi nggak sekarang." Ucap Rio.


Rio membelai rambut Chika, dan menyelipkan di balik telinga rambut yang terurai sedikit.


" Maaf kan Mas sayang, gara - gara Mas salah paham kamu kena akibat nya. Kalau ada apa - apa kamu dan Zain, Mas yang akan merasa sangat bersalah seumur hidup." Ucap Rio.


" Mas, percaya sama Chika. Tak akan pernah ada niat untuk mendua, sampai maut menjemput Mas Rio lebih dulu Chika akan tetap setia mencintai Mas Rio dan tak akan pernah Chika dua kan atau belajar mencintai pria lain."


" Maaf kan Mas."


*******


Rio melihat Putra nya dari balik kaca, terlihat Putra nya tertidur lelap. Hatinya sangat bahagia saat dirinya berubah status menjadi seorang Ayah.


" Rio. "


Rio menoleh dan melihat Rully dengan jas putihnya berdiri di depan nya.


" Rully, apa kabar? " Ucap Rio.


" Alhamdulilah baik, sedang apa di sini? "


" Sedang menunggu anak Saya."


" Anak, istri kamu sudah Melahirkan? "


" 7 bulan dia melahirkan dan anak nya masih harus di inkubator, sedang kan istri Saya baru pulang tadi siang. "


" Selamat ya."


" Terima kasih, ehmm.. sudah Menikah? " Tanya Rio.


" Saya Menikah dengan pegawai Bank." Jawab Rully.


" Bukan nya dulu di jodohkan dengan Sama Monica? " Rio kembali bertanya.


" Monica memutuskan untuk keliling dunia sekarang dia lebih suka dengan kegiatan amal. Kita tidak jadi Menikah karena banyak perbedaan prinsip."


*****


Chika berjalan menuju dapur mengambil makanan yang ada di dalam kulkas. Saat sedang memakan cemilan Chika melihat Nenek Utami keluar kamar dengan membawa tas pakaian nya.


" Loh mau kemana? " Tanya Chika.


" Nenek mau pulang, kamu kan sudah ada Rio." Jawab Nenek Utami.


" Nggak mau menunggu Zain? "


" Nanti kamu bawa Zain ke Sana, Nenek sudah lama meninggalkan rumah."


" Tapi kan Nek, terus Mas Rio belum pulang Dinas."


" Nenek sama Saya. " Ucap Nugroho.


" Nggak, sekalian searah jalan ada keperluan." Ucap Nugroho.


" Makasih Bang, sudah mau mengantar Nenek Pulang. " Ucap Chika.


" Iya, yuk Nek. " Ucap Nugroho.


" Nenek pulang dulu." Ucap Nenek Utami.


" Hati - hati ya Nek." Ucap Chika sambil mencium punggung tangan Nenek Utami.


" Kami pamit Chika." Ucap Nugroho.


*****


" Assalamualaikum." Sapa Rio.


" Walaikumsalam." Balas Chika sambil berjalan menghampiri Rio dan mencium punggung tangan nya.


" Kok sepi, Nenek mana? "


" Pulang di antar Bang Nu."


" Loh kok pulang, kenapa nggak menunggu Mas? " Ucap Rio sambil berjalan memeluk pundak Chika.


" Nenek ingin pulang katanya sudah ada Mas di rumah dan kangen rumah katanya." Ucap Chika.


" Oh... pantas saja, Yank besok juga Zain boleh di bawa pulang."


" Benar Mas, Zain sudah bisa di bawa pulang? "


" Iya sudah di bisa di bawa pulang."


" Akh.. pengen cepat besok Mas, kenapa nggak sekarang saja sih? "


" Kata Dokter anak nya harus besok, Mas juga pengen nya sekarang kalau boleh , kan nggak boleh."


******


Rio mencium bibir Chika, ******* dan membelitkan lidahnya, tangan nya sudah bermain di gundukan dua bagian favorite Nya


" Mas sudah akh, nanti keblabasan Chika kan masih nifas."


" Mas kangen sayang, saat baru pulang boro - boro begini. " Ucap Rio dengan nafas nya yang naik turun.


" Gimana mau begitu, orang Mas Rio sudah kebakaran jenggot."


" Maaf sayang, kalau boleh pakai cara lain ya sayang Mas sudah di atas ubun - ubun sudah pengen lepas." Ucap Rio dengan wajah memelas.


" Kamu tuh ya Mas ih.. terlalu deh. "


" Yank, 7 bulan sayang nggak di lepasin sudah di ujung tanduk nih . "


" Nggak akh, Sana selesaikan sendiri saja."


" Terlalu kamu yank nggak kasihan." Ucap Rio sambil mengarahkan tangan Chika ke bagian bawah Rio.


" Mas, sabar ya dan selama Chika belum suci Mas selesaikan sendiri atau puasa dulu."


Rio berguling ke samping dan menutup matanya terlihat nafasnya naik turun.


" Mas akan tahan, akan puasa nggak mau main sendiri kalau kamu nggak bantuin."