I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Tak Kan Pernah Kusiakan


Setelah mengeluarkan emosi, Rio bersandar di kepala ranjang sambil menonton televisi, dan terlihat Chika tertidur saat setelah di bersihkan tubuhnya oleh Rio, makan dan minum obat.


Ada gurat sedih di wajah Rio, bila mengingat apa yang di ucapkan oleh istri nya. Sungguh sangat dangkal pemikiran Chika di mata Rio, dia tak tahu bagaimana perasaan Rio saat ini. Perasaan yang tetap sama seperti dulu.


Rio pun mengambil ponsel nya, lalu mengetik pesan pada seseorang.


Bagaimana tawaran saya?


Rio pun mengetik pesan kembali pada seseorang yang berbeda.


Kalau jadi, besok saya siap kan berkas - berkasnya.


Rio tersenyum pada Chika, dan mengusap pucuk kepalanya.


******


"Mas." Panggil Chika pelan.


" Mas." Panggil Chika kembali.


" Hem, kenapa yank? " Tanya Rio yang masih memejamkan matanya di samping Chika.


" Chika lapar." Jawab Chika.


Seketika mata Rio terbuka dan segera bangkit dari tidurnya, dan mengambil irisan bolu yang di beri oleh Zalimah.


" Makan bolu Yank."


Chika menganggukkan kepalanya, dan Rio dengan telaten menyuapi Chika.


" Maaf ya Mas, Chika bangunin."


" Nggak apa - apa sayang."


" Mas."


" Iya."


" Chika mau tawaran mba Zalimah."


Rio tersenyum ke arah Chika dan menyuapi kembali bolu ke mulut Chika.


" Mas ada kan biaya nya? " Tanya Chika.


" Jangan di pikirkan masalah biaya, bukan berarti Mas ngandelin Mba Zalimah tapi Mas ada kok uang untuk biaya di sana selama kamu berobat."


" Mas punya tabungan? " Tanya Chika dengan mata berbinar.


" Punya dong sayang, masa Mas gak punya uang buktinya Mas kawin kemarin lumayan kan." Jawab Rio.


" Biaya di sana mahal Mas, bahkan biaya rumah sakit nya juga."


" Sudah jangan di pikirkan yang penting niat biasa sembuh, insya Allah ada jalan masalah biaya."


" Mas kawin di pakai saja barang kali kurang."


" Jangan Yank, jangan di jual itu Mas kawin. Sesusah apapun jangan di jual."


" Mas nggak apa - apa, bila uang nya habis buat Chika?"


" Nggak apa - apa sayang, yang penting Mas nggak jual diri di saat uang menipis. Mas kan punya pekerjaan dan tenang saja jangan mikirin itu."


******


" Terima kasih pak." Ucap Rio sambil bersalaman sebagai tanda di setujui jual beli tanah nya.


Rio menjual tanah nya yang 1000 hektar, dan dia pun menjual kendaraan milik pribadinya berupa mobil dan motor.


Zalimah yang menunggu di mobil mengikuti kemana Rio hari ini.


" Mba saya transfer ya uang nya alhamdulillah dapat lah nggak pake uang nya mba semua." Ucap Rio.


" Seharusnya jangan kamu jual, itu aset kamu beli dari tabungan kamu kan." Ucap Zalimah.


" Nggak apa - apa Mba demi Chika." Ucap Rio.


" Rio ingin Chika sembuh, dan pengobatan harus berjalan sampai Chika benar - benar sembuh.'


" Kalau kamu mau menengok Chika nanti, kamu tinggal bilang nanti Mba tanggung tiket pesawat buat kamu."


" Makasih mba, saya juga harus bagi waktu. Dan saya titip Chika ya mba."


" Tenang saja, dan Mba menyewa pesawat dari rumah sakit sana untuk membawa Chika , Kalau kita pakai pesawat komersil nanti sulit dan membuat Chika nggak nyaman."


" Makasih mba, saya akan ikut kesana mengantar Chika."


" Bagus lah, kamu kasih semangat untuk dia."


******


" Jadi Chika akan di bawa ke luar negeri." Ucap Ibu Lena.


" Benar Bu, Rio akan ikut kesana mungkin ambil cuti beberapa hari." Ucap Rio.


" Semoga berhasil nak, dan semoga istri kamu sembuh." Ucap Ibu Lena.


" Amin... Bu."


" Rio."


" Iya Bu."


" Ingat kamu harus selalu menyayangi Chika, yang ikhlas, yang sabar. Ingat posisi kamu itu banyak godaan nya, apalagi kamu memiliki istri yang sakitan di luar sana banyak yang lebih menggoda."


" Yakin..!!!


" Ibu kenapa sih nggak percaya sama Rio, Chika juga malah kemarin menyuruh Rio nikah lagi dan suruh cerai kalau sudah jenuh atau capek sama dia. Omongan apa itu, dan Ibu juga takut Rio akan berpaling lagi."


" Karena mata kamu dan hati kamu bisa saja berubah bila di depan mata kita sangat lebih sempurna."


" Bu begini saya jelaskan.Dimana seseorang fisiknya tidak sempurna belum tentu dia malah lebih sempurna dari kita. Dan dimana seseorang terlihat sempurna, belum tentu dia sempurna." Ucap Rio.


" Semoga kebahagiaan datang selalu di dalam rumah tangga kamu dan Chika." Ucap Ibu Lena sambil mengusap kepala Rio.


" Amin... Bu."


******


Di hidup ini


Telah kusinggahi banyak cinta


Namun tak pernah aku temui cinta


Sekuat aku menginginkan dia


Hal hebat kurasakan


Kini dicintai seseorang


Yang ku pun mencintai


Itu sempurna


Takkan siakan dia


Belum tentu ada yang seperti dia


Satu dunia tahu aku bahagia


Banyak pasang mata saksinya


Takkan duakan dia


Belum tentu esok kan masih ada


Kesempatan tak datang kedua kalinya


Hargai dan jaga hatinya


Dalam diamku


Kupanjatkan selalu doa untuknya


Jodoh bukan soal sempurna


Namun yang mampu tangguh tuk bertahan


Dan berjuang


Takkan siakan dia


Belum tentu ada yang seperti dia


Satu dunia tahu aku bahagia


Banyak pasang mata saksinya


Takkan duakan dia


Belum tentu esok kan masih ada


Kesempatan tak datang kedua kalinya


Hargai dan jaga hatinya


Ho


Takkan siakan dia


Belum tentu ada yang seperti dia


Satu dunia tahu aku bahagia


Banyak pasang mata saksinya ho


Takkan duakan dia


Belum tentu esok kan masih ada


Kesempatan tak datang kedua kalinya


Hargai dan jaga hatinya


Hatinya takkan siakan dia


Takkan siakan dia


Takkan siakan dia


Rio memutar lagu lewat ponsel nya yang terhubung di earphone nya saat menggunakan angkutan umum untuk kembali ke rumah sakit.


" Kamu tahu sayang, seperti lagu ini Mas tak akan pernah mensiakan kamu, tak akan pernah mengecewakan kamu apapun yang terjadi pada kekasih hatiku. Bagi Mas kamu adalah wanita yang sempurna. I love you wanita terhebat di hati Mas."


Rio memandang jalanan lewat jendela angkutan umum. Di balik tatapan mata memandang jalanan ada wajah wanita yang sangat Rio cintai.