
Stefani dan Ricardo sedikit heran mengapa Bimo memanggil Almaira dengan panggilan sayang. Mereka pun menuntut penjelasan dari Almaira. " Aku butuh penjelasanmu Almaira." ucap Stefani kepada Almaira menuntut Almaira menjelaskan mengapa Bimo memanggilnya panggilan sayang.
"Kau seharusnya tidak bertanya kepadaku, tetapi kau bertanya langsung kepada Papinya Devan." ucap Almaira sambil mengembangkan senyumnya menatap Bimo dengan Tatapan yang sulit diartikan. Tiba-tiba saja Devan berlari menghampiri Almaira.
"Mami....., ada tamu? tanya Devan langsung memeluk Almaira.
"Iya sayang, kenalin ini Tante Stefani dan ini Om Ricardo teman satu kampus Mami." ucap Almaira. Devan langsung memberi salam kepada Stefani dan juga Ricardo membuat Stefani merasa gemas menatap wajah tampan Devan.
"Waduh Kamu tampan sekali sayang, bisa Tante mencium wajah Tampan itu." ucap Stefani yang merasa gemas melihat ketampanan dan kebijakan Devan. Devan langsung mengembangkan senyumnya menunjukkan gigi susu yang masih terlihat putih bersih.
Ricardo yang tidak mau kalah dari Stefani. Ia pun langsung meraih tubuh Devan kepelukannya, lalu memutar muter tuh Devan karena dirinya sangat gemes melihat ketampanan dan kebijakan Devan. Sampai Devan tertawa terpenggal-penggal.
Mendengar suara tawa Devan yang begitu lepas, Nyonya Anita berjalan dengan menggunakan tongkatnya, perlahan keluar melihat Apa yang membuat cucunya sampai tertawa terpenggal-penggal. "Ada tamu ternyata, Mengapa tidak diajak masuk Sayang?" tanya Nyonya Anita kepada Almaira dibalas senyuman dari Almaira. Nyonya Anita dan Bimo mempersilahkan Ricardo dan juga Stefani masuk ke dalam rumah utama keluarga Setiawan.
"Ayo masuk, jangan bertamu di luar tidak baik dilihat orang." ujar Nyonya Anita dengan terbata-bata karena nyonya Anita belum bisa berbicara dengan leluasa layaknya seperti biasa Karena stroke yang dia alami.
Ketiga sahabat itu bersama dengan Devan dan Bimo masuk dan duduk di sofa di ruang tamu. Terlihat asisten rumah tangga membawa nampan berisikan beberapa cangkir kopi pesanan Nyonya Anita agar disuguhkan kepada teman Almaira yang datang menghampirinya.
"Silakan diminum." ujar Nyonya Anita kepada kedua sahabat Almaira. Stefani memberi salam kepada Nyonya Anita diikuti dengan Ricardo. Terlihat Nyonya Anita welcome menerima tamu Almaira di rumah utama.
"Saya Stefani tante dan ini teman saya Ricardo. Kami satu kampus dengan Almaira." ucap Stefani memberitahu siapa sosok jati dirinya.
"Tunggu, tapi sepertinya aku mengenal kamu.
"Maksudnya Tante? kau Ricardo putra dari Aliong Ricardo. iya bukan? tanya Nyonya Anita memastikan kalau Ricardo itu merupakan putra dari salah satu rekan bisnis suaminya saat suaminya masih hidup.
"Kok Tante mengetahui nama ayah saya?
"Iya, nama ayah kamu Aliong Ricardo berasal dari Beijing dan menikah dengan Nyonya Anjani berasal dari Indonesia dan sempat menetap di Beijing dan sekarang berada di Indonesia.
Dulu suami saya bersama Pak Aliong teman dan mereka menjalin hubungan kerjasama ketika perusahaan milik suami saya masih kecil tidak sebesar sekarang. "Bagaimana dengan kabar Ayah kamu sekarang, apa dia baik-baik saja?" tanya Nyonya Anita penuh selidik kepada Ricardo.
"Tidak menyangka kau sekarang sudah besar. dan sebentar lagi meraih gelar sarjana. padahal dulu kau masih kecil dan digendong oleh Mami kamu datang ke rumah ini." ucap Nyonya Anita sambil terkekeh membayangkan masa kecil Ricardo saat Tuan Setiawan dan Pak aliong menjalin hubungan kerjasama.
Tetapi sayangnya Tuan Aliong mengalihkan perusahaannya ke bidang lain, sehingga Pak Aliong tidak lagi menjalin hubungan kerjasama dengan Tuan Setiawan. Bimo yang mendengar itu semua sedikit bingung, ternyata lelaki yang ia cemburui kepada Almaira ternyata putra dari sahabat ayahnya sendiri.
Bimo melirik Almaira, lalu mengembangkan senyumnya merasa bersalah kepada Almaira yang telah mencurigai hubungan antara Almaira dan Ricardo Lebih dari sahabat. Terlihat percakapan antara Stefani Ricardo dan nyonya Anita begitu akrab.
Sementara di tempat lain Siska meminta salah satu temannya untuk membantu dirinya. Ia mengetahui rencana Bimo yang ingin segera melamar Almaira saat Almaira wisuda. Entah dari mana Siska mengetahui rencana Bimo itu. Padahal Bimo sendiri tidak ada memberitahu kepada siapapun tentang rencananya hanya kepada Nyonya Anita.
"Aku tidak akan membiarkan anak Panti asuhan seperti kamu bersanding dengan seorang Bimo Setiawan, pengusaha kaya raya di negara ini. itu sungguh tidak pantas, derajatnya sangat jauh." gumam Siska di dalam hati membayangkan Bagaimana Almaira bersanding dengan seorang Bimo Setiawan lelaki yang sangat ia cintai sejak dulu.
Ketika Alena Norin m sudah meninggal dunia, istri pertama dari Bimo Setiawan. hati Siska sangat bahagia. Ia merasa memiliki kesempatan untuk mendekati Bimo Setiawan, tetapi ketika itu terjadi justru Bimo sama sekali tidak pernah meliriknya. Ia sudah cukup lama mencintai Bimo. Bahkan saat Alena Norin masih hidup, dia juga sudah berusaha merebut Bimo dari sahabatnya sendiri.
Pagi hari yang indah, matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Setiap insan manusia sudah bangkit dari pemberiannya melakukan aktivitas masing-masing. Begitu juga dengan Bimo Setiawan sudah bersiap ingin berangkat ke kantor Setiawan Group.
Terlihat Almaira sudah mempersiapkan sarapan pagi, pagi itu. lalu ia kembali menghampiri Devan untuk membantu Devan membersihkan diri, walaupun selama ini ada baby sitter yang membantu merawat dan menjaga Devan, Almaira selalu ingin langsung turun tangan menjaga dan memandikan Devan.
Terlihat Bimo Sudah duduk menunggu yang lainnya di meja makan. "Assalamualaikum dan selamat pagi papi ku yang tampan." sapa Almaira menirukan suara khas anak kecil seperti Devan sambil mengembangkan senyumnya mendudukkan Devan tepat di samping sisi kredit Bimo.
Sementara dirinya duduk di sisi kanan Bimo. Nyonya Anita yang berada di hadapan Devan mengembangkan senyumnya. "Astagfirullah, ternyata Allah sudah mengirimkan kebahagiaan tersendiri untuk putra dan cucuku dengan kehadiran Almaira." gumam Nyonya Anita di dalam hati sembari memperhatikan interaksi ketiganya yang begitu dekat dan akrab.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya teman emak