
Sementara di tempat lain terlihat Almaira sudah terbangun dari tidurnya. Devan dan Almaira sudah bermain di taman belakang. Tampak Devan sangat bahagia mendapatkan kasih sayang yang tulus dari Almaira
Bahkan untuk saat ini ketika Almaira meminta kepada Devan untuk segera menghabiskan menu makanan yang sudah disediakan oleh asisten rumah tangga pun, dengan sekejap makanan itu ludes ialah.
Nyonya Anita yang satu harian ini memperhatikan interaksi keduanya ,begitu membuat hatinya ingin segera sembuh kembali dan dapat ikut bersama cucunya.
Almaira yang melihat keberadaan Nyonya Anita pun di sana menghampiri Nyonya Anita. "Bagaimana kabar Nyonya Apa sudah baikan tanya Almaira penuh selidik.
" Alhamdulillah saat ini tangan saya sudah mulai bisa digerakkan, setelah kamu memberikan ramuan obat dan kamu memijat kaki dan tangan saya, kondisinya sudah semakin membaik. dan jangan lupa tetap mendoakan saya juga." ucap Nyonya Anita kepada Almaira membuat Almaira mengembangkan senyumnya.
Malam hari telah tiba. Kini Bimo Sudah tiba di rumah. Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 malam. itu artinya Devan sudah tertidur pulas bersama Almaira di atas tempat tidur yang sama.
Keduanya saling berpelukan satu sama lain, ketika Bimo melihat Almaira dan Devan sudah tertidur pulas saling berpelukan membuat hatinya damai, seolah-olah dirinya ingin tidur di sana bersama.
"Astaga, apa yang aku pikirkan saat ini. Sambil menetap kepalanya berangan-angan dapat tidur bertiga bersama putranya dan Almaira.
Bimo memilih untuk meninggalkan kamar yang ditempati oleh Devan, yang saat ini di sana ada Almaira sedang tertidur pulas dengan putranya. " Lebih baik aku meninggalkan mereka, daripada aku berpikir yang tidak tidak."gumamnya dalam hati sembari terus berlalu dari sana.
Tidak bisa dipungkiri. Bimo yang lelaki normal yang sudah sangat lama tidak mendapat pelayanan di ranjang dari seorang istri. Membuat dirinya merasa hatinya tidak karuan. Ketika melihat Almaira tidur bersama putranya dengan menggunakan baju tidur yang terlihat seksi menurutnya. Padahal baju tidur yang dikenakan oleh Almaira, baju tidur yang tertutup. Tetapi entah mengapa pikiran Bimo jalan ke mana-mana.
"Ahhhhk
"Kok bisa jadi seperti ini sih, Bimo marah kepada dirinya sendiri, lalu masuk ke dalam kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Ia tidak ingin larut dalam lamunannya terlalu lama. Sehingga Bima pun mengguyur tubuhnya di bawah shower yang mengalir. Menerpa wajah dan tubuhnya tampak bayang-bayang Almaira berada di pikirannya.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya kini Bimo Sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinganya.
Tok....
Tok ....
tok.....
Suara ketukan pintu. Bimo berlalu untuk membuka pintu, Siapa yang mengetuk malam-malam seperti itu. Padahal Jam sudah menunjukkan pukul 21.30.
Ceklek
Sekali hentakan pintu terbuka, membuat Bimo terhenyak melihat Almaira yang mengetuk pintu kamarnya.
Almaira tidak kalah terkejutnya melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Bimo yang bertelanjang dada dengan benda pusakanya hanya ditutupi handuk yang dililitkan di punggungnya, membuat Almaira langsung membalikkan tubuhnya.
"Ada apa Al? Mengapa kamu mengetuk pintu kamarku? apa ada sesuatu yang dapat saya bantu? tanya Bimo yang tidak merasa bersalah dengan penampilannya saat ini. "Maaf tuan, saya hanya ingin memastikan Kalau Tuan sudah pulang dari kantor atau tidak." ucap Almaira sambil langsung berlalu meninggalkan Bimo disana kembali ke kamarnya lagi. Untuk melanjutkan tidurnya yang saat itu tiba-tiba terbangun dan setelah menyadari ternyata Almaira tidur bersama Devan di satu kamar yang sama.
Sementara Bimo merasa heran menatap kepergian Almaira, ketika Almaira belum saja berbicara kepadanya dan hanya mengatakan ini memastikan kalau Bimo Sudah pulang atau tidak.
Ada kebahagiaan tersendiri di hati Bimo, ketika mendengar apa yang diucapkan Almaira kepadanya. itu berarti Almaira sangat mengkhawatirkan Bimo. Bimo kembali masuk ke dalam kamarnya, dan menggunakan boxer yang biasa ia gunakan ketika dirinya sudah mau istirahat di kamar.
Entah mengapa Bimo tidak bisa memejamkan matanya, hingga Ia pun meraih ponsel miliknya yang ada di atas nakas. Bimo membuka akun sosial media miliknya, sesekali ia memberikan like kepada akun yang ia kenal dengan baik. Entah mengapa tiba-tiba saja Bimo membuka aplikasi hijau itu. Yang ada di layar ponselnya, mencari nomor ponsel seseorang yang dapat ia hubungi malam itu agar dirinya menghabiskan waktu tanpa mata yang tak bisa terpejam.
"Malam Almaira."
kata-kata itu yang dikirimkan oleh Bimo ke nomor whatsApp milik Almaira. Entah mengapa nomor ponsel Almaira tiba-tiba yang teringat dipikiran.
Almaira yang mendengar notifikasi ponselnya berbunyi Ia pun Meraih ponselnya yang ada di atas nakas maka ia melihat nomor ponsel seseorang yang mengirimkan pesan Whatsapp kepadanya kebetulan nomor WhatsApp milik Bimo belum tersimpan di nomor ponsel miliknya.
Almaira langsung membuka pesan Whatsapp itu. Ia tanya melihat nomor yang tertera di layar ponselnya tidak ada tertulis di dalamnya.
"Assalamualaikum Maaf ini siapa balas Almaira dengan mengucapkan
" Assalamualaikum, itu artinya ia ingin memberitahu kepada seseorang yang mengirimkan pesan Whatsapp kepadanya. terlebih dahulu memberi salam di dalam pesan Whatsapp ataupun di mana saja. Entahlah, Apa yang dipikirkan oleh Bimo sehingga dirinya langsung mengirimkan pesan Whatsapp kepada Almaira. Padahal banyak liat kontak yang terdaftar di layar ponselnya.
"Papinya Devan!.
"Iya Ada apa Tuan ? Ada yang bisa saya bantu?
"Saya sudah katakan kepada kamu, jangan panggil saya dengan panggilan Tuan?
"Terus saya harus memanggil apa Tuan?
"Terserah kamu saja, yang pasti saya tidak suka kamu panggil Tuan. Karena kamu bukan karyawan atau asisten rumah tangga yang bekerja di rumah saya.
"Maaf Tuan, eh mas.
"Nah manggil Mas lebih enak didengar daripada kamu memanggil saya Tuan. Sahut Bimo di dalam pesan whatsapp-nya.
"Ada apa mas malam-malam begini mengirimkan pesan Whatsapp kepada Almaira apa Mas belum tidur?
"Belum, mencoba memejamkan mata tetapi tak kunjung bisa terpejam. Entah mengapa malam ini sulit untuk memejamkan mata saja.
"Mungkin anda terlalu lelah mas.
"Ya sudah kalau begitu, Mas Lebih Baik istirahat, karena besok juga Mas harus ke kantor untuk menangani tugas dan tanggung jawab Mas sebagai seorang pemimpin di kantor Setiawan Group. Almaira tidak ingin rumah sakit karena Putraku Devan pasti akan sedih melihat Papinya sakit nanti ucap Almaira di dalam pesan Whatsapp dan mengirimkannya langsung kepada Bimo.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓