I Love You Om Tentara

I Love You Om Tentara
Moment


Rio merebahkan tubuh Chika, tangan nya mulai berselancar menelusuri setiap lekuk tubuh Chika.


Ciuman Rio yang meninggal kan jejak di leher hingga dada.


" Ah.. mas.. " Suara yang keluar dari mulut Chika menyadarkan Rio yang sedang berpetualang.


Rio menjauh kan tubuhnya nya sehingga membuat Chika setengah frustrasi.


" Maaf Yank, Mas nggak bisa lanjut kan karena kondisi kamu masih belum pulih." Ucap Rio mengusap kepala Chika yang masih botak.


" Maaf ya Mas." Ucap Chika penuh penyesalan.


" Nggak apa - apa sayang, nggak perlu minta maaf." Ucap Rio sambil mengusap bibir Chika dengan Ibu jarinya.


" Mas ingin istirahat dulu, kamu mau istirahat nggak tiduran sama Mas?"


Chika pun merebahkan tubuh dengan bantalan tangan Rio, dan Rio pun menikmati momen seperti ini.


*******


" You didn't go to the hospital?( Kamu nggak kerumah sakit?). " Tanya Zalimah saat sedang sarapan.


" At the hospital she said her husband came, I am not well ( Di rumah sakit kata nyonya ada suaminya datang, saya nggak enak nyonya)." Jawab Rebecca sambil menuangkan jus ke dalam gelas milik Zalimah.


" You should come back later, I was kicked out last night with Rio. Used to be a long time no see they'd miss you. ( Lebih baik kamu kembali nanti saja, kemarin juga saya di usir malam - malam sama Rio. Biasa lama tak bertemu mereka melepas kangen) ." Ucap Zalimah.


" But ma 'am need to remind them not to overdo it since they're still in the hospital ( Tapi nyonya harus ingatkan mereka, jangan suka berlebihan karena mereka masih di rumah sakit) ." Ucap Rebecca.


" As you well know, they should be told ( Waduh benar kata kamu, mereka harus di kasih tahu)." Ucap Zalimah.


******


Rio mendorong kursi roda, membawa Chika berjalan - jalan sekitar rumah sakit. Pertama kali nya Chika keluar dari rumah sakit.


Rio membawa Chika ke sebuah taman yang masih ada di area rumah sakit. Taman yang di tengahnya terdapat kolam ikan dan air mancur, serta pepohonan yang rindang membuat menjadi sejuk walau matahari begitu sangat terik.


" Mas akhirnya saya bisa hirup udara luar." Ucap Chika.


" Iya sayang, Mas sengaja biar kamu nggak bosan." Ucap Rio.


" Mas, kita photo yuk." Ajak Chika.


" Boleh, yuk di kursi itu." Tunjuk Rio.


Rio pun mendorong kursi Roda yang di duduki oleh Chika. Rio duduk di salah satu kursi panjang taman, dan Chika duduk di kursi Roda.


Rio lalu membuka ponselnya dan memencet aplikasi camera. Rio pun mengarahkan ponsel nya, dan mulai berphoto dengan berbagai ekspresi.


" Coba lihat Mas? " Tanya Chika.


" Cakep yank." Jawab Rio sambil memperlihatkan photo nya.


" Sayang kepala Chika masih botak."


" Sabar Yank, kalau sudah sembuh total nanti bakal punya rambut indah seperti dulu lagi."


" Mas, ada perubahan nggak sih di lihat dari photo? " Tanya Chika.


" Perubahan apa Yank?" Jawab Rio kembali bertanya.


" Ya ada perubahan nggak." Ucap Chika.


" Ada Yank, pipi kamu mulai chubby lagi, dan tubuh kamu nggak terlihat tulang seperti dulu." Ucap Dimas.


" Kalau Chika sembuh total pasti Chika terlihat seperti dulu lagi."


" Amin yank, ini juga sedikit demi sedikit tubuh kamu merespon baik untuk bisa sembuh total."


" Mas cium dong." Pinta Chika.


" Ayo dong mas."


" Yank, disini banyak orang jangan bikin Image Mas menurun."


Chika terkekeh geli melihat ekspresi Rio, dan Chika merasakan penuh kemenangan.


" Ayo dong Mas. "


Rio pun akhirnya menurut saat terlihat keadaan mulai tak ramai.


Ponsel pun Chika ambil dari tangan Rio, dan Chika pun merekam adegan tersebut. Lalu setelah mematikan video rekaman nya setelah beralih dari mode photo, lalu memutar kembali Video yang dirinya rekam.


" Bagaimana Mas, bagus kan? " Tanya Chika.


" Kenapa di video sih Yank?" Tanya Rio


" Kan biar Saya bisa lihat video ini Mas, kalau sedang kangen atau menahan rindu."


" Sayang, makasih ya." Ucap Rio.


" Makasih untuk apa Mas?" Tanya Chika.


" Makasih untuk semua cinta kamu untuk Mas." Jawab Rio.


" Chika juga sama terima kasih untuk semuanya."


" Sama - sama sayang."


" I love you." ucap Chika.


" I love you too." Ucap Rio.


*******


" How doctor ( Bagaimana Dokter?)." Tanya Rio saat Dokter Gabril setekah memeriksa kondisi Chika.


" Very good, and from now on, no more chemotherapy ( Sangat bagus, dan mulai sekarang tidak usah kemoterapi lagi)." Ucap Dokter Gabril.


" Thank god, make a full recover( Alhamdulillah, semoga sembuh total). " Ucap Rio.


" The body responded well, hopefully a bit sooner ( Tubuhnya merespon dengan baik, semoga cepat sembuh."


*******


Chika belajar berjalan dengan memegang lengan Rio, dengan sabar suaminya membantu Chika walau kaki masih belum sembuh total.


" Hebat kamu banyak kemajuan sayang." Ucap Rio.


" Chika ingin sembuh dan hidup bahagia sama Mas."


" Mas akan selalu sama kamu sayang."


" Mas, jujur deh sama Chika. Pernah tidak merasa bosan, capek dan membuang waktu karena Mas mengurus Chika? "


" Sayang." Rio menangkup kedua tangan nya di di kedua pipi Chika.


" Mas tidak pernah capek, bosan atau apa. Mas Ikhlas menerima kamu dalam kondisi apapun. Kamu tahu sayang, yang ingin mas sama kamu, jangan pernah kamu pergi tinggalkan Mas, hanya itu yang mas takut kan. Mas tak ingin kamu pergi, masih banyak hal yang belum kita lakukan bersama. Mas ingin menikmati setiap momen indah sama kamu sayang. Mas sangat mencintai kamu apa adanya."


" Terima kasih Mas, terima kasih untuk semuanya."


Rio mencium kening Chika hingga sangat lama, dan meraih tubuh Chika masuk kedalam pelukkan nya.


" Mas selalu ingin tubuh ini selalu dekat sama Mas, mencintaimu adalah hal yang paling terindah. Memiliki mu adalah hal yang paling bahagia dalam hidup ini."


" Chika bahagia Mas, penantian Chika tercapai. Mencintai Mas bersambut. Semoga cinta kita sampai di keabadian."