I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Sebuah Pengakuan


" Abang mohon, kamu jangan pergi." Ucap Fery saat mengejar Gaby yang sudah berjalan jauh meninggal kan rumah Dinas nya.


" Buat apa saya pertahankan rumah tangga sama Abang, tapi ternyata Abang mengkhianati saya." Bentak Gaby.


" Kamu dengar kan dulu penjelasan dari saya." Ucap Fery dengan nada yang sedikit tinggi.


" Penjelasan apa lagi Bang, apa yang ingin Abang jelaskan hah..??? "


" Kamu tahu kenapa saya berselingkuh dengan Sarah yang notebane nya sekarang istri Akbar, kamu mau tahu tidak? "


" Karena kamu tergoda dengan ke anggunan wanita seperti dia kan? "


" Saya lalu kan ini, karena kamu selalu saja di ajak menikah tidak mau, dan selama berhubungan kamu tidak serius, saya capek Gaby saat itu pacaran lama tapi kamu tak ingin di nikahi, seorang pria ingin serius tapi kamu nya tidak mau selama 6 tahun pacaran kamu hanya cuek dan biasa saja, giliran kamu hamil anak saya kamu baru mau di nikahkan."


" Terus kenapa Abang tega tidur dengan Sarah dan Saya Bang...???


" Lebih dulu saya tidurin Sarah di saat saya ingin memilih Sarah kamu datang dengan perubahan yang sangat serius, dan kedua orang tua kita ingin cepat kita menikah dan punya cucu. Dan saat itu, mungkin saya harus memilih Gaby, karena kita sudah lama pacaran, dan keluarga kita hanya tahu nya kita jalin hubungan, tapi saya tidak tahu saat Sarah hamil setelah kita 3 bulan bertunangan dan kita melakukan hubungan suami istri, kamu hamil dia pun hamil."


" Tapi anak itu butuh sosok seorang Ayah, dan kamu tega meninggal kan nya."


" Kalau Saya pilih dia, kamu sama siapa, dan asal kamu tahu kenapa Saya pilih kamu karena jujur rasa cinta Saya lebih besar sama kamu dari pada Sarah, dan asal kamu tahu Sarah kini sudah bahagia dengan Akbar. Ini memang salah Saya, tapi Abang mohon jangan tinggal kan Saya, Abang mohon sayang maaf kesalahan Saya ini."


" Tapi anak itu Bang hiks.. hiks... " Ucap Gaby.


" Saya akan tetap menganggap dia anak Saya, walau Akbar dan Sarah melarang Saya Mengakuinya, asal kamu percaya Saya sangat mencintai anak yang di kandung kamu dan Sarah bagaimana pun dia darah daging Saya, tapi Saya sudah memilih kamu." Ucap Fery.


" Maaf kan Saya, kita selesai kan masalah ini besok lagi, kamu istirahat ya dan kita pulang." Ucap Fery kembali.


" Saya belum bisa memaafkan kamu Bang." Ucap Gaby.


" Saya paham, Saya memang salah."


******


" Sebenarnya ada apa sih kalian suruh kami datang kemari? " Tanya Sarah karena dia tahu rumah Dinas Rio dan Fery bersebelahan.


" Sebelum kamu kembali ke tempat tugas sama suami kamu nanti sore, kami berdua ingin mempertemukan seseorang yang ingin bertemu sama kalian." Ucap Chika.


" Fery ..!!! " Ucap Sarah.


" Maaf kan Saya Akbar, Sarah Gaby sudah tahu kalau Sarah hamil anak Fery." Ucap Rio.


" Terus kalau sudah tahu mau apa, tetap saja anak ini nggak akan pernah dia akui, atau mau Saya di jadikan istri kedua." Ucap Sarah dengan wajah kesal.


" Adik kamu cerita sama Gaby."


Sarah menatap ke arah Akbar, dengan sorot mata yang tajam.


" Bang, katanya Alwi tidak akan pernah bocorkan rahasia ini, sama dengan kedua orang tua kamu." Ucap Sarah.


" Abang juga nggak tahu kalau Alwi bocorkan semuanya."


" Saya sudah tahu cerita nya dari Bang Fery." Ucap Gaby datang masuk ke rumah Rio.


" Saya sama Kamu sama - sama hamil dengan pria yang sama. Mungkin suami Saya saat itu mencari cinta yang sebenarnya karena saat itu Saya memang tidak pernah atau belum ingin serius dan di saat sudah terjadi Saya datang kembali namun saat kita sudah tunangan dan dia nggak tahu kamu hamil." Ucap Gaby.


" Dan terus mau apa, Saya di undang kemari. Saya sudah punya suami dan tak akan mengusik rumah tangga kalian." Ucap Sarah.


" Kita wanita, pasti punya anak dengan tujuan yang sama, nasi sudah jadi bubur Saya berusaha menerima kenyataan anak yang kita kandung tidak salah, dan anak kamu juga suatu saat harus tahu Ayah yang sebenarnya." Ucap Gaby.


" Saya nggak akan beri tahu siapa Ayah sebenarnya, yang ayah sebenarnya adalah lelaki di samping saya." Ucap Sarah.


" Sarah, maaf kan saya." Ucap Fery.


" Maaf kamu telat Bang, seharusnya dari kemarin bukan sekarang." Ucap Sarah kesal.


" Saya tahu Saya salah, tapi Saya mohon anak kamu harus tahu siapa Ayah nya, dan Saya akan tanggung semua biaya nya sama seperti pada anak yang di kandung Gaby, karena anak yang kamu kandung adalah anak Saya juga." Ucap Fery.


" Bang, maaf untuk masalah biaya anak yang di kandung sama Sarah, ada Ayah sambungnya. Saya masih mampu membiayai hidup nya sampai dia perguruan tinggi." Ucap Akbar.


" Tapi anak itu harus tahu Saya Bapak nya, walau Saya hidup terpisah."


" Sudah lah Bang, kamu sebenarnya hanya pura - pura baik demi istri kamu agar mba Gaby tidak meninggal Abang, lebih baik masalah ini kita tutup. Kami harus pergi, 3 jam lagi kami harus langsung ke Bandara." Ucap Akbar.


" Maaf sebelum nya, bukan Saya sok menggurui atau ikut campur tapi Saya tahu masalah kalian. Bagaimana pun suatu saat anak yang di kandung Sarah harus tahu kebenarannya apalagi kalau anak kalian perempuan pasti suatu saat butuh wali saat menikah, walau bisa wali hakim tapi bagaimana pun anak harus tahu yang sebenarnya tidak mungkin akan di bawa sampai mati, dan akan jadi beban di akhirat nanti. Alangkah lebih baik nya kasih tahu, untuk sebab akibat kenapa tidak bersatu kalian harus pintar menjelaskan pokok masalah nya dan jangan sampai anak yang di kandung Sarah ini menimbulkan rasa benci pada salah satu kedua orang tua nya." Ucap Rio.


" Tapi saya sudah sakit hati sama Bapak nya, dan Saya menyesal sudah jatuh cinta sama pria seperti dia. Dan asal kamu tahu Bang, mba Gaby walau anak Ini lahir anak Saya ini nggak akan pernah minta makan sama kalian." Ucap Sarah dan langsung berdiri begitu pun juga Akbar.


" Terima kasih, mba Gaby bisa menerima hadirnya calon anak ini, Saya hargai kalian. Untuk pengakuan Saya pikir dulu, kami ingin lihat dulu bagaimana ke depan nya perlakuan kamu sama anak ini." Ucap Sarah lalu pergi meninggal kan rumah Dinas Rio.


" Bang, kalau kamu ingin bisa dekat dengan anak yang di kandung Sarah, satu komunikasi dan Mba Gaby harus per lakukan anak itu sama seperti anak mba." Ucap Akbar langsung pergi menyusul Sarah dan di ikuti oleh Rio dan Chika.


Gaby menatap ke arah Fery yang hanya menunduk tak berani menatap istrinya.


" Suatu saat kamu akan merasakan bagaimana penyesalan atas perbuatan kamu Bang." Ucap Gaby.