
Malam itu, Rabiah pulang ke rumah seorang diri dengan membawa perasaan kecewa. Bagaimana tidak, setelah menunggu hingga menjelang maghrib, akhirnya Rabiah memutuskan untuk pulang lebih dulu, dan belum sampai di rumah, ia mendapat pesan dari Kamil bahwa malam ini ia akan lembur dan tidak kembali ke rumah.
"Jika semua istri seorang CEO seperti ini, kasihan juga mereka," batinnya sambil berjalan gontai masuk ke dalam rumahnya yang gelap.
"Sepi juga kalau sendiri di rumah besar ini, apa aku panggil Rahul dan Rayhan aja kali yah, kalau mereka datang setidaknya rumah ini bisa sedikit berisik," monolog Rabiah lalu mengirimkan sebuah pesan kepada suaminya untuk meminta izin.
Setelah menunggu beberapa menit, wajah Rabiah seketika tersenyum cerah saat mendapat pesan dari Kamil yang telah mengizinkannya. Tanpa menunggu lagi, Rabiah langsung menghubungi ummi dan Rahul secara bergantian.
"Oke deh, waktunya memasak," ucap Rabiah dengan semangat.
🌷🌷🌷
Di kediaman Yusuf dan Yasmin
"Rayhan, cepetan, nanti kita kemalaman loh," panggil Rahul sambil berjalan menuruni tangga dengan mengenakan jaket dan celana jeans berwarna hitam yang membuatnya terlihat dewasa.
"Iya kak bentar lagi kok," jawab Rayhan sedikit berteriak dari dalam kamarnya.
"Ya ampun, nungguin anak laki kok udah kayak nungguin cewek dandan yah, lama betul," dumel Rahul berbicara sendiri.
"Udah-udah, jangan ngedumel terus, banyakin sabar," sela Yasmin yang datang menghampiri Rahul dengan sebuah kotak makanan. "Nih, bawakan Rabiah yah, ini makanan kesukaannya, 'nasu palekko' khas Bugis," lanjutnya sambil meletakkan kotak itu di tangan Rahul.
"Siap ummiku sayang," ucap Rahul, membuat Yasmin terkekeh geli.
"Kak Rahul, aku dah siap niiih," ucap anak yang kini berusia 8 tahun dengan mengikuti gaya bicara si botak kembar dari negara tetangga.
"Ya udah, ummi, kami berangkat dulu yaa," pamit Rahul sambil mencium punggung tangan Yasmin di ikuti oleh si bungsu.
"Iya sayang, sampaikan salam ummi dan abi yah, abi nggak sempat nitip apa-apa soalnya masih sibuk di rumah sakit," ujar Yasmin.
"Siap bosku," ucap Rayhan, membuat Yasmin terkekeh sambil geleng-geleng kepala.
Kedua kakak adik itu kini melajukan mobilnya ke sebuah perumahan elit yang letaknya agak jauh dari rumah kedua orang tuanya.
"Kak Rahul, kita singgah sebentar di minimarket itu yah, Ray ingin membeli sesuatu," ucap Rayhan sambil menunjuk sebuah minimarket yang berada di sisi kiri mereka dan kebetulan dekat dengan kampusnya.
Sambil menunggu Rayhan berbelanja, Rahul hendak keluar dari mobil, namun saat membuka pintu mobil, pintu mobilnya tidak sengaja menabrak seorang gadis yang lewat di sampingnya, hingga membuat gadis itu terjatuh.
"Astaghfirullah, maaf mbak, aku nggak sengaja, mbak nggak papa?" ujar Rahul segera keluar dari mobilnya.
"Iya mas, nggak papa," jawab gadis itu lalu berdiri sambil membersihkan roknya lalu menatap Rahul.
"Eh, kak Rahul yah, saudara kembarnya Rabiah kan?" tanya gadis itu yang ternyata Khadijah.
"Eh, i-iya, kamu temannya Rabiah kan?" tanya Rahul memastikan lalu menunduk dengan mode kakunya.
"Iya kak," jawab Khadijah, dan mereka diam sejenak karena tak tahu harus bicara apa, "kalau gitu aku pergi dulu, assalamu 'alaikum," lanjut Khadijah pamit lalu pergi meninggalkan Rahul yang masih berdiri kaku di tempatnya.
"Wa'alaikum salam," jawab Rahul lirih, lalu pergi ke sebuah kursi yang berada di depan minimarket tersebut sambil memainkan ponselnya.
Tak lama setelah itu, seorang gadis yang hanya menggunakan hot pants dan tank top, ditutupi dengan blazer yang sedikit transparan datang menghampirinya dan langsung duduk di kursi tepat di samping Rahul.
"Hai mas, sendirian aja," ucap gadis itu sambil melirik Rahul yang sama sekali tidak melepas pandangannya dari ponselnya.
Merasa pertanyaannya tidak di respon, gadis itu kembali mengajaknya berbicara, "sepertinya mas masih mahasiswa yah, kuliah dimana mas? Siapa tahu kita satu kampus," tanya kembali gadis itu.
"Iya aku mahasiswa di universitas B," jawab Yusuf singkat tanpa melirik ke gadis itu.
"Wah berarti kita beneran satu kampus dong, kamu jurusan apa?" tanya gadis itu.
"Aduh, Rayhan kok lama banget sih belanjanya, udah kayak cewek beli kosmetik aja," batin Rahul yang mulai risih dengan gadis di sampingnya itu.
Rahul yang mendengar panggilan papa dari Rayhan seketika berbalik menatap Rahul dengan mata melotot tidak percaya, tapi disisi lain ia merasa seperti sedang kedatangan pahlawan kesiangan saat mendengar gadis di sampingnya berdecak kesal.
"Ck.. Udah nikah ternyata, dasar bapak-bapak tidak ingat umur, ngakunya mahasiswa eh ternyata udah bapak-bapak," decak gadis itu lalu pergi meninggalkan Rahul.
"Hey bro, tos dulu dong, makasih yah," ucap Rahul sampil mengangkat tangannya dan di sambut oleh sang adik.
"Jago juga kamu lihat situasi, tapi kalau bisa cari ide lain deh, masa kamu panggil papa, nanti jodohku menjauh loh," ujar Rahul sambil berjalan masuk ke dalam mobil di ikuti Rayhan.
"Kenapa? Takut di dengar sama gadis berjilbab yang kakak tabrak tadi yah?" tanya Rayhan sambil menaik-turunkan alisnya karena ia sempat melihat insiden tadi.
"Sok tahu kamu," kilah Rahul.
"Emang gitu kan, buktinya sikap kak Rahul kepada dua gadis tadi itu berbeda 180 derajat," seloroh Rayhan, membuat Rahul diam seketika.
"Ck.. Ini anak kecil-kecil udah peka banget, kebalikannya Rahil nih," batin Rahul berdecak.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka, hingga tak terasa 40 menit telah berlalu, kini mereka tiba di rumah Rabiah tepat pukul 8 malam.
Dan disinilah mereka sekarang, di rumah besar yang hanya diisi oleh Rabiah dan Kamil. Mereka tengah menikmati makan malam bersama buatan Rabiah dan nasu palekko buatan Yasmin.
"Hmm.. Masakan ummi memang nggak ada tandingannya," seru Rabiah masih dengan menikmati makan malamnya.
"Kak, kok nggak pake jasa ART sih, setidaknya kalau ada ART kakak nggak sendirian amat kalau mas Kamilnya lembur," celoteh Rayhan.
"Saat ini aku masih belum tertarik memakai jasa ART dek, karena aku masih bisa ngerjain semuanya sendiri, nanti aja kalau aku udah hamil," jawab Rabiah.
"Semoga cepat hamil yah kak, Rayhan udah nggak sabar mau jadi om," ucap Rayhan membuat Rabiah dan Rahul langsung mengaminkan.
Entah kenapa ucapan Rayhan membuat Rabiah tersadar, ia sudah lebih 7 bulan menikah, tapi ia belum juga hamil. Padahal menstruasinya lancar-lancar saja.
Setelah makan malam, tiga saudara itu kini berkumpul depan TV. Jika Rayhan sedang sibuk nonton film kartun kesukaannya, beda halnya dengan Rahul yang justru sibuk dengan ponselnya.
"Ngapain sih kak? Serius amat sama ponselnya," tanya Rabiah yang duduk tepat di sampingnya.
"Biasa, lagi berselancar di media sosialku," jawab Rahul santai.
"Sini dulu dong ponselnya," ucal Rabiah sambil menengadahkan tangannya di hadapan Rahul.
"Mau ngapain?"
"Sini aja,"
Akhirnya ponsel itu mendarat di tangan Rabiah. Dengan cepat ia mencari nama Khadijah menggunakan akun Rahul, lalu ia follow dengan senyuman penuh arti.
Setelah itu ia mulai melihat-lihat foto-foto yang muncul di beranda akun Rahul. Namun, matanya tiba-tiba tertuju pada foto yang baru saja muncul di layar.
Foto tangan seorang pria, dengan tangan besar khas pria dan sedikit urat-urat yang membuat tangan itu seperti sebuah pahatan yang sangat indah, tangan yang seperti tidak asing baginya. Perlahan ia melihat nama akun pemilik foto itu.
"Astaghfirullah, ini nggak benar, aku harus menjaga pandanganku hanya untuk mas Kamil," lanjutnya dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.
Sementara Rahul yang melihat Rabiah menggelengkan kepalanya, lantas melihat layar ponselnya dan melihat sekilas foto dari sebuah akun bernama Ameer Baihaqi sebelum akhirnya Rabiah mengembalikan ponselnya kepadanya.
"Biah, kamu pernah tidak mendengar sebuah pepatah, 'darimana datangnya cinta? dari mata turun ke hati.' Jangan pernah membuka celah kepada setan untuk menghasut hatimu, hatimu memang milikmu, tapi siapa yang ada di dalamnya itu tergantung dirimu sendiri, maka menjaga pandangan selain kepada pasangan halal hukumnya wajib."
-Bersambung-
Note: Nasu palekko merupakan makanan khas Bugis yang terbuat dari ayam atau bebek yang dicincang kecil dan memiliki cita rasa yang khas yaitu rasa pedis, asam dan gurih tentunya sangat mengguggah selera, apalagi jika dimakan dengan nasi panas, eummm, #eh maaf authornya sampai ngeces membayangkannya 🤣.