I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Ujian Pun Kembali


6 Bulan Kemudian....


Chika menatap alat tespack yang sudah entah berapa box yang sudah di pakai, dengan hasil yang sama garis satu.


Chika keluar kamar mandi dan mendapati suami nya sedang memainkan ponsel sambil berchat dengan senyum - senyum sendiri.


" Mas."


" Hmm."


" Zonk lagi."


" Sabar."


Chika menatap suami nya yang masih fokus pada layar ponsel nya dan senyum - senyum sendiri.


" Mas..!! " Bentak Chika sambil merampas ponsel suami nya.


" Yank." Ucap Rio.


Chika mengecek ponsel nya dan ternyata sedang berkirim pesan dengan Nugroho.


" Sama Bang Nugroho Yank."


" Dari tadi istri ngajak bicara malah fokus ke layar ponsel terus."


" Kamu bicara apa yank? " Tanya Rio sambil mengambil ponsel milik nya dari tangan Chika.


" Zonk lagi Mas." Jawab Chika dengan mata berkaca - kaca.


" Sabar Yank, belum rejeki."


" Tapi kita menikah sudah hampir mau 1 tahun Mas."


" Ya kita sudah berusaha mungkin Allah belum kasih rejeki untuk kita."


" Saya takut mas nggak bisa hamil."


" Ssstt jangan bilang begitu mungkin belum di kasih."


" Kita cek ke Dokter kandungan ya Mas."


" Iya nanti kita cek. "


******


Nugroho telah sampai di tempat tugas yang baru, dirinya bertugas di tempat yang sama bersama Rio.


" Akhirnya pindah juga disini kamu, dan bareng lagi sama saya." Ucap Rio.


" Ya saya kan sengaja pingin sama kamu beb." Ucap Nugroho.


Hahahahah...


" Benar Beb, kita lama LDR an." Ucap Rio.


Mereka berdua tertawa terbahak - bahak hingga membuat anggota lain menatap nya baik Senior maupun junior nya.


******


" Yank. " Panggil Rio.


" Ya Mas." Balas Chika yang keluar dari dapur sambil mengenakan celemek nya.


" Lho Bang Nugroho." Ucap Chika.


" Hi.. Chika." Sapa Nugroho.


" Bang Nu kapan sampai? " Tanya Chika.


" Dia sekarang Dinas sama Mas." Jawab Rio.


" Oh Iya berarti kita kumpul lagi dong." Ucap Chika.


" Iya Chika, Abang sama suami kamu nggak LDR an lagi." Ucap Nugroho.


" Hahahahah.. kaya orang pacaran ya." Ucap Chika.


" Iya sebenarnya kita ini nggak bisa jauh Yank." Ucap Rio.


" Kalau begitu makan sama - sama yuk, kebetulan masak banyak." Ucap Chika.


" Yuk Nu kita makan sama - sama." Ajak Rio.


Nugroho, Rio dan Chika pun makan bersama di satu meja makan. Dengan selingi canda tawa dari ketiganya saat makan.


" Chika terima kasih ya masakan kamu enak, kalau seperti ini Saya ingat Lusi bagaimana dia selalu sempatkan masak untuk Saya setiap hari saat pulang Dinas." Ucap Nugroho.


" Bang Nu, suka nya di masakan apa sama almarhumah Dokter Lusi? " Tanya Chika.


Chika langsung menjadi melow dan berkaca - kaca.


" Pasti Bang Nu kangen sama Almarhumah Dokter Lusi." Ucap Chika.


" Kangen lah Chika, tapi Abang harus bisa menerima dan menyimpan dia di dalam hati ini."


" Yank, jangan di terus kan kasihan." Bisik Rio.


" Maaf Yan Bang." Ucap Chika.


" Nggak apa - apa santai saja." Ucap Nugroho.


****


" Mas, Bang Nugroho sudah pulang? "


" Sudah, kenapa memang nya? "


" Nggak apa - apa sih, oh iya besok jadi kan Mas kita cek ke Dokter kandungan? " Tanya Chika.


" Jadi sayang." Jawab Rio.


******


Rio pun setelah pulang Dinas menuju ke sebuah Klinik dimana Dokter kandungan yang di tuju Chika dan Rio praktek.


Chika dan Rio menunggu giliran di panggil, dan banyak terlihat Ibu - Ibu hamil yang sedang menunggu giliran untuk di periksa di temani oleh suami mereka.


" Mas, nanti Saya seperti itu ya kalau hamil di temani Mas." Ucap Chika.


" Pasti sayang, Mas akan jadi suami siaga."


" Atas nama Ibu Chika." Panggil salah satu Suster.


Chika dan Rio pun masuk kedalam ruangan Dokter kandungan, terlihat duduk manis seorang Dokter kandungan wanita yang sudah sangat berumur bernama Dokter Maria.


" Selamat sore Ibu Bapak, ada yang bisa di jelaskan? " Tanya Dokter Maria.


" Begini Dok, kami menikah sudah hampir mau satu tahun tapi belum juga di kasih keturunan padahal kita setiap hari melakukannya." Ucap Chika sedetailnya.


Dokter Maria tersenyum lalu mengarahkan Chika untuk berbaring di atas tempat tidur, dan Dokter Maria pun mulai mengecek rahim Chika.


" Bagaimana Dokter? " Tanya Rio.


" Bagus Pak nggak ada masalah, sehat kok." Jawab Dokter Maria.


" Tapi kenapa kok belum di kasih Ya Dok?" Tanya Chika.


" Banyak Faktor nya bisa dari capek, atau masalah hormon dan atau masalah lain nya." Jawab Dokter Maria.


" Dok, kalau perlu suami Saya di periksa juga? " Ucap Chika.


"Boleh kita bisa cek dari sp*****a Pak Rio dan USG."


" Baik Dok." Ucap Rio.


Dokter Maria pun mulai pengecekan pada Rio mulai USG dan pengecekan pada Sp*****a. Rio pun menunggu hasil nya.


" Kok Mas jadi tegang ya." Ucap Rio.


" Sama Mas, mudah - mudahan kita sehat semua ." Ucap Chika.


Suster pun memanggil kembali Rio dan Chika, Dokter Maria pun membaca hasil Lab dan langsung menatap ke arah Rio.


" Pak Rio, seperti nya sebenarnya masalah nya sama Bapak, Bapak mengalami gangguan Sp*****a." Ucap Dokter Maria.


Rio menatap sedih ke arah Chika, dan Chika langsung menundukkan wajahnya menahan tangis.


" Jadi kami nggak bisa punya anak ya Dok?"


" Pak Rio ini terkena Kelainan enzim pada sp***a. Kondisi ini bisa menyebabkan sp***a sulit berenang dan menembus sel telur, sehingga tidak terjadi pem*****an" Ucap Dokter Maria.


" Tapi bisa diatasi kan Dokter? " Tanya Rio.


" Bisa Pak, kita berusaha untuk di obati." Jawab Dokter Maria.


*****


" Yank maaf kan mas ya kalau selama ini sumbernya dari Mas."


" Nggak apa - apa Mas, Chika nggak memaksa sekarang untuk harus cepat punya anak. Kita fokus sama Mas dulu."


" Maaf kan Mas."


" Iya Mas."