I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Bersamamu Selalu


Chika masih menunduk kan kepalanya saat masuk ke dalam rumah Dinas, Rio hanya masih terkekeh melihat ekspresi Chika saat tahu siapa Ningrum.


" Awas jangan menunduk terus lihat jalan nya yang benar nanti nabrak."


Dan nyata juga gara - gara berjalan menunduk tak tahu ada sebuah pembatas tembok hingga menabrak sudut pembatas tersebut.


Awwwwww


Chika memegang dahinya hingga meringis kesakitan.


" Tuh apa kata Mas kan, jalan nya lihat - lihat jangan menunduk terus." Ucap Rio sambil mengusap kening Chika.


" Kenapa sih masih di tekuk terus mukanya? " Tanya Rio sambil mengusap kening Chika.


" Malu sudah marahin Ningrum, kenapa nggak bilang kalau Ningrum itu orang nya seperti itu." Jawab Chika.


Rio hanya tersenyum dan menarik tubuh Chika masuk kedalam dekapan nya.


" Sayang Mas juga awalnya nggak tahu saat dia menunjukkan rasa suka. Saat itu si Ibu nya sudah paham dan bilang sama Mas kalau Ningrum itu sakit."


" Tapi penjelasan Bang Nugroho seolah menyakinkan banget."


" Sudah jangan pikirkan omongan Nugroho, memang dia nya juga jail seneng banget ngerjain kamu."


*******


" Bagaimana beb? " Tanya Nugroho saat setelah kurve.


" Sudah di jelaskan dan tahu, awalnya Chika marah - marah tuh sampai mengancam mau bakar itu warung." Jawab Rio.


" Wuidih.. sangar juga tuh istri kamu."


" Saya juga baru tahu marah nya Chika kalau sedang cemburu."


" Makan nya jangan macam - macam kalau punya istri, enak kan juga saya nggak ada yang melarang."


" Alah sekarang iya, nanti kalau sudah punya istri lagi baru tahu rasa di kekang Sana sini tuh mata."


******


Rio mendekati Chika saat melihat istri nya yang hanya mengenakan handuk yang melilit di tubuh nya dan rambut yang di gulung oleh handuk.


Wangi aroma sabun membuat semakin segar dan ingin menghirup aroma nya. Rio menarik handuk yang di atas kepala Chika lalu mencoba mengeringkan rambut basah istrinya.


" Mas."


" Mas lagi pengen sayang." Bisik Rio.


" Iya pintu nya sudah di kunci belum? " Tanya Chika yang tahu suami nya sedang on.


" Sudah dong." Jawab Rio sambil melempar handuk yang ada di tangan.


Dan kini tangan Rio sudah berada tepat di kuncian handuk yang melilit.


" Are you ready baby? " Bisik Rio dengan suara yang sudah berat.


" I'm ready honey. " Ucap Chika yang sudah mode On.


Rio pun menarik handuk yang melilit dan membuang dengan sembarang arah, lalu mereka berdua pun saling menyalurkan madu cinta.


*****


Aaaarrrrggghh


Nafas mereka yang masih naik turun, Rio pun segera menggeser tubuh nya beralih ke samping Chika.


" Mas." Panggil Chika yang langsung masuk kedalam dekapan Rio.


" Iya sayang ada apa? " Tanya Rio.


" Hari ini lepas kan? " Tanya Chika kembali.


" Iya malam ini lepas, kenapa? "


" Sudah begini saja jangan turun dari tempat tidur."


" Kenapa, kalau Mas ingin makan gimana ini juga sudah lapar gara - gara habis kerja bakti sama kamu."


" Tahan dulu kenapa, Chika lagi pengen manja sama Mas kayak gini."


" Ini sih yang ada On lagi sayang."


" Biarin."


" Hah... yang benar nih, mau kita lanjutkan kerja bakti lagi."


" Boleh siapa takut. " Tantang Chika.


" Ok, tak ada ampun untuk kamu yank."


Rio pun langsung kembali melancarkan aksinya hingga Chika berteriak dan langsung di bekap mulutnya dengan bibir Rio.


*****


Rio pun tersenyum gemas melihat Chika yang kini kelelahan setelah terjadi pertempuran hebat hingga beberapa kali karena Chika yang terus menantang.


Terlihat sprei yang sudah tak rapih hingga beberapa bantal yang sudah jatuh dari tempat nya, membayangkan betapa ganas nya pertempuran tadi.


Rio pun lalu mengambil selimut yang terjatuh ke lantai dan lalu memakai kan untuk menutupi tubuh Chika yang polos.


Rio pun memungut pakaian nya dan mengenakan kembali.


Dreeeett... dreeettt


Ponsel Rio berdering saat melihat kakak nya yang menghubungi.


" Hallo Rio apa kabar, kamu lama tidak mengabari mba? " Cerocos Zalimah.


" Maaf Mba saya sibuk terus, kabar kami Alhamdulilah naik, kabar Mba bagaimana? "


" Alhamdulilah sama baik, Rio mba hanya ingin kasih tahu mba lusa akan menikah dan mba tidak tinggal di negara yang membesarkan nama Mba. Mba akan pindah kewarganegaraan dan meninggalkan semuanya."


" Selamat ya mba, maaf Rio sama Chika nggak bisa kesana."


" Tak apa minta doa nya saja, tolong sampai kan sama Ayah kemungkinan mba tidak bisa menentukan kapan pulang ke tanah air. Mba akan sering keliling dunia bersama suami yang sekarang."


" Jaga kesehatan mba, semoga Allah selalu melindungi Mba."


" Amin, good bless you too. " Ucap Zalimah.


" Thank's my sister."


" Mba akan selalu merindukan kalian, kalau ada apa - apa jangan lupa kasih tahu mba."


" Siap mba."