GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 9. DOSEN KILLER _GDK


Almaira berlalu meninggalkan Devan dan Bimo di ruang rawat inap yang selama ini ditempati oleh Devan selama berada di rumah sakit. Dengan menggunakan angkutan umum Almaira, tiba di panti asuhan kasih bunda. Ibu Fatimah yang melihat Almaira sudah tiba pagi-pagi sekali. Datang menghampiri Almaira.


"Kamu kok cepat banget pulang Sayang? apa Tuan muda Devan tidak rewel malam ini? tanya ibu Fatimah penuh selidik


"Tidak Bu, Dia anak yang baik dan menurut kepada Almaira. Almaira ada mata kuliah pagi ini sampai siang. Sehingga Almaira harus segera kembali. Kebetulan Alamaira tidak membawa baju ganti.


Setelah memberi salam kepada Ibu Fatimah, ia berlalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai melakukan ritual mandinya, Almaira menggunakan baju yang biasa ia gunakan ke kampus. Baju kaos oblong lengan panjang dipadukan dengan celana jeans warna biru sepatu sport dan juga dilengkapi dengan hijabnya.


Bertegur sapa dengan anak-anak yang senasib dengan Almaira itu sudah hal biasa mereka lakukan. Terlihat salah satu anak panti datang menghampiri Almaira. Kak, Kakak dari mana tadi malam kok tidak pulang ke panti? tanya Abi yang begitu mengkhawatirkan Almaira.


"Kakak tadi malam menemani Tuan muda Devan di rumah sakit.


"Tuan muda Devan, itu siapa sih Kak?" Abi kembali bertanya.


"Cucu, yang dulu sering sekali memberikan bantuan ke panti kita ini. Tetapi Tuan Setiawan sudah meninggal dunia dan sekarang yang menggantikan adalah Tuan Bimo, yang merupakan ayah kandung dari tuan muda Devan." sahut Almaira sambil menghidangkan menu sarapan pagi untuk para anak-anak panti yang yang ada di sana.


Jam sudah menunjukkan pukul 07.45. itu artinya Almaira harus segera berangkat ke kampus. Almaira berpamitan kepada Ibu Fatimah yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri.


"Bu Almaira pamit dulu ya!'ucap Almaira sembari memberi salam kepada Ibu Fatimah lalu ia pun berpamitan kepada adik-adik panti yang ada di sana.


Almaira berlalu meninggalkan panti menuju kampus yang kampus yang jaraknya kurang lebih 5 km dari panti itu, dengan menggunakan sepeda kesayangannya. Ia pun meninggalkan panti sembari mengembangkan senyumnya berharap hari ini hari yang baik untuknya. 15 menit kemudian dengan kecepatan di atas rata-rata Almaira tiba di kampus.


Tampak Stefani dan Ricardo sudah menunggunya di sana."aku sudah telat ya tanya Almaira yang melihat sahabatnya Stefani berkacap pinggang menatap dirinya.


"Kamu tahu, aku sampai membuat alasan beribu kali kepada dosen killer itu. Agar jam mata kuliah tidak langsung dimulai.


Kamu lihat jam kamu. ini sudah pukul berapa? Tanya stefany sambil melirik ke arah jam tangan yang ada di pergelangan tangan Almaira.


"Maaf aku telat 5 menit ya?


"Bagi dosen Killer itu tidak pernah mengampuni orang yang telat 5 menit sehingga aku beralasan agar tuh dosen killer itu tidak langsung masuk ke ruang kelas.


Asal kamu tau, karen kamu aku jadi berbohong kepadanya, mengatakan kalau diruang kelas ada tahi kucing. Butuh waktu untuk membersihkannya, sehingga dosen killer itu mengurungkan niatnya masuk ke ruang kelas sebelum tahi kucing itu dibersihkan oleh mahasiswa mahasiswi yang akan mengikuti jam Mata kuliahnya." ucap Stefani sambil terkekeh menjelaskan kebohongannya kepada dosen killer itu.


Almira menggelengkan kepalanya mendengar tingkah jahil sahabatnya itu. "Kamu ada-ada saja. dosa tahu membohongi orang."berbohong untuk keselamatan sahabat sendiri tidak masalah bagiku. Yang penting kamu tidak dihukum." ucapnya sambil terkekeh melangkah masuk ke dalam ruang kelas diikuti oleh Ricardo dan Almaira.


Lain halnya dengan Almaira yang selalu mengerjakan segala tugas yang diberikan oleh dosen itu kepadanya. Membuat Almaira menjadi contoh bagi mahasiswa mahasiswi lainnya. Di samping otak Almaira yang encer, Almaira juga tidak banyak bicara dan ia selalu bertanggung jawab dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang mahasiswa di kampus itu.


Kuliah dengan mengandalkan beasiswa Bidikmisi, membuat Almaira harus tekun dalam belajar. Jika saja ip-nya rendah bisa saja beasiswanya akan dicabut membuat Almaira harus benar-benar belajar dan mengikuti segala aturan yang ada di kampus.


"Kumpulkan semua Tugas kalian! titah Pak Rangga yang merupakan dosen termuda di universitas itu. Tetapi setiap mahasiswa mahasiswi menakutinya. Di balik wajahnya yang tampan tersirat ke gerangan dan berwibawa.


Mahasiswa mahasiswi satu persatu menghantarkan tugas mereka masing-masing kemeja kerja Pak Rangga. Tidak terkecuali dengan Almaira, sekalipun Almaira menjaga Devan di rumah sakit, ia tidak akan lupa mengerjakan tugas yang diberikan dosen kepadanya.


"Astaga, aku lupa lagi ada tugas hari ini. lagi-lagi Stefani menepuk jidatnya. Membuat Almaira merasa kasihan jika sahabatnya itu harus kena hukum oleh dosen killer itu.


"Siapa yang tidak mengerjakan tugas maju ke depan dan keluar. Saya tidak ingin orang yang tidak mematuhi peraturan dan tidak mengerjakan tugas mengikuti mata kuliah saya. Dan saya jamin nilainya akan mendapatkan nilai E." Ucap pak Rangga kepada mahasiswa mahasiswi disana.


Membuat Stefani menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Kamu kenapa Stefani, banyak kutu ya? Sehingga kamu menggaruk kepalamu? tanya dosen yang berparas wajah Tampan itu kepada Stefani yang terlihat sudah gelisah karena tidak mengerjakan tugasnya yang diberikan Rangga kepadanya.


Stefani hanya nyengir, ia tidak berani mengatakan kalau dirinya tidak mengerjakan tugas yang diberikan Rangga kepadanya."Aduh mati aku ini gara-gara kamu Almaira kamu lama sekali sih datang. Aku jadi tidak bisa mencontek tugas kamu."ucap Stefani menyalahkan Almaira membuat Almaira menggelengkan kepalanya.


"Stephanie mana tugas kamu? teriak Rangga dari depan ruangan. Stefany hanya nyengir kuda. Ia tidak dapat menjawabnya. Karena Almaira merasa tidak tega sahabatnya dihukum, Ia pun akhirnya memberikan tugas cadangan Yang sudah dia persiapkan sebelumnya.


Ia tahu, sahabat baiknya itu tidak akan mengerjakan tugas. Apalagi jika dihadapkan dengan drama Korea yang baru. Seolah sahabatnya itu tidak peduli kalau mereka besok akan ada kuis ataupun tugas diberikan oleh dosen.


Dari bawah meja, Almira menyodorkan sebuah buku kepadanya. "Berikan saja ini aku sudah mempersiapkannya untukmu." bisik Almaira dengan nada rendah berharap dosen tidak mendengarnya. Stefani pura-pura menjatuhkan tasnya lalu mencari-cari buku yang ada di dalam


"Alhamdulillah ketemu. Aku kirain tadi jatuh di parkiran." Stefani berakting agar dosen tidak mengetahui kalau tugasnya yang mengerjakan itu adalah Almaira.


"Maaf pak ini tugas saya. Tadi Ketika saya mencari-cari, Eh ternyata ada di bawah. Saya kira jatuh di parkiran." ucap Stefani berbohong lalu maju ke depan mengumpulkan tugas yang diberikan oleh Almaira kepadanya.


"Selamat! gumamnya sambil mengelus-elus dadanya.


Bersambung...


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏